Semakin Ekspansif, PTPN I Bidik Pasar Global Cerutu dari Bali

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Jajaran PT Perkebunan Nusantara I (Persero) saat menghadiri Cigar Festival (ICF) 2026 di Bali, Jumat (2/10). PTPN I membawa produk cerutu Indonesia lebih dekat ke pasar global.

i

Jajaran PT Perkebunan Nusantara I (Persero) saat menghadiri Cigar Festival (ICF) 2026 di Bali, Jumat (2/10). PTPN I membawa produk cerutu Indonesia lebih dekat ke pasar global.

DENPASAR (dinamik.id)—Bali tak hanya menjadi destinasi wisata dunia, tetapi juga membuka ruang strategis bagi PT Perkebunan Nusantara I (Persero) untuk membawa produk cerutu Indonesia lebih dekat ke pasar global. Melalui Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026, PTPN I menjadikan Bali sebagai etalase produk cerutu sekaligus pintu masuk untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada konsumen dan komunitas cerutu dari berbagai negara.

Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I (Persero) Arif Budiman mengatakan karakter Bali sebagai destinasi wisata internasional memberikan peluang besar bagi produk cerutu PTPN I untuk menjangkau penikmat cerutu dari berbagai negara.

“ICF ini merupakan event bertaraf nasional dan sangat memungkinkan untuk berkembang menjadi event internasional. Ini menjadi momentum bagi PTPN I untuk memperkenalkan produk-produk cerutu dari Deli Nusantara maupun Golden Djawa,” kata Arif Budiman melalui siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (2/10/2026).

ICF 2026 dihadiri Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian RI Merianti P. Pintaria, Anggota DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I Arif Budiman, perwakilan InterTabac, serta para pelaku industri cerutu dari berbagai daerah di Indonesia.

Festival tersebut menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran produk cerutu, forum bisnis, hingga pertemuan antarpelaku industri. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan itu menjadikan ICF tidak hanya sebagai ruang promosi produk, tetapi juga sebagai titik temu untuk memperluas jejaring dan membuka peluang bisnis industri cerutu Indonesia.

Baca Juga :  PT BCN Komitmen Capai Kinerja 2024

Menurut Arif, kehadiran Deli Nusantara dan Golden Djawa dalam festival tersebut menjadi bagian dari upaya PTPN I memperkenalkan produk hilir perkebunan yang memiliki karakter dan identitas tersendiri kepada pasar yang lebih luas.

Deli Nusantara merupakan produk cerutu yang mengangkat kekayaan tembakau Deli, Sumatera Utara, yang secara historis dikenal sebagai salah satu tembakau berkualitas untuk industri cerutu. Sementara Golden Djawa merepresentasikan kekayaan tembakau Indonesia dari Jawa yang diolah menjadi produk cerutu dengan karakter khas.

Keduanya menjadi bagian dari portofolio produk hilir PTPN I yang tidak sekadar mengandalkan komoditas sebagai bahan baku, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah sekaligus membawa identitas perkebunan Indonesia lebih dekat kepada konsumen.

“Bali merupakan destinasi para wisatawan. Melalui event ICF ini, kami ingin memperkenalkan produk cerutu PTPN Group, khususnya PTPN I, kepada para penikmat cerutu yang datang ke Bali,” ujarnya.

Arif menilai tingginya mobilitas wisatawan mancanegara di Bali menciptakan ruang promosi yang berbeda bagi produk cerutu. Produk tidak hanya diperkenalkan kepada pasar domestik, tetapi juga langsung berhadapan dengan konsumen dan komunitas cerutu yang memiliki jejaring internasional.

Baca Juga :  PGE Ulubelu Ajak Pers Bersinergi Sukseskan Kemandirian Ketahanan Energi Nasional

Menurut dia, momentum tersebut penting bagi PTPN I untuk membuka pangsa pasar baru sekaligus membaca perkembangan selera konsumen. Kehadiran dalam festival cerutu juga menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan melalui produk bernilai tambah.

“PTPN I akan selalu berinovasi terkait produk-produk yang dibutuhkan dan sesuai dengan segmen pasar, sehingga ke depan dapat semakin diterima oleh konsumen,” katanya.

Arif mengatakan pengembangan produk cerutu ke depan tidak hanya bertumpu pada kualitas bahan baku, tetapi juga konsistensi mutu, inovasi, kemasan, penguatan merek, serta kemampuan perusahaan memahami karakter pasar.

ICF 2026 mempertemukan sejumlah produsen dan komunitas cerutu dari berbagai daerah di Indonesia. Selain PTPN I yang membawa dua produk unggulan dari Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Golden Djawa dari Jember, Jawa Timur, festival ini juga diikuti Dos Hermanos dari Kudus, Jawa Tengah, Taru Martani dari Yogyakarta, serta PT Basuki Raya Cigar dari Jember, Jawa Timur.

Ketua Pelaksana ICF 2026 Opa Ewin mengatakan Bali memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan cerutu Indonesia kepada pasar internasional. Karakter Bali sebagai destinasi wisata dengan basis wisatawan mancanegara dinilai dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemasaran cerutu nasional.

“Kami melihat peluang Bali ini bagus karena pariwisatanya high class. Dari Bali, produk Indonesia memiliki peluang untuk dikenal lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga :  PTPN VII Bantu Ambulan ke Pemkab Lamsel

Menurut Opa Ewin, industri cerutu juga memiliki kontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri tembakau dan cerutu memiliki ekosistem ekonomi yang luas, mulai dari petani hingga produsen dan pasar.

Di tengah terbukanya peluang pasar global, penguatan produk cerutu nasional dinilai tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku. Konsistensi kualitas, inovasi produk, penguatan merek, serta kemampuan membaca karakter konsumen menjadi faktor penting dalam membangun daya saing.

Bagi PTPN I, ICF 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menguji respons pasar terhadap produk cerutu yang dikembangkan perusahaan. Bali menjadi titik temu antara kekayaan tembakau Indonesia, produk hilir perkebunan, dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

“Kami berharap event ini terus berlanjut. Ini merupakan event pertama di Bali dan di Indonesia. Mudah-mudahan berkelanjutan sehingga semakin banyak produk yang bisa kami kembangkan,” kata Arif.

Melalui momentum tersebut, PTPN I berupaya membawa cerutu sebagai produk hilir perkebunan Indonesia yang tidak berhenti pada pasar domestik. Dari Bali, perusahaan melihat peluang untuk memperluas pengenalan Deli Nusantara dan Golden Djawa sekaligus membuka jalan bagi produk cerutu Indonesia memasuki pasar yang lebih luas. (Eka)

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

PTPN I Dukung Pemprov Jabar Hijaukan Lahan Cikembang
PTPN I Perkuat Ekosistem Pangan Kembangkan Hilirisasi Ayam di Bone
Dukung Program Presiden Prabowo, PTPN I Regional 7 Tanam Demplot Singkong Mukibat
Semen Baturaja Siap Berkolaborasi dengan PWI Lampung
Terima Kunjungan PWI Lampung, PT Semen Baturaja Berkomitmen Perkuat Industri Semen Nasional
Waketum Kadin Munir Berharap Gubernur BI Atensi Sektor Riil dan Transformasi Ekonomi
Mentan Amran Puji Komitmen SGC Ciptakan Lapangan Kerja dan Dukung Swasembada Gula
Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Semakin Ekspansif, PTPN I Bidik Pasar Global Cerutu dari Bali

Rabu, 30 September 2026 - 21:17 WIB

PTPN I Dukung Pemprov Jabar Hijaukan Lahan Cikembang

Minggu, 27 September 2026 - 15:50 WIB

PTPN I Perkuat Ekosistem Pangan Kembangkan Hilirisasi Ayam di Bone

Kamis, 24 September 2026 - 16:43 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, PTPN I Regional 7 Tanam Demplot Singkong Mukibat

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WIB

Semen Baturaja Siap Berkolaborasi dengan PWI Lampung

Berita Terbaru


Jajaran PT Perkebunan Nusantara I (Persero) saat menghadiri Cigar Festival (ICF) 2026 di Bali, Jumat (2/10). PTPN I membawa produk cerutu Indonesia lebih dekat ke pasar global.

Ekonomi dan Kreatif

Semakin Ekspansif, PTPN I Bidik Pasar Global Cerutu dari Bali

Sabtu, 3 Okt 2026 - 13:22 WIB

Wakapolres Lampung Utara mewakili Kapolres Lampung Utara menghadiri kegiatan Colour Fun Genzi Aprozi Alam yang digelar di Stadion Sukung Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Minggu (30/8/2026). ILUSTRASI DOK GENZI

Edukasi

Car Free Day Gen Zi Ditunda Tak Dapat Izin Pemerintah

Jumat, 2 Okt 2026 - 21:17 WIB