Bandar Lampung, (Dinamik.id) — Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) melalui Ikatan Mahasiswa Papua Lampung (IKMAPAL) resmi membentuk Panitia Pelaksana Kajian Lingkungan Hidup dan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua. Pembentukan panitia ini merupakan bagian dari agenda tahunan KOMPASS yang digelar di Kota Bandar Lampung pada 5–12 Januari 2025.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk merespons berbagai tantangan lingkungan dan pembangunan manusia di Papua. Adapun empat agenda utama yang akan dilaksanakan meliputi Seminar Nasional, Musyawarah Besar (Mubes), Bakar Batu atau Barapen, serta Malam Budaya Papua.
Seminar Nasional akan mengkaji isu-isu strategis terkait lingkungan hidup dan penguatan SDM Papua di tengah dinamika pembangunan modern. Sementara itu, Musyawarah Besar menjadi forum tertinggi organisasi untuk memilih pengurus pusat KOMPASS yang baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Agenda Bakar Batu atau Barapen digelar sebagai bentuk tanggung jawab intelektual sekaligus pelestarian nilai-nilai budaya mahasiswa Papua. Sedangkan Malam Budaya menjadi ruang ekspresi identitas Orang Asli Papua, sekaligus penegasan bahwa Papua bukanlah tanah kosong, melainkan wilayah yang kaya akan keberagaman suku, bangsa, dan bahasa.
Ketua Panitia Pelaksana, Alpes Lepitalen, mengatakan pembentukan panitia ini merupakan wujud komitmen dan tanggung jawab intelektual mahasiswa Papua di Sumatera dalam merespons persoalan keberlanjutan lingkungan dan kualitas pembangunan manusia di Tanah Papua.
“Mahasiswa Papua memiliki peran strategis dalam menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan hidup serta mendorong peningkatan kualitas SDM Papua secara berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua KOMPASS, Arnoldus Sedik, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia Papua harus berjalan seiring dengan kesadaran ekologis dan prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat solidaritas mahasiswa Papua serta melahirkan gagasan dan rekomendasi yang konstruktif bagi isu lingkungan dan pembangunan manusia Papua ke depan,” kata Arnoldus.
Ia berharap hasil kajian dan diskusi yang dilakukan dapat menjadi kontribusi nyata mahasiswa Papua bagi masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Ketua IKMAPAL, Deserius Magay menambahkan:
” Pembentukan Panitia Mubes & Natal Kompas merupakan agenda tahunan yang berjalan rutin di setiap kota studi Bandarlampung – Banda Aceh. Pada Momentum ini kami IKMAPAL sebagai Tuan Rumah. Kami menyampaikan Banyak terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Kapolda, PT Freeport Indonesia & tiap-tiap orang yang turut mendukung dalam menyukseskan kegiatan ini.” (*)












