Hanan A. Rozak Ungkap 9 Persoalan Pokok Pertanian di Lampung dalam Silaturahim RMD dengan Petani dan nelayan se-Lampung

Selasa, 15 Oktober 2024 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Dalam upaya memperkuat visi pembangunan sektor pertanian di Provinsi Lampung, calon gubernur Rahmat Mirzani Djausal menggelar silaturahmi dengan para petani dan nelayan se-Lampung, pada selasa 15 Oktober 2024.

Acara yang difasilitasi oleh anggota DPR RI dari Partai Golkar, Hanan A. Rozak, berlangsung di Graha Wangsa dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat tani dan nelayan dengan harapan dapat menjawab permasalahan mendasar yang dihadapi petani Lampung.

Selain membahas berbagai persoalan petani, acara ini juga menjadi ajang Ikrar Dukungan dari para petani dan nelayan se-Provinsi Lampung untuk memenangkan pasangan Mirza-Jihan dalam Pilgub 2024. Dalam ikrar yang diucapkan secara serentak, para petani dan nelayan menegaskan komitmen mereka untuk mendukung dan memperjuangkan kemenangan Mirza-Jihan sebagai pemimpin yang dianggap mampu memperbaiki kondisi sektor pertanian dan perikanan di Lampung.

Baca Juga :  PDIP Pusat Tugaskan Umar Ahmad Menangkan Pemilu 2024 di Lampung

Dalam sambutannya, Hanan A. Rozak menyoroti sembilan persoalan pokok yang harus diselesaikan untuk memajukan sektor pertanian di Lampung, Berikut adalah sembilan persoalan tersebut:

1. Masalah Pupuk – Pupuk non-subsidi harganya sangat mahal, sementara pupuk subsidi sulit diperoleh. Hal ini menjadi salah satu kendala utama bagi petani dalam meningkatkan produktivitas.
2. Infrastruktur Pertanian – Banyak saluran irigasi yang sudah tidak dinormalisasi selama lebih dari 10 tahun, sehingga target swasembada pangan dari pemerintah belum optimal.
3. Ketersediaan Air – Air untuk pertanian sangat terbatas, terutama pada musim gadu. Hal ini menghambat petani dalam memanfaatkan lahan secara maksimal.
4. Minimnya Penggunaan Teknologi – Teknologi modern masih minim digunakan oleh petani di Lampung. Ketersediaan mesin pertanian, seperti mesin panen dan tanam, sangat terbatas dan harganya mahal, sehingga sulit dijangkau oleh petani kecil. Tenaga kerja untuk panen juga semakin berkurang.
5. Pendapatan Petani Rendah – Mayoritas petani berusia di atas 48 tahun, sementara generasi muda enggan terjun ke sektor pertanian karena penghasilannya yang rendah. Petani yang mengelola lahan 1 hektar hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 2,5 hingga Rp 3 juta per bulan, jauh dari kata sejahtera.
6. Keterbatasan Akses Modal dan Pembiayaan – Petani sering kali kesulitan mendapatkan akses modal dan pembiayaan. Akses untuk berinvestasi di sektor pertanian juga sangat terbatas.
7. Regenerasi Petani Milenial – Anak-anak muda memandang sektor pertanian kurang menjanjikan dari segi ekonomi. Hal ini menimbulkan masalah regenerasi, di mana jumlah petani muda semakin berkurang.
8. Subsidi BBM – Petani dan nelayan mengalami kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi. Traktor pertanian dan peralatan lain yang digunakan oleh petani tidak dapat menggunakan BBM subsidi. Diperlukan upaya untuk mendirikan SPBU atau SPBN khusus bagi sentra pertanian dan perikanan.
9. Kekurangan Penyuluh Pertanian – Jumlah penyuluh pertanian semakin berkurang karena banyak yang pensiun. Saat ini, jumlah penyuluh hanya tinggal separuh dari yang seharusnya. Dalam 2-3 tahun mendatang, perlu adanya rekrutmen besar-besaran untuk menambah penyuluh pertanian. Jika APBD terbatas, diperlukan solusi dengan memberdayakan penyuluh di daerah masing-masing.

Baca Juga :  Duet Nanda-Antonius, Sinergi Baru untuk Pesawaran 2024?

Hanan A. Rozak menegaskan bahwa sembilan persoalan ini memerlukan komitmen yang nyata untuk diimplementasikan di lapangan. “Kita tidak butuh janji atau kartu-kartu, yang kita butuhkan adalah konsep yang bisa diimplementasikan dari petani hingga birokrasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Empat Petahana Bawaslu Lampung Bersaing Ketat dengan 54 Pendatang

Ia juga berjanji akan terus memperjuangkan nasib petani jika tetap berada di Komisi IV DPR RI dan mendukung program-program gubernur yang pro-petani. (Amd)

Berita Terkait

Empat Kader Golkar Lampung Hadiri Rakornas Pelajari Strategi hingga Kecerdasan Buatan
Ketua Komisi II DPRD Lampung Apresiasi Subsidi Jagung SPHP ke Peternak
Sasa Chalim Soroti BPJS Nonaktif, Minta Warga Tetap Bisa Berobat
Cegah Air Lindi Cemari Sungai, Rizaldi Adrian Tekankan Pembenahan TPA Bakung
Narkoba Terus Berulang, Yanuar Irawan Desak Evaluasi Penanganan Narkoba, Hak Pendidikan Anak Harus Dilindungi
HUT ke-15 Partai NasDem, Lampung Gelar Agenda Olahraga dan Kemanusiaan
Ketua DPRD Lampung : Energi Muda KMHDI Dibutuhkan untuk Kemajuan Daerah
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:52 WIB

Empat Kader Golkar Lampung Hadiri Rakornas Pelajari Strategi hingga Kecerdasan Buatan

Jumat, 6 November 2026 - 20:27 WIB

Ketua Komisi II DPRD Lampung Apresiasi Subsidi Jagung SPHP ke Peternak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Cegah Air Lindi Cemari Sungai, Rizaldi Adrian Tekankan Pembenahan TPA Bakung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Narkoba Terus Berulang, Yanuar Irawan Desak Evaluasi Penanganan Narkoba, Hak Pendidikan Anak Harus Dilindungi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:20 WIB

HUT ke-15 Partai NasDem, Lampung Gelar Agenda Olahraga dan Kemanusiaan

Berita Terbaru