PKM Unila Mendorong Desa Rajabasa Lama jadi Desa Mandiri dan Sentra Ikan

Kamis, 23 Juni 2022 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TIMUR (dinamik.id)-Kemandirian dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa merupakan hal yang sangat penting. Kemandirian desa berarti mengedepankan kemampuan desa sebagai subyek dari penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa.

Demikian dikatakan Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Lampung Siti Khoiriah saat memberikan sambutan pada PKM ke desa binaan di Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Rabu, 22 Juni 2022.

Agenda bertemakan Menuju Kemandirian Desa; Menciptakan Makanan Alternatif Dalam Penggunaan Media Bioflok juga dihadiri Dosen Program Study Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, FP Unila Yeni Elisdiana dan Limin Santoso.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

PKM ini menurut Siti Khoiriah merupakan upaya sinergitas antara Universitas Lampung dengan desa binaannya. Khusus di Desa Rajabasa Lama, PKM Unila mendorong agar desa ini menjadi semakin mandiri dan menjadi sentra ikan.

Baca Juga :  Pendaftaran Ditutup, Jumlah Pendaftar SNBT Unila Melonjak 37.625

Yeni Elisdiana menjelaskan kepada masyarakat bioflok merupakan salah satu teknologi pada budidaya perikanan yang kini banyak diterapkan oleh pelaku budidaya ikan.

“Teknologi ini merupakan temuan ilmuan dari Israel Bernama Prof Yoram Avnimelech. Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme berupa bakteri, protozoa dan organisme renik lainnya untuk merombak limbah budidaya ikan berupa nitrogen menjadi protein yang dapat menjadi pakan alternatif ikan budidaya,” ujarnya.

Sistem bioflok, lanjutnya, dapat memberikan keuntungan terutama dalam mempertahankan kualitas air sehingga selama pemeliharaan ikan tidak perlu melakukan pergantian air.

Hal tersebut memberikan keuntungan bagi pembudidaya karena dirasa lebih efisien dan hemat tenaga serta biaya. “Budidaya dengan sistem bioflok juga lebih menguntungkan karena padat penebaran ikan yang tinggi.”

Baca Juga :  1.103 Lulusan Unila Mengikuti Prosesi Wisuda Periode IV

Limin Santoso menambahkan sejalan dengan hal tersebut kebutuhan pakan juga sangat tinggi. Pakan merupakan komponen biaya operasional yang paling tinggi mencapai 70% dari total biaya produksi.

Kelompok pembudidaya di Desa Rajabasa Lama berkeinginan untuk membuat pakan ikan mandiri sehingga biaya produksi dapat ditekan.

“Pembuatan pakan mandiri tentunya membutuhkan berbagai sarana dan prasarana penunjang seperti alat pencetak pakan, bahan baku seperti tepung ikan, tepung bungkil kedelai dan lain sebagainya,” jelas dia.

Dalam hal ini, menurut dia, tentunya ada kendala-kendala yang dihadapi seperti ketersediaan alat pencetak pakan dan ketersediaan bahan di pasaran yang berkelanjutan.

“Kendala-kendala ini dapat terselesaikan dengan sinergi antara kelompok pembudidaya ikan, pemerintah dan akademisi. Dalam inisiasi dalam terwujudnya keinginan kelompok maka tim pengabdian mengambil langkah dalam pendampingan pengurusan perizinan kelompok sehingga kelompok berstatus resmi terdaftar,” ujar Limin Santoso.

Baca Juga :  Pemutihan Pajak Diperpanjang Hingga 30 September 2021

Ketika kelompok resmi terdaftar di bawah Dinas Perikanan, tambah dia, maka akan lebih mudah berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan mendapatkan sokongan terhadap program yang ingin dilakukan oleh kelompok.

Kepala Desa Rajabasa Lama Junaidi menyampaikan bahwa Desa Rajabasa Lama sebagai desa berkembang bergeliat menuju kemandirian desa dengan pengembangan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya dalam bidang perikanan.

Melalui Pengabdian Kepada masyarakat Desa Binaan Universitas Lampung ini merupakan support bagi Desa Rajabasa Lama menuju desa sentra perikanan.

Beberapa strategi budi daya perikanan dilakukan salah satunya budi daya menggunakan media bioflok. (Randy)

Berita Terkait

Tebar Kepedulian, PC PMII Bandar Lampung Santuni Anak Panti Asuhan As-Salam
ITN Lampung Tanggung Penuh Insiden Kabel Internet yang Sebabkan Pengendara Terjatuh di Kotabumi
IKA SMANSA Bandar Lampung Bagikan 5.200 Paket Takjil kepada Warga
Galian C di Sabah Balau Diduga Ilegal dan Meresahkan, Aktivis Minta Pemkab Tertibkan
Sejarah Festival Ogoh-Ogoh Lampung: Peran I Made Suarjaya Mengangkat Tradisi ke Panggung Budaya
Kanwil DJP Bengkulu-Lampung Gandeng Polda Lampung Perkuat Penegakan Hukum Perpajakan
Tinjau Lokasi Banjir di Lampung Selatan, Lesty Putri Utami Dorong Perbaikan Tanggul Way Galih
DPRD Kawal Proyek PSEL 2028, TPA Bakung Ditargetkan Bertransformasi Jadi Energi Listrik

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:25 WIB

ITN Lampung Tanggung Penuh Insiden Kabel Internet yang Sebabkan Pengendara Terjatuh di Kotabumi

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:29 WIB

IKA SMANSA Bandar Lampung Bagikan 5.200 Paket Takjil kepada Warga

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:37 WIB

Galian C di Sabah Balau Diduga Ilegal dan Meresahkan, Aktivis Minta Pemkab Tertibkan

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:44 WIB

Sejarah Festival Ogoh-Ogoh Lampung: Peran I Made Suarjaya Mengangkat Tradisi ke Panggung Budaya

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:51 WIB

Kanwil DJP Bengkulu-Lampung Gandeng Polda Lampung Perkuat Penegakan Hukum Perpajakan

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

SGC Buka Peluang Kerja, Warga Antusias Ikuti Sosialisasi Tebang Ikat Harian

Sabtu, 14 Mar 2026 - 20:32 WIB