Bandar Lampung, (Dinamik.id) — Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) menggelar kegiatan Tindak Lanjut Evaluasi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2025, Senin (22/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat keberlanjutan program pelestarian Bahasa Ibu, khususnya Bahasa Lampung, melalui penguatan praktik pembelajaran di satuan pendidikan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh guru, dosen, kepala sekolah, serta praktisi pendidikan dan kebahasaan dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan strategi agar Festival Tunas Bahasa Ibu tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi FTBI kedepannya lebih baik dan sesuai serta berdampak nyata dalam proses pembelajaran.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Farida Ariyani, M.Pd. menyampaikan materi “bertajuk Spirit Festival Tunas Bahasa Ibu di Provinsi Lampung”. Ia menegaskan bahwa FTBI merupakan gerakan kultural dan edukatif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran, kebanggaan, serta keberanian generasi muda dalam menggunakan Bahasa Ibu di ruang publik dan pendidikan, sebagai salah satu upaya pemartabatan Bahasa Lampung.
Sementara itu, Dr. I Wayan Ardi Sumarta, M.Pd. membahas Linguistik dan Pembelajarannya. Materi ini menyoroti pentingnya pemahaman linguistik sebagai dasar pengajaran bahasa daerah agar pembelajaran lebih sistematis, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada sesi praktik baik, Fadila Hanum, mahasiswa Magister Keguruan Sekolah Dasar, memaparkan pengalaman pembelajaran 𝘚𝘦𝘴𝘪𝘬𝘶𝘯 dengan menggunakan media komik strip. Inovasi tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa sekaligus memudahkan pemahaman Bahasa Lampung secara kontekstual.
Adapun materi Perencanaan Bahasa Lampung Berbasis 𝘗𝘳𝘰𝘣𝘭𝘦𝘮-𝘉𝘢𝘴𝘦𝘥 𝘓𝘦𝘢𝘳𝘯𝘪𝘯𝘨 (PBL) disampaikan oleh Pina, mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Lampung. Pendekatan PBL dipandang relevan untuk mendorong peserta didik berpikir kritis terhadap persoalan kebahasaan di lingkungan sekitar serta terlibat aktif dalam upaya pelestarian bahasa daerahd khusus Bahasa Lampung.
Baca Juga : Komunitas Baca Lampung Ngobrol dan Berpikir Gelar Kegiatan Bedah Buku
Melalui kegiatan tindak lanjut ini, BPMP Provinsi Lampung berharap hasil evaluasi FTBI Tahun 2025 dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan pembelajaran dan praktik nyata di sekolah. Sinergi antara pendidik, akademisi, dan praktisi diharapkan mampu memperkuat eksistensi Bahasa Lampung sebagai identitas budaya sekaligus media pendidikan karakter. (Pin)












