Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Alia Dea Puspita Belajar keberagaman Melalui PMM

Jumat, 3 Mei 2024 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id) – Alia Dea Puspita, mahasiswa semester enam Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lampung (Unila), menjalani program pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) batch empat di Universitas Insan Budi Utomo Malang.

Alia mengatakan, sudah satu bulan setengah dia tinggal di Malang. Baginya, beradaptasi dengan lingkungan baru tidak terasa sulit karena sebelumnya dia tinggal di asrama kampus dan memiliki kemampuan mudah bergaul.

Alia mengalami beberapa culture shock di lingkungan baru. “Karena banyak dikelilingi gunung, udara, dan air, di Malang sangat dingin. Saya sempat sakit saat baru tiba di sini, Tapi setelah beradaptasi, saya sangat terbiasa dan nyaman dengan daerah dingin,” tambahnya.

Selain itu, perbedaan waktu juga menjadi pengalaman baru bagi Alia. “Waktu di sini 30-40 menit lebih cepat daripada di Lampung, sehingga ketika Ramadan, waktu imsak lebih awal pukul 04.05 Wib, dan magrib pukul 17.35 Wib,” jelasnya.

Alia juga merasakan serunya berburu takjil, salat tarawih, dan banyaknya agenda buka bersama dengan teman nusantara. Meskipun jauh dari orang tua, Alia merasa banyak pengalaman yang dilalui bersama teman PMM di Malang.

Baca Juga :  Lokakarya PSM Unila 2024 Sukses Digelar

Menurutnya, PMM memberi kesempatan untuk belajar, memupuk toleransi, dan menggali pengetahuan bersama teman-teman berlatar belakang berbeda. “Banyak kegiatan yang berkesan, baik akademik dan non-akademik. Modul Nusantara sebagai tonggak utama PMM ini memberikan value yang sangat bermakna bagi saya,” ungkapnya.

Alia menyatakan, menjadi salah satu mahasiswa PMM adalah suatu kebanggaan tersendiri. “PMM bukan sekadar bagaimana rasanya belajar di kampus lain, tapi juga tentang belajar menghargai perbedaan, mandiri di rantau, mengelola waktu, dan menghadapi persoalan,” tuturnya.

Baca Juga :  Qodasa 2025: Mahasantri UIN RIL Berdakwah di Pedesaan

Modul Nusantara, yang menjadi fokus utama PMM, memberikan pemahaman mendalam budaya di daerah kampus penerima.

“Modul Nusantara memiliki empat submodul yaitu kebhinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara yang bersumber dari berbagai golongan, suku, agama, ras, dan kepercayaan,” pungkas Alia. (Pin)

Berita Terkait

BBPL Tindak Lanjuti Evaluasi Festival Tunas Bahasa Ibu 2025
LKKS Lampung Kunjungi PAUD Bunga Krisma, Dorong Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas
LKKS Lampung Kunjungi PAUD Bunga Krisma, Dorong Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas
Unila Dorong Budaya Digital di Pelabuhan Bukit Prima PT. Bukit Asam
FKIPKampus BerdampakKemitraan Berdampak
Unila dan UI GreenMetric Perkuat Kolaborasi Keberlanjutan
FKIP Berperan dalam Keanggotaan Unila di Jaringan Internasional EDLAN
Unila Gelar Workshop Pengelolaan RSPTN dan Pengembangan Sumber Daya Universitas

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 15:57 WIB

BBPL Tindak Lanjuti Evaluasi Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Kamis, 18 Desember 2025 - 18:49 WIB

LKKS Lampung Kunjungi PAUD Bunga Krisma, Dorong Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:47 WIB

LKKS Lampung Kunjungi PAUD Bunga Krisma, Dorong Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas

Jumat, 31 Oktober 2025 - 19:41 WIB

Unila Dorong Budaya Digital di Pelabuhan Bukit Prima PT. Bukit Asam

Rabu, 29 Oktober 2025 - 19:45 WIB

FKIPKampus BerdampakKemitraan Berdampak

Berita Terbaru

Bandar Lampung

KOMPASS–IKMAPAL Bentuk Panitia Kajian Lingkungan Hidup dan SDM Papua

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:21 WIB

Tulangbawang Barat

Papa Rock n Roll Bakal Gemparkan Tubaba, Tunggu Tanggal Mainnya!

Jumat, 16 Jan 2026 - 14:21 WIB