GUSDURian Lampung Bawa Gagasan Rumah Ibadah Hijau dan Ruang Dialogis ke TUNAS 2025 Jakarta

Kamis, 28 Agustus 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Komunitas GUSDURian Lampung bersama KLASIKA Lampung memastikan diri ikut serta dalam Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian dan Konferensi Pemikiran Gus Dur 2025 yang berlangsung pada 29–31 Agustus 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus ruang refleksi atas gagasan, nilai, dan keteladanan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam merespons tantangan sosial, demokrasi, dan ekologi di Indonesia.

Koordinator GUSDURian Lampung, Yogi Prazani menegaskan, partisipasi perwakilan Lampung kali ini diarahkan untuk mengangkat isu-isu lokal ke ranah diskusi nasional. Salah satu gagasan utama yang mereka bawa adalah inisiatif Rumah Ibadah Hijau.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendorong lahirnya ide-ide segar terkait peran agama dalam mengatasi problem lingkungan. Salah satu gagasan yang ingin kami bawa adalah inisiatif Rumah Ibadah Hijau, yang mengintegrasikan kesadaran ekologis ke dalam ruang spiritual masyarakat,” ujar Yogi.

Baca Juga :  Implementasi Seni dan Budaya, Pelajar SMP Negeri 18 Mesuji Belajar Membatik

Ia menjelaskan, Rumah Ibadah Hijau dirancang tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan aksi lingkungan.

“Bayangkan masjid atau gereja yang tidak hanya menyemangati spiritualitas, tetapi juga mengajak jemaat menanam, daur ulang, dan menjaga lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Menurut Yogi, inisiatif tersebut bertujuan menjadikan agama sebagai landasan kesadaran ekologis yang konkret.

“Rumah ibadah hijau mencerminkan bagaimana nilai religius bisa berpadu dengan tanggung jawab lingkungan, memupuk sinergi antara iman dan aksi nyata,” tambahnya.

GUSDURian Lampung berharap gagasan tersebut dapat menyebar lebih luas melalui forum nasional.

Baca Juga :  UIN RIL-Kolej Dar al Hikmah Malaysia Siap Tindak Lanjuti Kerja Sama

“Tak hanya untuk Lampung, tetapi kami ingin gagasan ini memberi inspirasi bagi pembangunan rumah ibadah yang ramah lingkungan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, penggerak GUSDURian Lampung yang juga Direktur KLASIKA, Ahmad Mufid, menyoroti masalah intoleransi yang masih marak di berbagai daerah.

Menurutnya, akar persoalan intoleransi sering kali bukan sekadar perbedaan keyakinan, melainkan problem epistemologi.

“Sering kali, intoleransi berakar pada problem epistemologi cara kita memahami, mengelola, dan mendistribusikan pengetahuan. Di forum nasional ini, kami ingin mendiskusikan bagaimana gagasan Gus Dur bisa menjadi solusi untuk memperbaiki cara pandang masyarakat agar lebih inklusif dan toleran,” jelas Mufid.

Ia mengutip pandangan Gus Dur yang menulis bahwa “Perbedaan itu fitrah. Dan ia harus diletakkan dalam prinsip kemanusiaan universal.”

Baca Juga :  Optimalkan Pengelolaan Dosen, Unila Gelar Diskusi Bersama Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek

“KLASIKA dan Gusdurian Lampung mendorong setiap komunitas dan lembaga di daerah untuk terus membangun ruang dialogis, di mana berbeda tidak berarti berkonflik, tetapi peluang untuk saling memahami,” pungkasnya.

TUNAS Gusdurian 2025 dijadwalkan diikuti 1.500–2.000 peserta dari berbagai daerah, terdiri atas penggerak komunitas, akademisi, tokoh lintas agama, hingga pegiat masyarakat sipil.

Agenda kegiatan meliputi Konferensi Pemikiran Gus Dur dengan tiga tema utama: Agama sebagai Etika Sosial, Demokrasi dan Supremasi Sipil, serta Keadilan Ekologi.

Selain itu, akan digelar musyawarah gerakan dan festival gerakan yang menampilkan karya-karya kreatif dari komunitas seluruh Indonesia. (AMD)

Berita Terkait

PMII Lampung Gelar Doa Keselamatan Bangsa dan Haul ke-2 KH Nuril Huda
GUSDURian Lampung Gelar Kelas Penggerak untuk Kaderisasi Kepemimpinan Muda
Harlah ke 58, KOPRI PKC PMII Lampung Deklarasi Lawan Kekerasan Seksual
Pramuka dan PMII Lampung Kolaborasi Sedekah Oksigen
Guru Besar Unila Prof Sowiyah Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Pemprov Lampung
BPMP Lampung Tindak Lanjuti Evaluasi Festival Tunas Bahasa Ibu 2025
Biarawati Katolik Lulus di Universitas Muhammadiyah Lampung, Bukti Kampus Inklusif
Ketika Alam Dijadikan Kambing Hitam: Membongkar Akar Sistemik Bencana Ekologis

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 17:56 WIB

PMII Lampung Gelar Doa Keselamatan Bangsa dan Haul ke-2 KH Nuril Huda

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:08 WIB

GUSDURian Lampung Gelar Kelas Penggerak untuk Kaderisasi Kepemimpinan Muda

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:33 WIB

Harlah ke 58, KOPRI PKC PMII Lampung Deklarasi Lawan Kekerasan Seksual

Senin, 22 Desember 2025 - 21:24 WIB

Pramuka dan PMII Lampung Kolaborasi Sedekah Oksigen

Senin, 22 Desember 2025 - 18:56 WIB

Guru Besar Unila Prof Sowiyah Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Pemprov Lampung

Berita Terbaru

Pemerintahan

Data Ulang Alat Berat, Pemprov Lampung Bidik Optimalisasi PAD

Jumat, 9 Jan 2026 - 20:32 WIB