TANGGAMUS, (Dinamik.id) – Bupati Tanggamus, Hi. Moh. Saleh Asnawi, menegaskan peran strategis insan pers, khususnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanggamus, dalam mendukung gerakan kebersihan dan pelestarian lingkungan.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan kerja bakti (korve) dalam rangka Peringatan Hari Sampah Nasional (HSN), Hari Pers Nasional (HPN), serta implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Sungai Way Awi, Pekon Negara Batin, Kecamatan Kota Agung Barat, Jumat (13/2/2026).
Menurut Saleh, media tidak hanya berfungsi sebagai sarana kritik terhadap pemerintah. Kritik, kata dia, merupakan bagian dari demokrasi yang dijamin oleh konstitusi. Namun di sisi lain, media juga memiliki tanggung jawab sebagai corong edukasi publik.
“Media memiliki kekuatan besar untuk menggugah kesadaran kolektif masyarakat, mengubah pola pikir dan perilaku terhadap sampah, serta menyebarkan praktik keteladanan di tengah masyarakat,” ujar Saleh. Ia mengajak insan pers untuk tidak sekadar menjadi pengamat, melainkan turut terlibat langsung dalam setiap gerakan perubahan sosial, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Saya mengajak insan pers untuk tidak berdiri di luar perubahan, tetapi ikut terlibat di dalamnya. Hadir untuk melihat langsung dan menyampaikan kepada publik bahwa menjaga sungai dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Tanggamus, Hanibal Batman, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam mendukung program penanganan sampah, baik di darat, sungai, maupun wilayah pesisir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, PWI Tanggamus siap mendukung penuh berbagai program pemerintah daerah dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Melalui momentum ini, peran media diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan pola hidup sehat dan bebas sampah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Gerakan aksi terpilah juga didorong sebagai upaya pemungutan sampah secara terpisah antara organik dan anorganik guna memudahkan proses pengelolaan lanjutan.(**)












