Kadis BMBK Lampung Sigap Tangani Longsor di Way Ratai, Akses Jalan Kini Normal

Sabtu, 1 Maret 2025 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id)-Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung Muhammad Taufiqullah sigap menangani longsor di jalur utama pariwisata di Kabupaten Pesawaran, tepatnya di Jalan Way Ratai menuju Simpang Mutun akibat curah hujan tinggi pada Kamis (27/2).

Saat mengetahui adanya longsor Kadis BMBK Lampung bersama jajaran langsung turun mengecek kondisi di lokasi bencana.

“Kami bersama tim langsung menuju lokasi akses jalan yang tertutup longsor kemarin, untuk memperkirakan alat yang akan digunakan dalam membersihkan material longsor agar jalur wisata ini kembali normal,” ujar Taufiqullah, Sabtu (1/3/2025).

Baca Juga :  Gubernur Lampung Tegaskan Kesiapan Antisipasi Mudik Lewat Jalur Darat, Laut, dan Udara

Ia mengatakan penanganan longsor di jalur wisata tersebut harus cepat dilakukan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalur utama untuk menunjang mobilitas masyarakat sekitar serta wisatawan.

“Setelah melakukan asesmen dengan cepat, kemarin langsung dikerahkan satu unit excavator, dump truck, serta alat manual seperti sekop dan gerobak sorong untuk membuka akses jalan tersebut,” ujar Taufiqullah.

Selain melakukan pembersihan, lanjut dia, pihaknya juga telah menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang guna mencegah kejadian serupa terus berulang.

Baca Juga :  Jalan Provinsi di Pagardewa-Lumbukibang Memprihatinkan, Soni Minta DBMK Perbaiki

“Salah satu strategi yang akan diterapkan di ruas jalan penunjang mobilitas masyarakat dan pariwisata itu yaitu dengan memasang bronjong batu di titik-titik rawan longsor. Sekaligus melakukan perbaikan sistem drainase untuk mengurangi risiko longsor berulang,” kata dia.

Menurutnya, saat ini kondisi jalan menuju objek wisata bahari Mutun telah kembali normal, dan pengguna jalan diminta untuk tetap berhati-hati saat melintas terutama saat curah hujan tinggi.

“Jangka pendeknya, kami pastikan akses kembali normal dalam waktu dekat. Namun, kami juga akan melakukan kajian teknis agar jalur ini lebih aman dari longsor di masa mendatang. Dan masyarakat harus tetap waspada saat melintas di jalan yang rawan longsor saat curah hujan tinggi,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua LKKS Provinsi Lampung Menyerahkan Bantuan Bagi Warga Masyarakat di Dusun Sukamaju Desa Trimulyo Pesawaran

Sebelumnya pada Kamis (27/2) tebing di sepanjang jalur utama pariwisata di Jalan Way Ratai longsor setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, sehingga menyebabkan material tanah dan bebatuan menutup badan jalan hingga mengganggu mobilitas masyarakat serta wisatawan. Longsor juga terjadi di Lempasing Telukbetung Timur, sehingga material menutup jalan. (PIN)

Penulis : Eka

Editor : Eka

Berita Terkait

KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan
Ketua KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lampung Jadi Pilot Project Daerah Lain
Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan
Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu
Rekanan Jalan Bulukarto–Mataram Diduga Abaikan Aturan, Terancam Dibongkar
Kekeringan Hingga Gagal Panen, Petani Pringsewu Tagih Janji Bupati
Pemkab Lampung Barat Lampaui Target Nasional, Capaian TLRHP BPK Tembus 84,09%
Realisasi Layanan DPMPTSP Lampung Barat Tembus 2.045 Hingga Agustus 2026, Optimalkan 4 Aplikasi Digital

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:34 WIB

KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Ketua KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lampung Jadi Pilot Project Daerah Lain

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Rekanan Jalan Bulukarto–Mataram Diduga Abaikan Aturan, Terancam Dibongkar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Kekeringan Hingga Gagal Panen, Petani Pringsewu Tagih Janji Bupati

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB