Tukar Ilmu, Tim Teknik Kebun Cikumpay Belajar ke Pabrik Karet Reg 7

Rabu, 16 Oktober 2024 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN (dinamik.id)-Dua pabrik karet milik PTPN I Regional 7 menjadi objek diskusi dan tukar ilmu personel Teknik dan Pengolahan PTPN I Regional 2 Kebun Cikumpay, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat selama dua hari sejak Rabu (16/10/24).

Dua pabrik itu adalah Pabrik Karet SIR-20 Pematang Kiwah (Natar) dan Pabrik Karet RSS Kebun Kedaton (Tanjung Bintang) yang merupakan juara 1 Pabrik Terbaik Semester I pada ajang PTPN Award 2024.

Tim dari Kebun Cikumpay terdiri dari Manajer, Kasubag Teknik dan Pengolahan, Asisten Teknik dan Pengolahan, Asisten Pengawasan Pengolahan, dan Mandor Pengolahan.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka melihat langsung proses pengolahan dan berdiskusi dengan personel yang bekerja di dua pabrik tersebut dengan seksama sebagai perbandingan atau benchmarking.

Pada hari pertama kunjungan, Tim mendapat gambaran sekilas tentang pabrik, kebun, dan performa PTPN I Regional 7 di Kantor Regional. Selanjutnya, Tim dipandu menuju Pabrik Karet SIR-20 (Standard Indonesian Rubber-20) remah di Pematang Kiwah.

Di pabrik yang mengolah lum atau karet beku menjadi karet olahan setengah jadi berupa crumb rubber atau karet remah ini, peserta mencermati setiap proses dan mencatat beberapa perbedaan dengan yang ada di Cikumpay.

Bahan baku crumb rubber yang berasal dari kebun sendiri dan karet pembelian dari petani diolah untuk melayani pasar dalam negeri maupun ekspor.

Manajer PTPN I Regional 7 Kebun Pematang Kiwah Fadlan menyatakan terima kasih atas kepercayaan kepada Pabrik Karet Remah Pematang Kiwah menjadi benchmarking pabrik lain.

Baca Juga :  Malam Penutupan Lampung Fair Akan Dihibur The Virgin, Kembang Api, dan Pengumuman Juara Anjungan

Ia menyebut, pabrik karet ini merupakan pabrik tua hasil nasionalisasi dari perusahaan zaman Belanda. Meskipun demikian, performa pabrik ini tetap baik dan mampu menghasilkan produk dengan kualifikasi yang diterima pasar global.

“Kita berharap, baik dari Cikumpay maupun kami dari Pewa (Pematang Kiwah) bisa mengadopsi berbagai keunggulan untuk diterapkan di pabrik masing-masing. Kami juga berharap program benchmarking ini bisa terus dilaksanakan, sehingga kami bisa melihat langsung kelebihan pabrik-pabrik yang ada di PTPN I,” kata dia.

Pada hari kedua, Tim yang dipimpin Manajer Kebun Cikumpay Yayan Arianto mengunjungi Pabrik Karet RSS di Kebun Kadaton. Di pabrik yang dinobatkan sebagai kampiun pada ajang PTPN Award 2024 untuk Kinerja Semester I itu tim juga melakukan hal yang sama.

Secara perinci dan berurut, setiap tahapan proses pengolahan, dari penerimaan bahan baku, pengujian kadar karet, pengolahan basah, treatment kering, perlakuan di kamar asap, sortasi, hingga pengemasan dikenalkan.

Pabrik yang juga “warisan” perusahaan Belanda ini memproduksi karet bermutu tinggi atau high grade dengan sebutan RSS (ribbed smoke sheet). Berbeda dengan crumb rubber SIR-20, bahan baku RSS merupakan getah segar atau lateks cair yang baru disadap. Sifat proses langsung dari kebun berupa karet cair ini membuat proses produksi RSS lebih ketat dibanding pabrik SIR.

Baca Juga :  Sambangi Pos Nataru 2022, Ketua Bhayangkari Polres Mesuji Beri Bingkisan Kepada Petugas Jaga

Manajer Kebun Kedaton Yessy Plofesi yang menerima Tim benchmarking ini mengatakan, Pabrik RSS yang dikelola menerapkan tata kelola yang terpadu dan terintegrasi dari bahan baku mulai disadap sampai menjadi barang siap dipasarkan.

Oleh karena itu, kata perempuan berhijab ini, selain manajemen teknik pengolahan yang harus ketat, pihaknya juga menerapkan manajemen waktu yang juga sangat terukur.

“Pabrik RSS ini memang lebih ketat dari semua bidang. Sebab, antara on farm dengan off farm ini harus bekerja selaras dan simultan. Kami menerapkan manajemen terintegrasi dari sejak sadap hingga barang jadi siap dipasarkan. Itulah mengapa di pabrik RSS membutuhkan tim yang solid dan bertanggung jawab,” kata dia.

Yessy menambahkan, pada proses produksi RSS, pihaknya hanya mengolah getah lateks dari kebun sendiri. Selain karena memiliki deadline waktu yang ketat, bahan baku dari RSS sangat ketat dalam hal kontaminasi maupun kualitasnya.

“Bahan baku kami terbatas hanya dari kebun sendiri atau kebun seinduk. Memang secara kuantum belum bisa memenuhi kapasitas terpasang pabrik yang 10 ton per hari secara rata-rata, tetapi pas musim puncak bisa lebih.”

Tentang kualitas atau mutu produk yang dihasilkan, Yessy menyebut produk RSS Pabrik Kedaton mampu memenuhi 99 persen standar mutu yang dipasang manajemen. Selain itu, produk yang dihasilkan juga langsung terserap di pasar dengan dominasi pasar internasional.

Baca Juga :  RH PTPN I Ajak Media Bersinergi dan Kolaborasi Dukung Ketahanan Pangan

“Alhamdulillah kalau soal mutu kami bisa mencapai di atas 99 persen dari standar. Dan yang kami merasa tenang, produk kami langsung diterima pasar, kebanyakan ekspor,” kata di.

Tentang teknologi dan keunggulan Pabrik Kedaton, usai melakukan peninjauan dan diskusi, Manajer Kebun Cikumpay menyebut ada beberapa hal yang harus segera diadopsi dari pabrik ini. Salah satunya adalah masa tinggal produk di kamar asap yang bisa lebih cepat dari yang selama ini ada di Cikumpay.

“Salah satu yang harus kami adopsi dan mungkin butuh pemagangan adalah soal lamanya sheet di kamar asap. Kalau di kami (Cikumpay) masih harus lima hari. Nah, di sini bisa tiga hari. Dan tetap matang sesuai dengan standar mutu yang dipersyaratkan. Ini efisiensi yang cukup besar,” kata dia.

Tentang program benchmarking yang dilakukan, SEVP Operation PTPN I Regional 7 Wiyoso menyatakan sangat mendukung. Ia menyebut, setiap kebaikan yang tercipta, oleh siapa dan pihak manapun, sebaiknya memberi nilai tambah manfaat bagi pihak lain.

“Saya sangat senang dari Regional 2 melakukan benchmarking ke sini. Bukan karena kami baik sehingga harus ditiru, tetapi lebih kepada sikap terbuka terhadap segala sesuatu yang bisa menaikkan kinerja. Saya kira kami secara berkala juga harus melakukan hal yang sama ke regional lain, bahkan ke perusahaan lain,” kata dia. (Pin)

Berita Terkait

Hebat, PTPN I Catat Penjualan Rp3,56 Triliun, Naik 122 Persen
Pengambilan Keputusan Keuangan yang Tepat: Kunci Sehatnya Keuangan Perusahaan
Wabup Tubaba: Program Kemitraan Tebu SGC Tingkatkan Kesejahtraan Petani
Bustami: Program Kemitraan Tebu SGC Solusi Makmurkan Petani
Pemkab Lamteng Libatkan Kementan dan SGC Dorong Percepatan Hilirisasi Tebu
Bimtek ke Petani Jadi Kunci Keberhasilan Swasembada Pangan
Kemitraan Petani Tebu SGC Dukung Program Presiden Hilirisasi dan Swasembada
Ikuti Sosialisasi SGC, Petani Margodadi Mulai Beralih ke Tanam Tebu

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 17:12 WIB

Hebat, PTPN I Catat Penjualan Rp3,56 Triliun, Naik 122 Persen

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:23 WIB

Pengambilan Keputusan Keuangan yang Tepat: Kunci Sehatnya Keuangan Perusahaan

Selasa, 23 Desember 2025 - 20:40 WIB

Wabup Tubaba: Program Kemitraan Tebu SGC Tingkatkan Kesejahtraan Petani

Senin, 22 Desember 2025 - 20:41 WIB

Bustami: Program Kemitraan Tebu SGC Solusi Makmurkan Petani

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:39 WIB

Pemkab Lamteng Libatkan Kementan dan SGC Dorong Percepatan Hilirisasi Tebu

Berita Terbaru