Wagub Nunik: Semua Pihak Bergandengan Tangan Menurunkan Stunting Diangka 14 %

Rabu, 12 Oktober 2022 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG (dinamik.id) – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) meminta semua pihak bergandengan tangan menurunkan stunting di angka 14 persen pada tahun 2024 sesuai dengan target Pemerintah.

Hal itu diungkapkan Wagub Nunik saat membuka kegiatan Koordinasi Tim Audit Stunting Kabupaten/Kota Tahun 2022 di Ballroom Hotel Emersia Bandar Lampung, Rabu (12/10/2022).

“Kita lakukan dengan maksimal untuk serendah mungkin menurunkan angka stunting, kalau bisa kita melampaui angka tersebut menjadi nol stunting karena ini merenggut masa depan anak bangsa,” katanya.

Nunik mengapresiasi semua pihak yang tetap setia berkomitmen dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Lampung.

Baca Juga :  Tingkatkan Sikap Toleransi, Pemkab Tubaba Bentuk Kampung Pancasila

Termasuk apresiasi atas terobosan BKKBN dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia melalui pendampingan keluarga, pendampingan dilakukan berkesinambungan mulai dari calon pengantin, ibu hamil dan pasca persalinan serta bayi hingga usia 2 tahun.

“Dengan pendampingan yang melekat pada keluarga diharapkan semua faktor risiko stunting dapat diidentifikasi sejak dini dan dilakukan upaya untuk meminimalisir faktor risiko tersebut,” katanya.

Pada bagian lain, Nunik mengajak peran serta semua pihak untuk memberikan perhatian yang bukan hanya cukup, tetapi lebih dan penuh untuk penanganan stunting di Provinsi Lampung.

Menurutnya, permasalahan stunting ini sangat berpengaruh bagi pembangunan masa depan Indonesia.

Baca Juga :  42 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Lampung Ikuti Uji Kompetensi

“Permasalahan stunting memang harus ditangani secara serius karena stunting bukan hanya tentang masalah gagal tumbuh secara fisik namun masa depan seorang anak karena stunting mengindikasikan kemampuan kognitifnya,” ujar Nunik.

Nunik mengambil contoh, bila nyaris 24% anak Indonesia terkena stunting, maka 24% kekuatan pembangunan Indonesia di masa depan terancam hilang.

Karena anak yang terkena stunting, memiliki kemungkinan tidak mampu dengan maksimal tumbuh dan berkemampuan dengan baik.

“Kita harus bergerak bersama jangan sampai ada satu persen pun yang dapat menggangu pembangunan masa depan Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Berkontribusi dalam Program JKN-KIS, Gubernur Arinal Terima Penghargaan dari BPJS

Menurut Nunik, kerugian ekonomi bagi negara yang ditimbulkan oleh stunting juga merupakan masalah serius. Sekitar 2-3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) hilang per tahun akibat stunting.

“Masa depan kita adalah masa depan anak-anak yang hari ini kita penuhi haknya. Kalau kita tidak berhasil memberikan mereka bekal yang cukup untuk memiliki masa depan cerah, berarti masa depan kita juga terancam,” ujarnya.

Hadir pada acara ini, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Ni Gusti Putu Meiridha dan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Lampung Fedriyansyah.(Naz/Red)

Berita Terkait

SIARAN PERS Ketua DPD KNPI Lampung Timur
RELIMA Lampung Dorong Buku Perpustakaan Lebih Bermakna Lewat Gerakan Read Aloud
Tanggapi Temuan BPK, ESDM Lampung: Mayoritas 62 IUP Kedaluwarsa Sudah Tidak Aktif
Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Tubaba Santuni 100 Anak Yatim dan Piatu
Pemkab Tubaba Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Korupsi
Pemkab Tubaba Gelar Pasar Murah, 1.800 Liter Minyakita dan 200 Sak Beras SPHP Ludes Diserbu Warga
Kasus Korupsi SPPT PBB-P2 Pringsewu Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Dua Tersangka Ditahan
Area Kerja SEGSS Dipasang Pembatas, Tidak Terlihat Aktivitas Pengeboran

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:59 WIB

SIARAN PERS Ketua DPD KNPI Lampung Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:21 WIB

Tanggapi Temuan BPK, ESDM Lampung: Mayoritas 62 IUP Kedaluwarsa Sudah Tidak Aktif

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:37 WIB

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Tubaba Santuni 100 Anak Yatim dan Piatu

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:32 WIB

Pemkab Tubaba Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Korupsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:28 WIB

Pemkab Tubaba Gelar Pasar Murah, 1.800 Liter Minyakita dan 200 Sak Beras SPHP Ludes Diserbu Warga

Berita Terbaru

Provinsi

SIARAN PERS Ketua DPD KNPI Lampung Timur

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:59 WIB