Akademisi: Dialog Solusi Sengketa Lahan PT BSA Bukan Anarki

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah (dinamik.id)—Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Dr. Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak., mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi aksi pendudukan lahan di areal perkebunan PT BSA, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.

Usep menilai seluruh pihak perlu mengedepankan sikap saling menahan diri serta menempuh penyelesaian melalui dialog agar persoalan yang telah berlangsung selama 277 hari tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat.

“Harus saling menahan diri, karena kekerasan tidak menyelesaikan masalah dan justru merugikan masyarakat,” ujar Usep, Rabu (12/8/2026).

Ia berharap penyelesaian persoalan di Anak Tuha dilakukan dengan mengedepankan pendekatan dialog dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh masyarakat serta tokoh adat.

Baca Juga :  Dua Kader KOPRI Unila Hilang Terseret Arus Sungai di Wira Garden

Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar setiap persoalan yang muncul dapat dibahas secara terbuka dan dicari solusi terbaik tanpa menimbulkan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Usep juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi yang berpotensi memicu emosi maupun tindakan anarkis.

“Masyarakat perlu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, agar jangan terprovokasi dan melakukan tindakan anarki,” katanya.

Ia menegaskan bahwa apabila dalam perkembangan persoalan tersebut ditemukan tindakan anarkis, seperti perusakan, dan terdapat bukti adanya pelanggaran hukum, maka proses penegakan hukum perlu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terhadap tindakan anarkis (perusakan), perlu ditindaklanjuti. Jika memang terdapat bukti pelanggaran, perlu penegakan hukum,” ujarnya.

Usep menambahkan, kondisi keamanan dan stabilitas di daerah perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, situasi yang kondusif diperlukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dan iklim investasi di Lampung tetap terjaga.

Baca Juga :  Kenali Hukum, Kejari Mesuji Lakukan Giat Jaksa Masuk Rumah Sakit Dan Puskesmas

“Kita harus menjaga kondusivitas dan iklim investasi di Lampung,” tambahnya.

Dari berbagai sumber pemberitaan, perkembangan aksi pendudukan lahan di areal perkebunan PT BSA yang hingga Rabu (12/8/2026) telah memasuki hari ke-277.

Berdasarkan perkembangan di lapangan, massa dari tiga kampung memasuki areal perkantoran PT BSA setelah mengetahui adanya aktivitas pemanenan kelapa sawit. Massa kemudian berkumpul di sekitar perkantoran PT BSA, tepatnya di depan Asrama Askep, untuk meminta penjelasan mengenai aktivitas pemanenan tersebut.

Jumlah massa yang berada di lokasi dilaporkan mencapai ratusan orang. Massa meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan mengenai kegiatan pemanenan karena terdapat tuntutan agar PT BSA tidak melakukan aktivitas di areal yang menjadi objek persoalan.

Baca Juga :  Alumnus Dukung Komjen Rudy Jadi Pj Gubernur Lampung

Pengamanan di lokasi dilakukan secara terukur untuk menjaga keamanan masyarakat, pekerja, maupun aset perusahaan serta mencegah tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Kondisi di lokasi hingga saat ini dilaporkan masih kondusif dan terkendali. Masyarakat di sekitar lokasi diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjalankan aktivitas secara tertib.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang, tidak melakukan tindakan anarkis, serta memberikan ruang bagi proses penyelesaian persoalan secara tertib sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(Amd)

Penulis : Mufid

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala
PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR
Karhutla Jadi Persoalan Tahunan, LBH DLN Soroti Kelalaian Negara dan Tanggung Jawab Korporasi
Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:50 WIB

Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset

Jumat, 18 September 2026 - 14:29 WIB

36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Kamis, 10 September 2026 - 21:28 WIB

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR

Berita Terbaru

Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya foto bersama jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di Kantor Semen Baturaja (Tbk Pabrik Panjang), Rabu, 23 September 2026.

Ekonomi dan Kreatif

Semen Baturaja Siap Berkolaborasi dengan PWI Lampung

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:03 WIB