Dahsyat, PTPN VII Target Produksi 112 Ribu Ton Gula

Senin, 16 Mei 2022 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR (dinamik.id)—Dua pabrik gula milik PTPN VII memulai proses giling tahun 2022 dengan target produksi 112 ribu ton gula kristal.

Pabrik yang dikelola PT Buma Cima Nusantara (BCN), anak perusahaan PTPN VII itu mengawali giling di PG Cintamanis di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Senin (16/5/22). Selanjutnya, PG Bungamayang di Lampung Utara akan memulai giling pada Rabu (18/5/22).

Data target itu disampaikan Direktur PT BCN Putu Sukarmen saat menyampaikan sambutan pada seremoni sederhana di halaman PG Cintamanis. Hadir pada acara itu, Kepala Bagian Operasional II PTPN VII Wiyoso, Kapolres OI, Camat Lubukkeliat, pada kepala desa, dan para tokoh masyarakat.

Dalam pengantarnya, Putu Sukarmen menyatakan apresiasi yang tinggi kepada pemegang saham, Direksi PTPN VII, stakeholder, dan seluruh karyawan PT BCN. Ia menyebut kinerja operasional, baik tanaman maupun pabrik pada 2022 sebagai kinerja konsolidasi. Pada siklus ini, kata dia, seluruh proses berjalan berjalan hampir sempurna.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja kita pada musim giling 2022 ini. Atas dukungan pemegang saham, HPN (Holding Perkebunan Nusantara), Direksi PTPN VII, stakeholder, dan seluruh karyawan, semua rencana sesuai schedule. Di on farm (kebun, tanaman), kaidah agronomis tercukupi, terutama pemupukan. Di off farm (pabrik), kita steam test (uji coba) mendapat skor 99,6%. Poin ini sangat perfect,” kata dia dalam siaran persnya, hari ini, Senin, 17 Mei 2022.

Baca Juga :  Terima Audiensi PWI, Pj Bupati Mesuji Levi Ajak Insan Pers Dukung Pembangunan Melalui Pemberitaan Positif

Selain persiapan on farm maupun off farm yang maksimal, tambah Putu, faktor-faktor di luar jangkauan juga sangat mendukung. Faktor alam dan cuaca, sepanjang tahun 2021-2022 memiliki curah hujan yang cocok untuk pertumbuhan tebu. Demikian juga faktor eksternal berupa gangguan alam, seperti kebakaran dan lainnya dapat terkendali.

“Kalau dari alam, kita bersyukur hujan cukup. Memang, hujan menjadi kendala pada proses tebang, muat, angkut, tetapi itu bisa diantisipasi. Kebakaran juga bisa ditekan. Situasi usaha juga sangat kondusif karena kita bangun relasi harmonis dengan stakeholder dan masyarakat sekitar,” jelas dia.

Dengan modal kekuatan itu, Putu mengaku PT BCN sangat optimistis pada musim giling 2022 ini dapat mencapai target 112 ribu ton. Yakni, produksi gula dari PG Cintamanis sebanyak 56 ribu ton dan dari PG Bungamayang 55 ribu ton.

Gula tersebut diolah dari sekitar 1,56 juta ton tebu dengan target rendemen 7,5 %. Dari angka produksi itu, dengan asumsi harga gula saat ini Rp12 ribu per kilogram, omset pada musim giling 2022 ini diperkirakan Rp1,3 triliun.

“Mohon doanya agar apa yang kita ikhtiarkan bisa terwujud. Sebab, kita sebagai manusia hanya ikhtiar, hasil akhirnya tetap di tangan Tuhan,” kata dia.

Mewakili Manajemen PTPN VII, Kabag Ops. II yang membidangi Gula dan Karet Wiyoso menyatakan sepakat dengan statemen Putu Sukarmen. Wiyoso mengatakan, operasional tahun 2021-2022 di PTPN VII, termasuk pada komoditas gula, mendapat dukungan penuh dari pemegang saham. Untuk industri gula, misalnya, PTPN Holding memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan untuk menggenjot produksi.

Baca Juga :  PTPN VII—Polda Lampung Serahkan Fasilitas Air Bersih

“Semua kendala yang selama ini ada, untuk tahun 2022 ini dipenuhi oleh Holding. Jadi, giling tahun 2022 ini menjadi pertaruhan bagi PTPN VII dan PT BCN untuk membuktikan. Saya yakin dan terus berdoa, apa yang direncanakan ini dapat terwujud dengan lancar. Ini menjadi tonggak bagi PTPN VII untuk membukukan keuntungan dari komoditas gula,” kata dia.

Menurut Wiyoso, operasional industri gula PTPN VII tahun 2022 akan menjadi tolok ukur kebijakan industri gula di PTPN Holding. Ia menyebut, PTPN Holding telah membentuk satu perusahaan subholding, yakni PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang akan mengurus semua industri gula yang ada di seluruh PTPN. Oleh karena itu, kinerja setiap unit pabrik gula akan menjadi acuan dasar dalam menentukan kebijakan.

“Kita punya dua industri gula yang punya nilai sangat kompetitif. Pabriknya cukup besar dan lahan milik sendiri juga jauh lebih luas dari PTPN lain. Ini nilai lebih yang harus didukung dengan performa yang lebih juga. Jika kita berhasil, boleh jadi kita akan menjadi basis kinerja SGN,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Off Farm PT BCN Unit Cintamanis Andhiyan Yuwono saat dikonfirmasi tentang kesiapan buka giling 2022 menyatakan sudah 100 persen. Ia mengaku, seremoni Buka Giling sempat ditunda sehari karena pasokan tebu belum terpenuhi. Hal itu karena ada faktor eksternal, yakni ketersediaan armada angkut yang kesulitan mencari bahan bakar.

Baca Juga :  Tok, Komisi VIII Sepakat Naikan Anggaran Kemenag Jadi Rp112,9 T

“Kalau sekarang sudah ada solusi. Dan insyaalloh kita mulai giling hari ini. Mohon doanya agar lancar, sehat, produksi sesuai rencana, dan berkah,” kata Andian.

Andhiyan juga memberi catatan kondisi terkini mengenai rencana operasional giling 2022. Ia mengatakan, seiring hampir tidak ada kendala keuangan untuk berbagai kebutuhan operasional, hampir seluruh rencana kerja bisa terpenuhi. Di on farm, kata dia, musim giling tahun 2022 memiliki kelebihan dibanding tahun sebelumnya. Yakni, pemupukan, pemeliharaan, dan perlakuan agronomis lainnya.

“Kalau tahun lalu kami hanya punya PC (plant cane, tanaman baru) 30%, tahun ini kami punya 70%. Tahun lalu kami juga mampu memupuk 30%, tahun ini bisa 100%. PC kita juga lebih rapat sehingga jumlah tebunya lebih banyak. Kebakaran juga bisa dikendalikan. Itu yang membuat kami sangat optimistis,” kata dia.

Dari off farm, Andhiyan juga menyatakan sangat siap. Beberapa kendala yang selama ini sering muncul, sudah mendapat penanganan sangat baik. Demikian juga sumber daya manusia yang mengendalikan seluruh instumen pabrik, kata dia, memiliki kompetensi dan komitmen kebersamaan yang baik. (Bay)

Berita Terkait

PWI Tulangbawang Gelar Konferensi IX, Dua Calon Siap Berkompetisi
Kelola Lahan 20 Hektar, PMII Lampung Fokus Kembangkan Pertanian dan Kehutanan Terpadu
BRN Siap Kawal Presiden ke-7 Menyapa Masyarakat Lampung
FGD PERMAHI Lampung Bahas Kontroversi Tembak di Tempat terhadap Pelaku Begal
Warga Pertanyakan Profesionalitas, Rekanan Jalan Pringsewu-Pardasuka Bantah ‘Mangkrak’
Aris Tama: ARMADA Siap Kawal dan Sukseskan Munas HIPMI di Lampung
Kenaikan Pertamax Capai Rp16.650 per Liter, Pengendara di Lampung Terbebani
Presiden Prabowo Akan Mendarat di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Krui, Resmikan RS M Thohir

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:51 WIB

PWI Tulangbawang Gelar Konferensi IX, Dua Calon Siap Berkompetisi

Senin, 15 Juni 2026 - 09:22 WIB

Kelola Lahan 20 Hektar, PMII Lampung Fokus Kembangkan Pertanian dan Kehutanan Terpadu

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:44 WIB

BRN Siap Kawal Presiden ke-7 Menyapa Masyarakat Lampung

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:56 WIB

Warga Pertanyakan Profesionalitas, Rekanan Jalan Pringsewu-Pardasuka Bantah ‘Mangkrak’

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:10 WIB

Aris Tama: ARMADA Siap Kawal dan Sukseskan Munas HIPMI di Lampung

Berita Terbaru

Berita

BRN Siap Kawal Presiden ke-7 Menyapa Masyarakat Lampung

Sabtu, 13 Jun 2026 - 22:44 WIB

Pemerintah menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tetap di angka Rp15.700 per liter, Sabtu.

Ekonomi dan Kreatif

Pemerintah Tegaskan Harga Eceran Minyakita Tetap Rp15.700/Liter

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:43 WIB