Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana Gelar Webinar Internasional, Bahas Kontribusi Digitalisasi Industri Keuangan

Jumat, 5 April 2024 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id) – Program Studi (Prodi) S2 Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar webinar internasional bertajuk Contribution of Digitalization Financial Industry to the Real Sector, Jumat (05/04/2024).

Acara yang diselenggarakan secara sinkronus melalui platform Zoom dan kanal youtube Pascasarjana ini, diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan. Tidak hanya diikuti mahasiswa maupun dosen UIN RIL saja, namun nampak peserta umum dari universitas lain dari Sabang hingga Merauke juga turut antusias hadir dalam webinar.

Direktur Pascasarjana, Prof Dr Ruslan Abdul Ghofur MSi membuka kegiatan secara resmi. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan wawasan berharga di tingkat internasional, khususnya bagi akademisi dan mahasiswa yang berspesialisasi dalam kualitas Ekonomi Syariah. Ia menyampaikan, hal tersebut juga mencakup mahasiswa sarjana dan pascasarjana yang sedang dalam proses menyusun proposal tesis dan melakukan penelitian.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Webinar ini terselenggara bekerja sama dengan Fukuoka Women’s University, Jepang dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara dimoderatori oleh Mia Selvina SE MSAk.

Baca Juga :  UIN Raden Intan Lampung Jalani Audit Eksternal Stage 2 ISO 9001 dan 21001

Narasumber pertama, Prof Dr Ibnu Qizam SE MSi Ak CA, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Prof Ibnu menyampaikan bahwa ekonomi digital menggambarkan perekonomian baru, wirausaha baru, dan teknologi baru, serta bagaimana hal-hal tersebut terhubung satu sama lain – bagaimana hal-hal tersebut memungkinkan satu sama lain.

Terdapat 4 poin yang mempengaruhi keberhasilan ekonomi digital, sebut Prof Ibnu, yaitu meningkatkan segi customer experience, product enhancement, collaborative innovation, dan organizational leadership.

Prof Ibnu memaparkan penelitiannya berjudul How does the digital sharia economy and financial inclusion play a role in developing islamic boarding schools-based Halal Value Chain ?, yaitu peran ekonomi syariah digital dan inklusi keuangan dalam mengembangkan pesantren berbasis Halal Value Chain.

Prof Dr Ibnu Qizam SE MSi Ak CA
Menurutnya, penerapan Halal Value Chain (HVC) melalui ekonomi digital dan inklusi keuangan dianggap sangat penting dikarenakan mayoritas konsumen khususnya muslim saat ini tidak hanya memperhatikan aspek produknya saja, namun juga mempertimbangkan dan memastikan alur proses produksi dan distribusi berasal dari sumber yang halal dan thayyib.

Baca Juga :  UPT Kearsipan Gelar Bimtek Pengembangan Pedoman Klasifikasi dan JRA

Kemudian juga, ia mengatakan bahwa pesantren menjadi dasar pengembangan industri halal. Prof Ibnu mengungkapkan, lebih dari 28.000 pesantren dengan 2,5 juta santri yang tersebar di Indonesia.

“Pondok pesantren tidak hanya fokus pada pendidikan, namun juga fokus pada kewirausahaan dan pembelajaran ekonomi serta unit usaha yang berpotensi menjadi lokomotif penguatan HVC di tingkat lokal dan global,” katanya.

Narasumber kedua dari Jepang, yakni Tetsu Konishi PhD Associate Professor, Fukuoka Women’s University, Japan.

Dalam sesi ini ia memaparkan mengenai Digitalization and State Capitalism in Indonesia. Diantaranya membahas State and capitalism in pandemic era, Digitalization and a state CBDC (Central Bank Digital Currency) for the economy, State capitalism in Indonesia, Proyek Garuda and Indonesia State’s CDBC, serta Remark CBDC in the State Capitalism.

Tetsu menjelaskan, CBCD merupakan uang yang dapat diterbitkan oleh bank sentral suatu negara, disebut digital (atau elektronik) karena bukan uang fisik seperti uang kertas dan koin. Itu dalam bentuk jumlah di komputer atau perangkat serupa.

Baca Juga :  Rektor UIN RIL Kukuhkan 1.100 Wisudawan Periode IV 2024, Salah Satunya Walikota Bandar Lampung

Kemudian Tetsu menunjukkan movement in monitoring policy termasuk digital currency.

Sudah banyak negara yang considering CBDC, ujarnya, namun memang butuh waktu yang lama untuk mengimplementasikan digital currency di seluruh dunia.

Ia menegaskan bahwa CBDC menawarkan manfaat potensial untuk inklusi keuangan namun terdapat concern yang perlu diperhatikan.

Tetsu Konishi PhD
“Pemerintah dan bank sentral harus transparan dan jujur ​​​​tentang potensi keuntungan dan risiko mata uang digital untuk membangun kepercayaan publik terhadap CBDC,” ujarnya.

Adapun potensi manfaatnya yakni mempromosikan inklusi keuangan, platform untuk menciptakan produk dan layanan keuangan dan memantau transaksi lintas batas. Namun juga memperhatikan hal ini, katanya, yaitu pengaruh struktur pasar sektor keuangan, keamanan, stabilitas, dan transparansi.
Tetsu juga menerangkan transformasi state capitalism di Indonesia sejak orde baru, masa pandemi, post pandemi hingga sekarang. (Pin)

Berita Terkait

BBPL Tindak Lanjuti Evaluasi Festival Tunas Bahasa Ibu 2025
LKKS Lampung Kunjungi PAUD Bunga Krisma, Dorong Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas
LKKS Lampung Kunjungi PAUD Bunga Krisma, Dorong Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas
Unila Dorong Budaya Digital di Pelabuhan Bukit Prima PT. Bukit Asam
FKIPKampus BerdampakKemitraan Berdampak
Unila dan UI GreenMetric Perkuat Kolaborasi Keberlanjutan
FKIP Berperan dalam Keanggotaan Unila di Jaringan Internasional EDLAN
Unila Gelar Workshop Pengelolaan RSPTN dan Pengembangan Sumber Daya Universitas

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 15:57 WIB

BBPL Tindak Lanjuti Evaluasi Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Kamis, 18 Desember 2025 - 18:49 WIB

LKKS Lampung Kunjungi PAUD Bunga Krisma, Dorong Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:47 WIB

LKKS Lampung Kunjungi PAUD Bunga Krisma, Dorong Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas

Jumat, 31 Oktober 2025 - 19:41 WIB

Unila Dorong Budaya Digital di Pelabuhan Bukit Prima PT. Bukit Asam

Rabu, 29 Oktober 2025 - 19:45 WIB

FKIPKampus BerdampakKemitraan Berdampak

Berita Terbaru