Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Rektor Universitas Lampung periode 2027-2031 Prof.Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP.

i

Calon Rektor Universitas Lampung periode 2027-2031 Prof.Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP.

Bandar Lampung (dinamik.id)-Berbekal segudang pengalaman dan rekam jejak akademik dan kepemimpinan, Prof.Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP, Jumat (21/8/2026) menegaskan keyakinannya dapat membawa Universitas Lampung (Unila) melangkah lebih jauh, di tingkat nasional maupun internasional.

Keyakinan dan optimisme itu pula, menurutnya, yang menjadi energi besar mantan Wakil Rektor II Unila periode 2020-2024 maju kembali pada Pemilihan Rektor Unila periode 2027-2031.

Dengan latar belakang sebagai dokter, guru besar, akademisi, sekaligus mantan pimpinan universitas, Prof. Asep dinilai memiliki bekal akademik dan manajerial yang cukup untuk memahami tantangan sekaligus kebutuhan pengembangan Unila.

Berikut rekam jejak unggulan Guru Besar Fakultas Kedokteran dengan kepakaran di bidang Farmakologi dan Farmasi Klinis ini:

Pertama dalam rangka Penguatan Digitalisasi Tata Kelola Unila, Keuangan, Kepegawaian, Kinerja, dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data.

Prof. Dr. dr. Asep Sukohar berperan dalam mendorong transformasi digital tata kelola Universitas Lampung melalui integrasi sistem informasi, pengembangan dashboard pimpinan (Executive Dashboard), dan penguatan pengukuran kinerja berbasis data.

Baca Juga :  IKWI Provinsi dan Kabupaten/Kota Bagikan Paket Bantuan Korban Stunting Serempak

Pada 2022, beliau secara eksplisit mendorong integrasi berbagai data Unila ke dalam satu dashboard yang terafiliasi dengan pengukuran kinerja, sebagai instrumen monitoring dan pengambilan keputusan pimpinan.

Lalu, SIKEBAS Unila adalah Sistem Keringanan dan Bebas UKT Universitas Lampung 11 Januari 2022. Selanjutnya, Transformasi Digital Pelayanan Vaksinasi COVID-19 Unila”, bukan sekadar “penemuan aplikasi vaksinasi” pada September 2021.

Kemudian, Ia juga berkontribusi dalam percepatan Guru Besar melalui “sistem PAK”. Peningkatan 67 Guru Besar pada awal 2019 menjadi 118 Guru Besar pada November 2023 dan sekarang th 2026 total 173 Guru Besar.

Kedua, Kontribusi terhadap Unila. Dimana Prof Asep Sukohar berkontribusi dalam berdirinya Prodi Pendidikan Dokter yang beroperasi pada tahun 2002.

Tim Teknis Persiapan Penyelenggaraan Pendidikan FK Unila – 2001, SK Rektor Unila No. 93/J26/2001 tanggal 16 Januari 2001, dan Panitia Persiapan Pembukaan FK Unila – 2002 SK Rektor No. 3/J26/2002.

Baca Juga :  Rektor Pantau Pelaksanaan UTBK Mandiri 2024

Selanjutnya, ia juga berkontribusi dalam berdiri dan pengembangan Prodi Farmasi Universitas Lampung 2018 dan menerima angkatan pertama 2019 .

Tak berhenti disitu, Prof Asep berkontribusi dalam gagasan awal pendirian 2017 dan soft opening PPDS Pulmonologi 28 Juni 2021. Berkontribusi dalam berdirinya Prodi Profesi Apoteker 2 April 2024,: perencanaan, pendampingan dan penguatan kurikulum (PSPPA) dan penerimaan Angkatan pertama pada agustus 2026

Soal pengalaman managemen, Prof Asep tentu memiliki segudang pencapaian. Mulai dari menjadi Ketua Senat FK Unila 2023-2027, Wakil Rektor Umum dan Keuangan: 2020-2023. Lalu, berkontribusi pada percepatan pendirian Fakultas Kedokteran UMM (Muhamadiyah Metro) Lampung: 17 November 2022.

Ia juga berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung. Keterlibatan beliau telah berlangsung sejak tahap persiapan pembangunan rumah sakit pendidikan pada 2015 dan berlanjut ketika menjabat Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan.

Baca Juga :  Pendidikan Alternatif Upaya Mewujudkan Kemerdekaan Berpikir

Pada 2020, Prof. Asep terlibat langsung dalam finalisasi desain RSPTN dengan mendorong konsep rumah sakit pendidikan yang terintegrasi dengan riset, pembelajaran, teknologi informasi, serta prinsip smart and green building. Beliau juga terlibat dalam koordinasi Tim RSPTN pada 2021 dan akselerasi PIU RSPTN pada 2022.

Bahkan, ia pernah menjadi Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (KMKB) BPJS Kesehatan Provinsi Lampung: periode 2016-2017. Ia juga pernah menduduki posisi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FK 2014-2019, Dewan Pengawas RSUD Abdul Moeloek 2015-2018, Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Lampung 2015-2018, dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan kedokteran melalui keterlibatannya dalam proses pembinaan/pengembangan PSPD Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) pada 2015.

Pengalaman organisasi ada banyak organisasi yang diikutinya. Bahkan saat ini pun, Prof Asep Sukohar masih menjabat sebagai Ketua Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Provinsi Lampung. (Pin)

Penulis : Pina

Editor : Pina

Berita Terkait

Car Free Day Gen Zi Ditunda Tak Dapat Izin Pemerintah
Pemdes Sukajaya dan PHBI Sukses Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
Matrikulasi MH Universitas Saburai, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pemikir Hukum
Polinela Gelar SIPTEKTERA 2026, Dorong Hilirisasi Riset Terapan dan Transformasi Digital untuk Akselerasi SDGs
Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung
Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031
IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Car Free Day Gen Zi Ditunda Tak Dapat Izin Pemerintah

Senin, 14 September 2026 - 16:20 WIB

Pemdes Sukajaya dan PHBI Sukses Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 12 September 2026 - 19:52 WIB

Matrikulasi MH Universitas Saburai, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pemikir Hukum

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Polinela Gelar SIPTEKTERA 2026, Dorong Hilirisasi Riset Terapan dan Transformasi Digital untuk Akselerasi SDGs

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB