Konflik Agraria Bakung Menggema: Pemprov Lampung Siap Kawal Penyelesaian ke Pemerintah Pusat

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) – Warga tiga kampung di Kecamatan Gedong Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, menggelar audiensi dengan Pemerintah Provinsi Lampung di Ruang Abung, Gedung Balai Keratun, Kamis (7/5/2026).

Audiensi tersebut dihadiri perwakilan masyarakat dari Kampung Bakung Udik, Bakung Ilir, dan Bakung Rahayu yang menyampaikan persoalan agraria yang terjadi dengan TNI Angkatan Udara.

Dalam pertemuan itu, warga bersama Pemerintah Provinsi Lampung menghasilkan sejumlah kesepakatan bersama.

Di antaranya mendukung penyelesaian permasalahan agraria di dua kecamatan, yakni Kecamatan Gedong Meneng dan Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang.

Selain itu, seluruh pihak juga berkomitmen mengawal dan memperjuangkan penyelesaian persoalan tersebut secara damai, konstitusional, dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Masyarakat juga menolak segala bentuk intimidasi, kriminalisasi, maupun tindakan yang dinilai merugikan warga dalam proses penyelesaian konflik agraria tersebut.

Tak hanya itu, warga dan pemerintah sepakat menjaga persatuan serta solidaritas bersama hingga tercapai keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pendapatan APBD Lampung Capai Rp2,2 Triliun Realisasi APBD 2025

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung

menerima aspirasi masyarakat terkait persoalan penguasaan lahan di tiga

kampung tersebut. “Alhamdulillah hari ini Pemerintah

Provinsi Lampung menerima audiensi dari masyarakat Bakung Udik, masyarakat Kampung Bakung Ilir, dan masyarakat Kampung Bakung Rahayu,” kata Marindo.

Ia menjelaskan, Pemprov Lampung bersama masyarakat telah bersepakat untuk mendorong penyelesaian persoalan tersebut ke pemerintah pusat agar segera ditindaklanjuti.

“Kita menerima terkait persoalan agraria, penguasaan lahan di tiga kampung tersebut. Oleh karenanya tadi sudah bersepakat semua untuk

menyelesaikan persoalan ini dan menyampaikan kepada pimpinan pemerintah pusat untuk segera ditindaklanjuti penyelesaiannya,” ujarnya.

Menurut Marindo, Pemprov Lampung juga meminta masyarakat tetap menjaga persatuan dan kondusivitas selama proses penyelesaian berlangsung.

“Kita sudah bersepakat untuk tetap

Baca Juga :  Pemprov Lampung Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Tim Verifikasi Lapangan KONI Pusat

menjaga persatuan, menjaga solidaritas, bahwa hari ini masyarakat tetap akan menunggu persoalan ini bisa selesai insyaallah dalam waktu yang secepatnya,” lanjutnya.

Marindo menegaskan, Pemprov Lampung akan membawa persoalan tersebut ke sejumlah kementerian terkait di pemerintah pusat. Di antaranya Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertahanan, serta Kementerian Keuangan.

“Kita akan membawa ini kepada pemerintah pusat, dalam hal ini ada Kementerian ATR/BPN, kemudian juga ke Kemenhan, Kementerian Keuangan, untuk dimintakan penyelesaian terhadap persoalan ini,” katanya.

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah opsi regulasi yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar penyelesaian konflik agraria tersebut. Namun hingga kini, pemerintah masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Ada beberapa opsi, ada beberapa regulasi yang akan digunakan dalam rangka penyelesaian ini. Tapi kita belum bisa putuskan pada hari ini, kita menunggu nanti apa yang menjadi

keputusan pemerintah pusat,” jelasnya.

Marindo juga memastikan Gubernur Lampung akan turut mengawal penyelesaian persoalan tersebut hingga ke pemerintah pusat.

Baca Juga :  Panitia Kongres Persatuan PWI 2025 Tetapkan 87 Daftar Pemilih Tetap

“Insyaallah Pak Gubernur Lampung akan sangat mendukung proses ini dan

akan mengawal juga kepada pemerintah pusat. Pak Gubernur bersama kita akan menyampaikan kepada pemerintah

pusat untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan Pemprov Lampung sebelumnya telah membentuk tim penyelesaian konflik agraria dan telah beberapa kali melakukan rapat bersama masyarakat.

“Kita sudah membentuk tim penyelesaian konflik agraria dan sudah ada beberapa kali rapat dilakukan, dan itu juga melibatkan warga masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penyelesaian konflik agraria tersebut tidak sederhana karena melibatkan banyak regulasi dan

kewenangan lintas instansi pemerintah. “Kita berkomitmen Pemerintah Provinsi

Lampung secara bertahap mengurai satu per satu permasalahan. Tentunya

permasalahan ini tidak sederhana, banyak regulasi antar instansi dan batas kewenangan pemerintah pusat,” tandasnya. (*)

Penulis : Pina

Editor : Pina

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala
PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR
Karhutla Jadi Persoalan Tahunan, LBH DLN Soroti Kelalaian Negara dan Tanggung Jawab Korporasi
Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:50 WIB

Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset

Jumat, 18 September 2026 - 14:29 WIB

36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Kamis, 10 September 2026 - 21:28 WIB

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR

Berita Terbaru

Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya foto bersama jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di Kantor Semen Baturaja (Tbk Pabrik Panjang), Rabu, 23 September 2026.

Ekonomi dan Kreatif

Semen Baturaja Siap Berkolaborasi dengan PWI Lampung

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:03 WIB