Di Hadapan Sivitas Akademika dan Wapres, Prabowo Tegaskan Tak Pernah Ganggu Pemegang Mandat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

i

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Jakarta (dinamik.id)-Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya tak pernah mengganggu kepemimpinan Presiden sebelum dirinya. Sebab, ia menyadari bahwa kedaulatan tertinggi adalah kedaulatan rakyat.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo di hadapan 2.600 sivitas akademika dari berbagai daerah Indonesia, dalam acara pembukaan Sarasehan Kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Presiden Prabowo menyampaikan pernyataan itu saat mengajak para akademisi dan ilmuwan untuk merenungkan makna bernegara.

“Saya selalu berusaha dengan persuasi, saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis, saya maju ke rakyat lima kali minta mandat, empat kali tidak diberi mandat. Empat kali saya kalah, tetapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat,” kata Presiden Prabowo saat berpidato.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Akan Mendarat di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Krui, Resmikan RS M Thohir

Prabowo mengungkapkan alasan atas pilihan sikapnya itu. Presiden menjelaskan dirinya memahami dan menyadari bangsa Indonesia telah sama-sama bersepakat ingin hidup di negara yang kedaulatan tertinggi ialah kedaulatan rakyat.

“Jadi, kedaulatan rakyat wujudnya adalah demokrasi. Demokrasi wujudnya adalah pemilihan. Kita mengerti. Kita mungkin tidak puas, tetapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh? Habis setiap pemilihan gaduh. Yang kalah ribut, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?” kata Presiden.

Baca Juga :  Beroperasi di Bulan Ramadhan, Polsek Tanjung Raya Razia Cafe di Muara Tenang

Oleh karena itu, Presiden kemudian mengajak seluruh kelompok masyarakat untuk merenungkan kembali tujuan bernegara, yang antara lain, sebagai anak bangsa wajib mengabdikan diri untuk rakyat.

“Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang ter-pinter di negara ini? Bukankah itu? Segala kepinteran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah. Bukankah itu?” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga :  DPMD Pemkab Mesuji, Sosialisasikan Pemanfaatan Aset Desa Untuk Dongkrak PADes

“Silakan, kalau ada yang berpendapat lain, hak (mereka, red.), saya katakan kita berbeda. Kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian, permusuhan, maki-memaki itu produktif, sementara negara lain menuju kesejahteraan, menuju terobosan, menuju kekayaan,” sambung Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para menteri kabinet Merah Putih, Jaksa Agung S.T. Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.(Red)

Penulis : redaksi

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 06:01 WIB

Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Raih Dua Penghargaan AHI 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 17:18 WIB