Usulan UIN Raden Intan Lampung, Wan Abdurachman Direkomendasikan Menjadi Pahlawan Daerah

Selasa, 25 Februari 2025 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (Dinamik.id) – Kabar baik datang dari Dewan Gelar Daerah (DGD) yang merekomendasikan Wan Abdurachman (1901-1969) untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Daerah Lampung. Keputusan ini merupakan hasil akhir dari Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Rapat KH Ahmad Hanafiah Dinas Sosial Provinsi Lampung pada Senin (24/2/2025).

Setelah sukses mengusulkan KH Ahmad Hanafiah (1901-1947) sebagai Pahlawan Nasional melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, kini UIN Raden Intan Lampung kembali mengupayakan pengakuan bagi pejuang Lampung, Wan Abdurachman, sebagai Pahlawan Daerah.

Wan Abdurachman telah berjuang selama 40 tahun, dimulai sejak tahun 1919 ketika masih menjadi anggota PSII di Teluk Betung hingga menjadi anggota Konstituante (956-1959). Ia juga memiliki hubungan keluarga dengan Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof H Wan Jamaluddin Z MAg PhD.

Baca Juga :  UIN Raden Intan Lampung Rektor UIN RIL Sebut Tugas Substansial Kemenag Mendekatkan Umat dengan Ajaran Agama

Dalam FGD tersebut, turut hadir Ketua LP2M UIN RIL Prof Dr H A Kumedi Jafar MH, Kepala Pusat Penelitian LP2M Prof Dr H Yuberti MPd, serta Dosen Sejarah UIN RIL Dr Abd Rahman Hamid.

Menurut Abd Rahman Hamid, perjuangan Wan Abdurachman memenuhi kriteria sebagai Pahlawan Daerah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Lampung No. 26 Tahun 2012. Pasal 14 peraturan tersebut menyebutkan bahwa Pahlawan Daerah adalah individu yang pernah memimpin dan berjuang dalam merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan daerah.

Sejarah mencatat bahwa Wan Abdurachman berperan dalam berbagai fase perjuangan bangsa, mulai dari era mencapai kemerdekaan (era pergerakan nasional), merebut kemerdekaan (era proklamasi), mempertahankan kemerdekaan (era revolusi), dan mengisi kemerdekaan (era pasca revolusi). Ia dikenal memiliki semangat kebangsaan yang tinggi serta tidak pernah menyerah terhadap penjajah.

Baca Juga :  898 Mahasiswa SNBP Ikuti Seleksi Wawancara Calon Penerima KIP Kuliah

Atas dasar itu, UIN Raden Intan Lampung mengusulkan Wan Abdurachman sebagai Pahlawan Daerah Lampung tahun ini melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung. Usulan tersebut diverifikasi oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) serta Dewan Gelar Daerah (DGD) Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Sosial Lampung, Aswarodi, menyampaikan bahwa setelah mendengarkan pemaparan dari TP2GD, maka DGD akhirnya menyepakati dan merekomendasikan Wan Abdurachman kepada Gubernur Lampung untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Daerah.

Rekomendasi ini selanjutnya disampaikan kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, agar diproses lebih lanjut. Jika disetujui, penganugerahan gelar Pahlawan Daerah akan diumumkan pada 18 Maret 2025, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Lampung.

Aswarodi juga mengungkapkan, selain Wan Abdurachman, terdapat tiga tokoh lain yang diusulkan sebagai pahlawan dan tokoh daerah. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengajukan Sulaiman Rasyid, seorang ulama asal Lampung Barat yang merupakan penyusun buku Fiqh Islam pertama di Indonesia. Sementara itu, Pemkab Lampung Utara mengusulkan Alamsyah Ratu Prawiranegara, mantan menteri di era Orde Baru. KONI Lampung turut mengajukan Imron Rosadi, tokoh angkat besi dari Lampung.

Baca Juga :  Ditargetkan Selesai April, 9 dari 10 Mahasiswa S2 Filsafat UIN RIL Rampungkan Sempro

Namun, dari keempat usulan tersebut, baru Wan Abdurachman yang memenuhi seluruh persyaratan. Alamsyah Ratu Prawiranegara ditunda karena dinilai kurang relevan untuk kategori Pahlawan Daerah. Sementara itu, berkas pengusulan Sulaiman Rasyid dan Imron Rosadi belum lengkap sehingga belum dapat diproses lebih lanjut.

Diketahui, DGD diketuai oleh Prof M Yusuf Barusman dengan Sekretaris Brigjen (Purn) Toto Jumariono serta beberapa anggota lainnya, yakni Prof Dr H Moh Mukri, Faisol Djausal, Supriyadi Alfian, Mawardi Harirama, dan Garaika Hamzah. (Pin)

Berita Terkait

Polinela Gelar SIPTEKTERA 2026, Dorong Hilirisasi Riset Terapan dan Transformasi Digital untuk Akselerasi SDGs
Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031
Kelas Logika Kalirejo Book Party dan SMP Xaverius Kalirejo: Mengasah Nalar Kritis Pelajar
UTB Lampung Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Pesisir Barat
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy Pada Guru-Guru
Senat Unila Tetapkan Muhammad Akib Jadi Ketua Panitia Pemilihan Rektor 2027–2031

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Polinela Gelar SIPTEKTERA 2026, Dorong Hilirisasi Riset Terapan dan Transformasi Digital untuk Akselerasi SDGs

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Kelas Logika Kalirejo Book Party dan SMP Xaverius Kalirejo: Mengasah Nalar Kritis Pelajar

Berita Terbaru