Mahasiswa Hukum Unila Gelar Seminar Perubahan Iklim

Selasa, 16 Mei 2023 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unila (dinamik.id) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Mahasiswa Hukum Sayangi Alam (Mahusa) Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila) mengadakan seminar dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Menekan Laju Pertumbuhan Iklim”.

Seminar yang digelar di Auditorium Prof. Abdulkadir Muhammad FH Unila, Selasa 16 Mei 2023. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap isu perubahan iklim yang semakin kritis.

Kegiatan dihadiri 200-an peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan staf kependidikan Fakultas Hukum Unila, serta mahasiswa pencinta alam dari fakultas lain.

Baca Juga :  Mitra PWI Diharapkan Dukung Program Peningkatan Kompetensi Wartawan

Penyelenggara seminar menghadirkan tiga narasumber, yaitu Merylia S.T., M.T., M.Sc., Kepala Bappeda Provinsi Lampung Dr. Eng. Dewi Agustina I, S.T., M.T., akademisi Unila, dan Irfan Tri Musri selaku Direktur Walhi Lampung.

Dalam paparannya, Merylia menjelaskan tentang capaian penurunan dan status emisi terhadap perubahan iklim Provinsi Lampung. Ia mengatakan, Lampung telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 15% pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2010.

Namun, ia juga mengingatkan tantangan masih besar mengingat Lampung merupakan salah satu provinsi dengan tingkat deforestasi dan degradasi lahan tertinggi di Indonesia.

Baca Juga :  P3AKSI Lampung Lestarikan Warisan Budaya Lewat Kejuaran Ayam Ketawa

Sementara itu, Dr. Dewi Agustina I membahas tentang efek gas rumah kaca terhadap perubahan iklim dan dampaknya bagi kehidupan manusia dan ekosistem.

Ia menekankan, gas rumah kaca merupakan penyebab utama pemanasan global yang menyebabkan perubahan pola cuaca, peningkatan suhu udara dan permukaan laut, penurunan ketersediaan air bersih, kerusakan terumbu karang, dan ancaman bagi keanekaragaman hayati.

Terakhir, Irfan Tri Musri memaparkan tentang gerakan keadilan iklim yang dilakukan Walhi Lampung sebagai salah satu organisasi lingkungan hidup terbesar di Indonesia.

Ia mengajak para peserta seminar untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut dengan cara melakukan advokasi, edukasi, kampanye, dan aksi nyata untuk menuntut tanggung jawab pemerintah dan korporasi yang merusak lingkungan.

Baca Juga :  Penyerahan Sertifikat Tanah Unila oleh BPN Lamsel

Acara seminar ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dan narasumber. Para narasumber juga memberikan imbauan kepada generasi muda untuk dapat berperan aktif dalam menekan laju pertumbuhan iklim dengan cara melakukan perubahan perilaku dan gaya hidup yang ramah lingkungan.

Hal ini penting untuk menjaga keadilan antargenerasi dan mewujudkan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan. (Naz)

Berita Terkait

Car Free Day Gen Zi Ditunda Tak Dapat Izin Pemerintah
Pemdes Sukajaya dan PHBI Sukses Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
Matrikulasi MH Universitas Saburai, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pemikir Hukum
Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita
Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Car Free Day Gen Zi Ditunda Tak Dapat Izin Pemerintah

Senin, 14 September 2026 - 16:20 WIB

Pemdes Sukajaya dan PHBI Sukses Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 12 September 2026 - 19:52 WIB

Matrikulasi MH Universitas Saburai, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pemikir Hukum

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB