Konflik Internal Universitas Malahayati Memuncak, Mahasiswa Gelar Aksi Damai

Senin, 7 April 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana mencekam terjadi di lingkungan Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Senin 7 April 2025

i

Suasana mencekam terjadi di lingkungan Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Senin 7 April 2025

Bandar Lampung (dinamik.id) — Suasana mencekam terjadi di lingkungan Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Senin 7 April 2025, akibat konflik internal yang melibatkan Yayasan Alih Teknologi (ALTEK).

Ketegangan ini diduga dipicu oleh tarik-menarik kepentingan antara dua kubu yang masih memiliki hubungan dengan keluarga pendiri kampus tersebut.

Sejak pagi, puluhan personel satuan pengamanan kampus dan aparat kepolisian berjaga di sejumlah titik strategis, termasuk di gerbang utama universitas, guna mengantisipasi potensi gesekan.

Baca Juga :  Pelepasan dan Penyerahan Mahasiswa KKN dan PLP Periode I 2023

Dua kelompok terlihat saling berhadapan, yakni pihak yang mendukung Rusli Bintang dan kelompok dari keluarga istri pertama pendiri kampus. Keduanya hadir dengan tujuan berbeda, namun memiliki kepentingan yang sama: pengaruh dalam pengelolaan universitas.

Pihak pendukung Rusli Bintang menyatakan kehadiran mereka untuk melantik Achmad Farich sebagai Rektor Universitas Malahayati, menggantikan M. Khadafi.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Djunaidi dan Wagub Chusnunia Chalim Dampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Tinjau Vaksinasi Merdeka Serentak di UIN Raden Intan

Konflik ini turut menarik perhatian mahasiswa. Sejumlah mahasiswa menggelar aksi damai di depan gerbang utama kampus sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Semuanya karena konflik, mahasiswa jadi korbannya. Kami menjaga kampus kami dari konflik internal maupun eksternal. Ini bentuk kepedulian kami terhadap masa depan universitas,” ujar salah satu mahasiswa peserta aksi.

Ketegangan sempat meningkat saat sejumlah massa mencoba menerobos masuk, namun berhasil diredam oleh aparat keamanan yang sigap mengendalikan situasi.

Baca Juga :  Mengkritik Tidak Harus Menebas di Tengah Situasi Force Majeure

Menjelang sore, massa mulai membubarkan diri secara tertib setelah mendapatkan arahan dari koordinator lapangan.

Hingga saat ini, Universitas Malahayati masih menjadi sorotan publik. Sayangnya, bukan karena prestasi akademik, melainkan konflik internal yang dikhawatirkan mencoreng citra dunia pendidikan di Provinsi Lampung. (*)

Berita Terkait

LBH Bandar Lampung Kecam Pemasangan Plang TNI AU di Bakung Udik
Hardiknas 2026: Dr Ryzal Perdana Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta
Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana Pimpin Upacara Hari Kartini 2026, Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan
KONI Lampura Gelar Rapat Kerja Kesiapan Hadapi POPROV 2026
Kodim 0412 Bangun Dua Jembatan Di Lampura
KEREN, PTPN I Regional 7 Fasilitasi 80 Pemudik Gratis ke Bandung dan Yogya
Safari Ramadan Kodam Raden Inten, Pangdam Soroti Iman sebagai Kekuatan Tugas
Tebar Kepedulian, PC PMII Bandar Lampung Santuni Anak Panti Asuhan As-Salam

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:24 WIB

LBH Bandar Lampung Kecam Pemasangan Plang TNI AU di Bakung Udik

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:43 WIB

Hardiknas 2026: Dr Ryzal Perdana Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta

Selasa, 21 April 2026 - 15:24 WIB

Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana Pimpin Upacara Hari Kartini 2026, Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan

Senin, 13 April 2026 - 12:45 WIB

KONI Lampura Gelar Rapat Kerja Kesiapan Hadapi POPROV 2026

Kamis, 2 April 2026 - 16:33 WIB

Kodim 0412 Bangun Dua Jembatan Di Lampura

Berita Terbaru