Sekolah Kader KOPRI Bandar Lampung Bahas Gender dan Feminisme Bersama Siti Khoiriah

Sabtu, 15 Februari 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) – Sekolah kader kopri (SKK) Bandar Lampung menghadirkan Siti Khoiriah sebagai narasumber dengan materi Gender 2, yang membahas pemahaman mendalam mengenai feminisme dan pengarusutamaan gender, (15/02/2025).

Sekolah Kader ini menjadi bagian dari komitmen KOPRI Bandar Lampung dalam mencetak kader-kader perempuan yang kritis dan progresif dalam memperjuangkan kesetaraan gender di masyarakat.

Baca Juga :  Diah Putri Ramadhani Komitmen Majukan KOPRI PMII Lampung

Diskusi berlangsung interaktif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari kader KOPRI Bandar Lampung, Waykanan, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Kehadiran Siti Khoiriah sebagai narasumber memberikan perspektif baru dalam memahami feminisme dan strategi advokasi gender di berbagai sektor.

Dalam paparannya, Siti Khoiriah menjelaskan berbagai aspek terkait feminisme, di antaranya:

Baca Juga :  Wakil Rektor Unila Monitor Pelaksanaan UTBK SNBT 2023 dengan Ketat

1. Pengertian Feminisme, yang menyoroti perjuangan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan di berbagai bidang.

2. Aliran-Aliran Feminisme, termasuk Feminisme Liberal, Marxis, Radikal, Sosialis, Kontemporer, serta Feminisme Muslim, dengan fokus pada pemikiran dan strategi gerakan masing-masing aliran.

3. Gelombang Feminisme, yang menguraikan sejarah perkembangan feminisme dari Gelombang I (1890-an–1950-an),
Gelombang II (1960-an–1980-an),
Gelombang III (1990-an–2008), hingga Gelombang IV (2008–sekarang), beserta fokus dan wilayah gerakannya.

Baca Juga :  PWI Lampung Barat Gelar Konkerkab VII, Membangun Profesionalisme di Era Pilkada

4. Analisis Sosial Perspektif Adil Gender, yang membahas konsep, strategi, dan praktik dalam mewujudkan keadilan gender dalam kehidupan sosial.

5. Pengarusutamaan Gender, yang dikaitkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) dan implementasinya dalam kebijakan serta program pembangunan.(pin)

Berita Terkait

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita
Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
SELAMAT! 374 Siswa SMA YP Unila Berhasil Lolos Perguruan Tinggi hingga Luar Negeri

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Ada 203 Titik Hotspot, Anggota Karang Taruna Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:31 WIB

IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru

Berita Terbaru