Digigit Semut Kendit, Warga Brabasan Jatuh Pingsan Hingga Dilarikan ke IGD RSUD Mesuji

Sabtu, 24 Juni 2023 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan More

MESUJI (Dinamik.Id) — Ms (46) warga Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji yang juga wartawan salah satu Media Harian di Lampung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD( Ragab Begawe Caram (RBC) Mesuji lantaran pingsan karena disengat semut.

YF (37) istri MS saat di temui di RSUD RBC diruang UGD mengatakan, kalau suaminya usai sholat Ashar mengajaknya bersama dua anaknya untuk melihat kebun yang berada di Desa Mukti Jaya, Kecamatan Tanjung Raya.

Sesampai di kebun langsung melihat satu pohon karet yang berada ditengah kebun singkong yang sedikit rindang yang mengakibatkan singkong dibawahnya lambat perkembangannya.

Baca Juga :  Kronologi Suami Tabrak Istri Hingga Tewas

Disaat mengurangi ranting di atas pohon, kata istri MS, tidak berselang lama dari ketinggian 2 meter suaminya loncat karena di keroyok puluhan semut.

Namun usai kejadian itu masih sempat menebang pohon yang yang lainnya. Beberapa menit kemudian suaminya berkata sambil menahan sakit dan tertidur sambil berkata tidak kuat dan akhirnya pingsan.

Melihat suaminya pingsan YF langsung menelpon sahabat suaminya yang tidak jauh dari lokasi kebun dan beberapa warga juga datang membantu menaikkan MS kedalam mobil.

Baca Juga :  ASN Pesawaran Diminta Maksimalkan Pelayanan

Diperjalanan dari dua orang dokter yang didatangi salah satu dokter menyarankan agar segera di bawa ke RSUD.

“Pas kita sampai di dokter pertama tidak ada di rumah. Dan usai di periksa didalam mobil oleh dokter kedua, sang dokter menyarankan agar segera di bawa ke RSUD,” ungkapnya.

Sementara itu, MS setelah di tangani oleh tim medis pihak IGD RSUD dan sadar bercerita kalau dirinya digigit semut berwarna hitam dan merah.

Semut itu kalau kata orang Jawa bernama semut kendit. Saat ditanya mengapa sampai pingsan, MS bercerita, gimana tidak pingsan karena digigit semut keroyokan.

Baca Juga :  Arinal Djunaidi: Way Kambas Akan Dibangun Wisata Kehutanan Bernilai Ekonomi

MS berharap kepada siapa saja ketika ada semut itu agar hati-hati dan jangan sampai kejadian di keroyok semut terulang. Sebab, semut itu sakitnya luar biasa kalau sudah menyengat.

“Saya berharap dan berhati-hati kepada siapapun jika ada semut itu. Sebab saya sudah mengalami sendiri, betapa saya tersiksa gara-gara semut itu, terlebih jika tensi darah kita rendah maka akan mudah kita jatuh pingsan dan tak sadarkan diri,” kelakarnya. (MORE)

Berita Terkait

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 06:01 WIB

Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB