Bandar Lampung Darurat Banjir, Penanggulangan Jangka Panjang Harus Jadi Prioritas

Sabtu, 22 Februari 2025 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Bandar Lampung masih darurat banjir. Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat malam (21/2/2025) menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah. Hampir separuh ibukota Provinsi Lampung terendam banjir, termasuk di akses jalan protokol kota.

Banjir acap kali menimbulkan korban jiwa. Tak sedikit menjadi korban hingga meninggal dunia. Di Jalan Tirtayasa, Campang Raya, sebuah mobil terseret arus banjir pada Jumat malam, menewaskan satu orang.

Sementara itu, di Gedong Air, Tanjungkarang Barat, pasangan suami istri, Rosmiani (36) dan Heryadi Prabowo (38), meninggal dunia setelah tertimbun pondasi serta tembok rumah tetangga yang roboh akibat derasnya hujan.

Selain kerugian materiil yang besar, bencana ini selalu menimbulkan kekhawatiran warga.

Banyak yang mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan banjir yang terus berulang setiap tahunnya. Blue print sistem drainase yang belum ada, hingga minimnya embung dan wilayah resapan air menjadi alasan pemicunya.

Baca Juga :  Bunda Eva Apresiasi Pemerintah Pusat Bantu Solusi Banjir

Rencana Pembangunan Jembatan Gantung

Sementara, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, pada saat peresmian JPO Siger Milenial, Jumat (14/02/2025) mengumumkan rencana pembangunan flyover dan kereta gantung untuk mengurangi kemacetan di kota.

“Nanti juga mohon doanya kita lagi diskusi dengan PU kita akan membangun flyover lagi, ini akan kita lihat anggaran kita apakah 2 atau 1 dan mudah-mudahan ini bisa terealisasi,” katanya

Desakan Warga

Namun, rencana tersebut mendapat respons negatif dari masyarakat. Mereka berharap Pemkot Bandar Lampung tak hanya fokus pada proyek mercusuar yang dianggap belum mendesak.

Warga Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, David (35) warga yang rumahnya terendam banjir, menyampaikan kekecewaannya terhadap rencana tersebut.

Baca Juga :  Peluncuran Toko Alat Pertanian "Didik Tani dan Diesel" di Tiyuh Margo Mulyo Dihadiri Camat Tumijajar

“Masyarakat butuh solusi nyata untuk mengatasi banjir. Setiap hujan deras masyarakat dibuat was-was. Ada yang rumahnya kebanjiran, barang-barang rusak, dan aktivitas terganggu. Pemerintah seharusnya fokus pada progam penanggulangan banjir, seperti perbaikan drainase dan pengelolaan air, bukan membangun kereta gantung yang tidak mendesak,” ujarnya.

Senada dengan itu, Santi (30) mengatakan bahwa banjir kali ini termasuk yang paling parah selama tinggal di sana. Ia mengaku sudah lelah dengan banjir yang tak pernah mendapatkan solusi konkrit dari pemerintah.

Santi berharap Walikota Bandar Lampung tak lagi memikirkan proyek-proyek estetika seperti jembatan gantung. Tapi fokus menggunakan anggaran miliaran rupiah itu untuk penanganan banjir dan perbaikan jalan.

“Ajak para ahli untuk kolaborasi penanganan banjir harus seperti apa. Jangan sampai periode kedua tanpa hasil apa-apa,” tegas Santi.

Baca Juga :  23 Jam Pencarian Akhirnya Korban Tenggelam di Bendungan Way Sekampung Ditemukan

Terpisah, warga Kelurahan Rajabasa Induk, Kecamatan Rajabasa, Ridwan (32) berharap pemerintah bisa serius mengatasi banjir yang semakin mengkhawatirkan.

“Belum lama banjir besar Bandar Lampung, ini hujan semalam langsung banjir lagi. Kalau gak ditangani serius, bisa-bisa tiap hujan kami kebanjiran terus,” kata Ridwan.

Menurutnya, Pemkot harus segera membuat pemetaan sistem drainase. Termasuk melakukan normalisasi sungai dan meninggikan tanggul di sekitar sungai. Bahkan kalau perlu, pemkot membeli lahan untuk membangun embung sebagai upaya meminimalisir banjir.

Masyarakat berharap pemerintah daerah lebih responsif dalam menangani masalah banjir serta memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan warga sebelum melaksanakan proyek infrastruktur lainnya. (Amd)

Penulis : Mufid

Berita Terkait

Mukhlis Basri Desak Investigasi Menyeluruh Pengelolaan Kapal Penumpang, Uji Kelaikan Dipertanyakan
Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung
Polisi Bersama Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polres Mesuji Bagikan Sembako
Udara Bandar Lampung Aman, Warga Diimbau Tetap Jaga Kesehatan dan Lingkungan
Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari-Sukoharjo IV Senilai Rp10 Miliar
PWI se Lampung Tegaskan Komitmen Sukseskan Konferensi dan Kick Of HPN Porwanas
CV Salim Jaya Konstruksi Jadi Rekanan Tetap Dinas PUPR Pringsewu Walau Kerap Mendapat Temuan BPK
Aris Tama, S.H. Dukung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berantas Kampung Narkoba: Bongkar Bandar, Selamatkan Generasi Muda

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Mukhlis Basri Desak Investigasi Menyeluruh Pengelolaan Kapal Penumpang, Uji Kelaikan Dipertanyakan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polres Mesuji Bagikan Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari-Sukoharjo IV Senilai Rp10 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:15 WIB

PWI se Lampung Tegaskan Komitmen Sukseskan Konferensi dan Kick Of HPN Porwanas

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:48 WIB

Provinsi

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Senin, 19 Okt 2026 - 16:38 WIB