Perusakan Lahan 22 Petani Negara Mulya Masuk Tahap Penyidikan

Jumat, 9 September 2022 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bandar Lampung (dinamik.id)–Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung memulai penyidikan perkara pidana pengerusakan lahan perkebunan milik 22 petani kampung Negara Mulya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam surat pemberitahuan dimulainya penyidikan yang ditujukan kepada Kejaksaan Tinggi Lampung nomor : SPDP/100/IX/RES.1.2/2022/Ditreskrimum tertanggal 5 September 2022.

Selain itu dalam surat pemberitahuan hasil penyelidikan yang ditandatangani Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Pol Reynold Elisa Hutagalung, dijelaskan bila pihaknya menemukan bukti permulaan yang cukup tindak pidana pengerusakan barang secara bersama-sama dan pengerusakan yang terjadi di pinggiran Way Tela, Kampung Negara Mulya, Kecamatan Negara Batin, Waykanan.

Baca Juga :  Tahun 2021 Jadi Titik Balik PTPN VII

“Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP atau Pasal 406 KUHP, selanjutnya proses tersebut kami tingkatkan ke tahap penyidikan sejak tanggal 5 September 2022,” demikian isi surat tersebut.

Sementara, Anton Heri, SH selaku kuasa Hukum 22 warga kampung Negara Mulya menyambut positif perkembangan hukum atas perkara yang ditanganinya.

“Ini merupakan bagian dari angin segar yang kami terima, artinya proses ini sudah terang. Perlu diingatkan, lidik perkara ini sudah tiga tahun, alhamdulillah setelah tiga tahun lebih perkara ini terang,” ujarnya melalui saluran telepon.

Baca Juga :  Pelaksanaan Pemilu 2024 Tubaba: Sukses Tanpa PSU

Heri menuturkan saat ini dirinya sedang berada di Waykanan lantaran penyidik Polda Lampung Subdit 2 akan melakukan pemeriksaan dalam rangka sidik. “Harapan kita Polda Lampung tidak lama lagi memberi status tersangka kepada pelaku. Jangan sampai ada anggapan miring karena pelaku ini memiliki jabatan, hukum tidak berlaku,” jelas dia.

Disinggung soal video nenek Rohaya yang viral, sebagai salahsatu korban pengerusakan yang memiliki lahan tidak sampai setengah hektare, Anton mengungkapkan bila beliau telah meninggal dunia.

“Itu yang paling menyakitkan hingga beliau meninggal, kami belum bisa mengembalikan haknya. Ahli waris sudah memberikan kuasa kepada kita,” kata dia.

Baca Juga :  Jelang Pengamanan Lebaran, Kapolres Mesuji Pimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Selain nenek Rohaya, menurutnya terdapat, Misli Kobi, warga lainnya yang telah meninggal setelah pengerusakan lahan. “Misli Kobi memiliki lahan 3 ha.”

Sementara warga korban pengerusakan sejak tiga tahun terakhir, menurutnya, hidup serabutan untuk bertahan hidup.

“Untuk saat ini masyarakat yang lahannya dirusak menjadi buruh harian tidak tetap. ada juga yang ngegaduh sapi alias ngurus sapi orang dengan cara bagi hasil. Maka itu, kami berharap perkara ini dapat segera diselesaikan dengan memberikan sanksi dan keadilan hukum setegas-tegasnya,” ujar Anton. (Eka)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala
PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR
Karhutla Jadi Persoalan Tahunan, LBH DLN Soroti Kelalaian Negara dan Tanggung Jawab Korporasi
Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:31 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan

Jumat, 18 September 2026 - 14:29 WIB

36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Kamis, 10 September 2026 - 21:28 WIB

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR

Berita Terbaru

Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya foto bersama jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di Kantor Semen Baturaja (Tbk Pabrik Panjang), Rabu, 23 September 2026.

Ekonomi dan Kreatif

Semen Baturaja Siap Berkolaborasi dengan PWI Lampung

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:03 WIB