Topik Sanjaya: Program Negara Tak Boleh Dibayar dengan Nyawa Rakyat

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) – Ketua Umum PC PMII Bandar Lampung, Topik Sanjaya, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam rangkaian pelatihan. 28 Juni 2026

Menurutnya, tragedi tersebut merupakan peristiwa serius yang harus diusut secara transparan dan tidak boleh dipandang sebagai konsekuensi biasa dari pelaksanaan sebuah program negara.

Ia menyatakan bahwa meninggalnya lima peserta merupakan alarm keras bagi pemerintah bahwa keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan.

“Kami berduka cita atas meninggalnya lima peserta. Namun, duka saja tidak cukup. Negara wajib menjelaskan kepada publik mengapa sebuah program yang bertujuan membangun ekonomi desa justru berujung pada hilangnya nyawa anak-anak bangsa. Ini bukan sekadar musibah, tetapi harus menjadi objek evaluasi dan investigasi yang serius.”ujar Topik Sanjaya.

Menurutnya, sejak awal PC PMII Bandar Lampung telah mengingatkan bahwa berbagai program pemerintah, termasuk KDMP, harus dibangun dengan perencanaan yang matang, tata kelola yang profesional, serta mengutamakan aspek keselamatan peserta.

Baca Juga :  PC PMII Bandar Lampung Periode 2022-2023 Resmi Dilantik

Ia mempertanyakan urgensi pelatihan yang menggunakan pola fisik dan disiplin semi-militer apabila tujuan utama program adalah mencetak tenaga profesional yang akan mengelola koperasi desa.

“Yang dibutuhkan untuk membangun koperasi adalah kemampuan manajerial, tata kelola keuangan, kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, dan pendampingan desa, Jika pelatihan fisik diberikan, maka harus dipastikan proporsional, berbasis asesmen kesehatan, dan memenuhi standar keselamatan.
Jangan sampai pendekatan yang digunakan justru menciptakan risiko yang tidak semestinya.”

PC PMII Bandar Lampung juga mempertanyakan sejumlah hal yang hingga kini menjadi perhatian publik, antara lain:

1. Apa penyebab medis pasti meninggalnya kelima peserta?
2. ⁠Apakah seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan yang memadai sebelum mengikuti pelatihan?
3. ⁠Apakah selama pelatihan tersedia tenaga medis, prosedur penanganan darurat, dan pengawasan yang memadai?
4. ⁠Apakah terdapat evaluasi risiko terhadap materi pelatihan yang diberikan?
5. ⁠Siapa yang bertanggung jawab apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut?

Baca Juga :  PMII Bandar Lampung Dorong Kemandirian Ekonomi Kader Lewat Entrepreneur Hub

Topik Sanjaya menilai bahwa pemerintah tidak boleh hanya menyampaikan belasungkawa tanpa disertai keterbukaan informasi kepada masyarakat.

“Jangan biarkan keluarga korban menunggu dalam ketidakjelasan. Pemerintah harus menyampaikan fakta secara terbuka, apa penyebabnya, bagaimana kronologinya, siapa yang bertanggung jawab, dan langkah apa yang akan dilakukan agar tragedi ini tidak terulang. Transparansi adalah bentuk penghormatan terhadap para korban.”

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah program nasional tidak dapat diukur hanya dari target administratif ataupun jumlah koperasi yang dibentuk, tetapi juga dari kemampuan negara menjamin keselamatan setiap warga negara yang terlibat di dalamnya.

Lebih lanjut, PC PMII Bandar Lampung mendesak pemerintah untuk:
Membentuk tim investigasi independen guna mengusut penyebab meninggalnya lima peserta secara menyeluruh.
Membuka hasil investigasi kepada publik secara transparan.
Mengevaluasi secara total sistem pelatihan SPPI/KDMP, termasuk metode pembinaan yang digunakan.

Baca Juga :  Mahasiswa PMII Bandar Lampung Gelar Aksi, Tuntut Evaluasi Keamanan Tempat Wisata

Memberikan pendampingan, santunan, dan pemenuhan hak-hak keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab negara.
Menindak tegas siapa pun yang terbukti lalai apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran prosedur atau standar keselamatan.

Topik Sanjaya menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk melemahkan program pemerintah, melainkan untuk memastikan setiap kebijakan dijalankan secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

“Tidak ada satu pun program pemerintah yang layak dibayar dengan nyawa rakyat. Lima nyawa yang hilang harus menjadi pelajaran besar bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola kebijakan, Negara tidak boleh menormalisasi tragedi sebagai risiko program. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan.”

PC PMII Bandar Lampung menyatakan akan terus mengawal proses investigasi serta mendorong agar seluruh hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka kepada publik, sehingga keadilan bagi para korban dan keluarganya dapat benar-benar diwujudkan.

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan 8 Klaster Program Kerja Prioritas Nasional untuk RKP 2027
Dua Oknum DPRD Pringsewu dari NasDem dan Gerindra Asik Tidur dan Nonton Tiktok saat Paripurna Pidato Presiden Prabowo
Akademisi: Dialog Solusi Sengketa Lahan PT BSA Bukan Anarki
Jalankan Amanah Rakyat, Anggota DPR Fraksi Golkar Aprozi Alam Salurkan KIP Madrasah se Lampung
Aspeknas Lampung Geram dengan Dugaan Praktik ‘Pinjam Bendera’ Abaikan Profesionalisme
Keluarga Pengurus PWI Lampung Mengaku Diancam Tetangga, Terpaksa Mengungsi Dini Hari
Kadin Lampung Tegaskan Komitmen Dukung Investasi Usai Bertemu Presiden Prabowo
PWI Lampung Tetapkan 14 Kontingen Porwanas Cabor Karaoke 2027, Ini Daftarnya!

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Pemerintah Siapkan 8 Klaster Program Kerja Prioritas Nasional untuk RKP 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Dua Oknum DPRD Pringsewu dari NasDem dan Gerindra Asik Tidur dan Nonton Tiktok saat Paripurna Pidato Presiden Prabowo

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Akademisi: Dialog Solusi Sengketa Lahan PT BSA Bukan Anarki

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Jalankan Amanah Rakyat, Anggota DPR Fraksi Golkar Aprozi Alam Salurkan KIP Madrasah se Lampung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Aspeknas Lampung Geram dengan Dugaan Praktik ‘Pinjam Bendera’ Abaikan Profesionalisme

Berita Terbaru


Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat menyerahkan Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatra pada kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri kepada Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar yang mewakili Bupati di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026) malam.

Daerah

Program HELAU Bupati Lamsel Radityo Egi Terbaik Nasional

Kamis, 13 Agu 2026 - 13:42 WIB

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyerahkan piagam dan piala kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ballroom Hotel Radisson Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026) malam.

Pemerintahan

Optimalisasi Pelayanan Pendidikan Lampung Terbaik Nasional

Kamis, 13 Agu 2026 - 13:24 WIB