Gubernur Arinal Ajak TPAKD Bersinergi, Tingkatkan Inklusi dan Literasi Keuangan Daerah

Jumat, 2 Desember 2022 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG (dinamik.id) – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung terus bersinergi, meningkatkan inklusi dan literasi keuangan daerah.

Hal itu diungkapkan Gubernur Arinal dalam Rapat Pleno TPAKD Provinsi Lampung Semester II Tahun 2022 di Ruang Abung, Balai Keratun, Komplek Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Jumat (2/12/2022).

Rapat Pleno ini untuk mengevaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan Program Kerja TPAKD Provinsi Lampung sepanjang Tahun 2022.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022, menempatkan Provinsi Lampung dengan peningkatan Indeks Inklusi dan Literasi Keuangan terbesar ke-3 se- Sumatera.

Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan Indeks Inklusi Keuangan Provinsi Lampung dari 61,94 persen di tahun 2019 menjadi sebesar 74,81 persen di tahun 2022.
Selanjutnya, Indeks Literasi Keuangan di Provinsi Lampung juga menunjukkan peningkatan yaitu dari dari 30,97 persen di tahun 2019, menjadi 41,30 persen di tahun 2022.

Baca Juga :  Cek Pelayanan OPD, Pjs Walikota Metro Sidak ke Disperkim dan Disporapar

“Melalui rapat pleno ini, menjadi pemicu semangat kita untuk dapat lebih mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program kerja ke depan. Mari TPAKD terus bersinergi, meningkatkan Inklusi dan Literasi Keuangan,” ujar Arinal.

Arinal mengatakan akses keuangan ini sendiri sangat penting untuk mengembangkan potensi ekonomi di daerah maupun terhadap perkembangan pelaku UMKM.

Terhadap program kerja TPAKD Provinsi Lampung tahun 2022 diantaranya Desa Inklusi Keuangan, Implementasi Kartu Petani Berjaya (KPB), kurasi UMKM dan Optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Desa Inklusi Keuangan di Provinsi Lampung ini merupakan salah satu bentuk langkah nyata kepedulian kita kepada masyarakat untuk dapat membangkitkan perekonomian di desa-desa,” katanya.

Baca Juga :  Momen Ramadan, Bupati Pesawaran Resmikan Masjid Pusaka Al Anhar Hingga Santuni Anak Yatim di Gedong Tataan

Arinal menyebutkan saat ini tercatat sudah terdapat 9 Desa Inklusi Keuangan yang ada di Provinsi Lampung.

Terbaru, telah diresmikannya Desa Inklusi Keuangan di Kabupaten Tulang Bawang Barat pada tanggal 15 September 2022 lalu.

“Saya minta seluruh TPAKD baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota agar melakukan penguatan terhadap keberadaan BUMDes,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri memberdayakan BUMDes dalam pengembangan inovasi pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui E-Samdes.

“Dan terkait dengan Program KPB dan KUR, adanya integrasi kedua program tersebut bisa menjadi solusi kebutuhan modal untuk mendukung pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Menurutnya, peran TPAKD baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dibutuhkan dalam rangka mensosialisasikan dan mempercepat implementasi program KPB dan KUR terintegrasi di Provinsi Lampung.

“Oleh karena program tersebut dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, melalui peningkatan pengetahuan dan penggunaan layanan perbankan dan jasa keuangan lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Walikota Bandar Lampung Membagikan Insentif Kepada Kader KB, Posyandu, Serta Poskeskel di 20 Kecamatan

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Bambang Hermanto mengatakan Lampung menjadi Provinsi yang sudah seluruhnya membentuk TPAKD sejak tahun 2020.

“Di beberapa Provinsi di Indonesia, Kabupaten/Kota nya masih belum sepenuhnya terbentuk TPAKD, namun seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung kita termasuk yang lebih cepat untuk mengakselerasi kehadiran TPAKD,” ujar Bambang.

Terkait dengan program kerja TPAKD Provinsi Lampung di Tahun 2022, Bambang menjelaskan ada sejumlah program kerja yang akan di evaluasi dan dibahas pada rapat pleno tersebut.

“Selain program Desa Inklusi Keuangan, KPB, kurasi UMKM dan Optimalisasi KUR, juga terhadap sosialisasi dan edukasi keuangan, akselerasi simpanan pelajar, program pembiayaan melawan rentenir dan pemberdayaan BUMDes,” katanya.(naz/red)

Berita Terkait

Pemilik Lahan Baku Sawah Pajaresuk Diduga Abaikan Pemerintah, Alih Fungsi Lahan Jalan Terus
100 Delegasi PWNU Lampung Kawal Suksesi Muktamar Ke-35 NU di Jombang
Peletakan Batu Pertama PLHUT Lampung Barat, Wujudkan Pelayanan Haji Lebih Dekat
Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung
Kompolnas RI Lakukan Visitasi ke Polsek Metro Pusat dalam Penilaian Kompolnas Awards 2026
Badan Kehormatan DPRD Pringsewu Akan Panggil Dua Anggota Diduga Tidur dan Scroll TikTok saat Paripurna
Sekdaprov Lampung Pelajari Transformasi Digital Ekonomi dan Komunikasi Kebijakan
Program HELAU Bupati Lamsel Radityo Egi Terbaik Nasional

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:17 WIB

100 Delegasi PWNU Lampung Kawal Suksesi Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Peletakan Batu Pertama PLHUT Lampung Barat, Wujudkan Pelayanan Haji Lebih Dekat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Kompolnas RI Lakukan Visitasi ke Polsek Metro Pusat dalam Penilaian Kompolnas Awards 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Badan Kehormatan DPRD Pringsewu Akan Panggil Dua Anggota Diduga Tidur dan Scroll TikTok saat Paripurna

Berita Terbaru

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau perkebunan tebu di Sugar Group Companies (SGC), Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang, Lampung, Rabu (26/8/2026). Amran optimistis produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun ini.

Ekonomi dan Kreatif

Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:50 WIB