Demo Tandingan, Massa Tagih Transparansi dan Audit Program MBG

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Bersatu Awasi Kebijakan dan Anggaran (Alam Baka) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Lampung, Kamis (25/6/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya mendesak agar dilakukannya audit terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta pemerintah meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran publik.

Dalam aksinya, massa membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisi kritik terhadap pelaksanaan Program MBG.

Aksi berlangsung sejak pukul 10.15 WIB hingga sekitar pukul 11.30 WIB. Massa secara bergantian menyampaikan orasi di depan Kantor DPRD Lampung.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Djunaidi Buka Kongres Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) KE-XIII Tahun 2024

Hingga aksi berakhir, tidak ada pejabat dari unsur eksekutif maupun legislatif Provinsi Lampung yang menemui massa aksi.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Lampung Bersatu menyampaikan delapan tuntutan, yakni:

1. Audit investigatif independen terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengelolaan SPPG di Provinsi Lampung.

2. BGN dan seluruh pihak terkait membuka informasi secara transparan mengenai pengelolaan program, mekanisme penunjukan pengelola, penggunaan anggaran, serta sistem pengawasan yang dijalankan.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Susun Peta Ketahanan Pangan 2024, Siap Intervensi Wilayah Rentan

3. Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK mengusut tuntas seluruh dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG, termasuk dugaan praktik monopoli, jual beli titik lokasi, penyalahgunaan kewenangan, dan pengaturan pengelolaan program oleh kelompok tertentu.

4. Pemerintah Provinsi Lampung segera menyelesaikan tunggakan BPJS Kesehatan sebesar Rp105,4 miliar agar tidak mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat.

5. Dilakukan audit dan evaluasi terbuka terhadap pinjaman daerah Rp1 triliun, termasuk kajian kebutuhan, manfaat, risiko fiskal, sumber pembayaran, serta dampaknya terhadap APBD dan pelayanan publik di masa mendatang.

Baca Juga :  Ketum PWI Tekankan Peran Pers sebagai Pengabdi Masyarakat

6. Memastikan seluruh kebijakan anggaran daerah berorientasi pada pemenuhan hak dasar rakyat, khususnya sektor kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial sebelum memperluas pembiayaan melalui utang daerah.

7. Menjamin keterlibatan pelaku usaha lokal secara adil dan terbuka dalam pelaksanaan program pemerintah tanpa praktik monopoli, kartel, maupun intervensi pihak tertentu.

8. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas penggunaan anggaran publik, baik dalam Program MBG, pembiayaan kesehatan, maupun pembangunan infrastruktur agar setiap rupiah uang rakyat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Amd)

Penulis : Mufid

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala
PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR
Karhutla Jadi Persoalan Tahunan, LBH DLN Soroti Kelalaian Negara dan Tanggung Jawab Korporasi
Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:50 WIB

Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset

Jumat, 18 September 2026 - 14:29 WIB

36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Kamis, 10 September 2026 - 21:28 WIB

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR

Berita Terbaru

Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya foto bersama jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di Kantor Semen Baturaja (Tbk Pabrik Panjang), Rabu, 23 September 2026.

Ekonomi dan Kreatif

Semen Baturaja Siap Berkolaborasi dengan PWI Lampung

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:03 WIB