Akademisi Djuhardi Basri: Menerjemahkan Puisi Upaya Menyelamatkan Bahasa Lampung

Jumat, 19 September 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) Djuhardi Basri, Sastrawan Isbedy Stiawan ZS saat pelatihan menulis puisi dan alih bahasa, Kamis (18/9).

i

Dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) Djuhardi Basri, Sastrawan Isbedy Stiawan ZS saat pelatihan menulis puisi dan alih bahasa, Kamis (18/9).

Lampung Utara, (Dinamik.id) — Kekhawatiran akan punahnya bahasa Lampung mendorong Djuhardi Basri, dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), untuk terus berupaya melestarikannya. Salah satunya dengan menerjemahkan karya-karya puisi ke dalam bahasa Lampung sebagai bentuk penghargaan terhadap bahasa ibu.

Bahasa Lampung dikhawatirkan akan punah. Hal ini dikarenakan, antara lain, pengguna (pemakai) bahasa Lampung yang semakin sedikit.

Baca Juga :  Dua Karya Sastrawan Lampung Masuk Nominasi Penghargaan Sastra 2026

“Karena itu, melalui penerjemahan karya puisi ke bahasa Lampung sebagai bentuk menghargai bahasa ibu, yakni bahasa Lampung,” ujar Djuhardi Basri, dosen bahasa dan sastra Indonesia UMKO Lampung Utara, pada Kamis (18/9/2025).

Kegiatan bertajuk Pelatihan Menulis Puisi dan Alih Bahasa ini atas bantuan fasilitas pemajuan kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 7 Bengkulu-Lampung, UMKO, dan PW Muhammadiyah Lampung.

Baca Juga :  Rahmat Mirzani Djausal dan Istri Terima Gelar Adat Tertinggi dari Perwatin Megou Pak Lampung

Djuhardi, yang juga dikenal sebagai penyair, sutradara, dan penerjemah bahasa Lampung, menegaskan bahwa penerjemahan ke dalam bahasa daerah dapat menjadi salah satu cara efektif mencegah kepunahan.

Menurutnya, sastra terjemahan harus tetap setia pada karya asli, sementara sastra saduran atau adaptasi bersifat lebih bebas.

“Perbedaan sastra terjemahan dengan saduran, ada pada kesetiaan dengan karya asi dan lainnya bersifat bebas,” ujar Djuhardi.

Baca Juga :  Penyair Lampung Ari Pahala Hutabarat Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026

Sebelumnya, sastrawan Isbedy Stiawan ZS juga turut berbagi materi melalui proses kreatif menulis, ia berbicara dari ide ke karya.

Isbedy menerangkan bagaimana tahapan-tahapan dalam menulis puisi, dimulai dari mendapatkan ide, mengolah ide, menetapkan sudut pandang (angel), menentukan masalah, judul, dan pilihan kata (diksi). (AMD)

Berita Terkait

Dua Karya Sastrawan Lampung Masuk Nominasi Penghargaan Sastra 2026
Wagub Jihan Siap Dukung Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy
Penyair Lampung Ari Pahala Hutabarat Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026
30 Peserta Lolos Kurasi Sayembara Sastra Cipta Puisi Festival Bahasa dan Sastra Tahun 2026
Festival Nyambai 2026 Hadirkan Keberagaman Adat 10 Marga Pesisir Barat
Ini 20 Peserta Lolos Kurasi, Kurator: Mereka Layak Ikut Bengkel Sastra
Tanoh Krakatau : Ketika Panggung Menjadi Suara untuk Tanah Lampung
PWI Lampung Mengajak MPAL Matangkan Ikon Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Dua Karya Sastrawan Lampung Masuk Nominasi Penghargaan Sastra 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Wagub Jihan Siap Dukung Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy

Selasa, 29 September 2026 - 21:09 WIB

Penyair Lampung Ari Pahala Hutabarat Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:41 WIB

30 Peserta Lolos Kurasi Sayembara Sastra Cipta Puisi Festival Bahasa dan Sastra Tahun 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Festival Nyambai 2026 Hadirkan Keberagaman Adat 10 Marga Pesisir Barat

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:48 WIB

Provinsi

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Senin, 19 Okt 2026 - 16:38 WIB