Pemprov dan Puspaga Pinggungan Sebuai Perkuat Kapasitas Konselor di Lampung

Senin, 3 November 2025 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) – Dalam rangka meningkatkan kualitas pengasuhan dan layanan keluarga di Provinsi Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar kegiatan Penguatan Konselor/Psikolog Puspaga Pinggungan Sebuai Tahun 2025 di Hotel Aston, Bandar Lampung, Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para konselor dan psikolog yang tergabung dalam Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), agar mampu memberikan pendampingan dan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, khususnya dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemenuhan hak anak.

Kabid Tumbuh Kembang Anak Dinas PPPA Provinsi Lampung Provinsi Lampung, Titik Suarani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan dalam memperkuat layanan konseling di tingkat daerah.

“Penguatan kembali bagi para konselor dan psikolog di lingkungan Puspaga Pinggungan Sebuai. Nantinya, layanan ini akan menjangkau masyarakat luas di seluruh Kabupaten/kota,” ujar Titik, Senin (3/11/2025).

Ia menambahkan, Puspaga Pinggungan Sebuai merupakan pusat pembelajaran keluarga yang dapat diakses masyarakat secara gratis. Saat ini, pelayanan didukung oleh 26 konselor yang bekerja secara sukarela dan terjadwal.

“Konseling juga bisa dilakukan secara online pada kerja, senin hingga jumat,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber dalam kegiatan ini, Guru Besar FKIP Unila Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd, yang juga ketua Puspaga Gaharu Metro, membawakan materi bertajuk “Sosialisasi Pengembangan Layanan Puspaga Menuju Standardisasi Puspaga.”

Baca Juga :  Klinik Unila Bersama Darma Wanita Edukasi Masyarakat tentang Deteksi dan Pencegahan Kanker Serviks

Dalam paparannya, Prof. Sowiyah menekankan pentingnya penyelenggaraan layanan Puspaga yang terstandar sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan memastikan hak anak terpenuhi dalam lingkungan yang aman, sehat, dan berdaya.

“Puspaga harus menjadi ruang aman bagi keluarga untuk belajar, berkonsultasi, dan mendapatkan dukungan psikologis maupun edukatif. Standardisasi diperlukan agar setiap Puspaga memiliki kualitas layanan yang setara dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan standardisasi tidak hanya mencakup aspek administratif, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang menjalankan layanan.

“Ada banyak macam dan metode yang bisa diterapkan dalam rangka penyuluhan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pengda IAKMI Lampung Gelar Musda, Yudian Murbantaka Nakhodai Pengcab IAKMI Mesuji

Prof. Sowiyah berharap melalui pelatihan ini, Puspaga di Provinsi Lampung dapat menjadi barometer nasional dan terus memperluas layanan.

“Salah satu catatan saya, Puspaga Pinggungan Sebuai dapat meningkatkan promosi dan mendekatkan diri ke masyarakat. Melalui melalui media, sekolah dan kegiatan-kegiatan edukatif dengan mengutamakan pencegahan dan menciptakan ruang aman bagi keluarga,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti pada seremonial, tetapi harus diikuti dengan langkah nyata di lapangan.

Melalui kegiatan penguatan ini, diharapkan Puspaga di seluruh daerah dapat semakin optimal dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat edukasi keluarga, penguatan pengasuhan, serta promosi nilai-nilai kesetaraan dan perlindungan anak. (Amd)

Berita Terkait

PW MDS Rijalul Ansor Lampung Rakor Persiapan Kegiatan Ramadhan
Terpilih Pimpin KAHMI Lamteng, Topan Aquardi Ajak Alumni Kompak
PMII Bandar Lampung Dorong Kemandirian Ekonomi Kader Lewat Entrepreneur Hub
LBH Dharma Loka Nusantara Menolak Amnesia Sejarah Lewat Diskusi ‘Membaca Nusantara #5’
Pencabutan HGU Cerminkan Sikap Kurang Kedepankan Prinsip Kepatutan
Komunitas Ruang Pojok dan Lampung Literature gelar Ngaji Bahasa: Membaca Nusantara #3
Komunitas Ruang Pojok dan Lampung Literature Gelar Ngaji Bahasa: Membaca Nusantara #3
Membaca Nusantara, Amnesia : Menggugat Delusi Kejayaan Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:26 WIB

PW MDS Rijalul Ansor Lampung Rakor Persiapan Kegiatan Ramadhan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:15 WIB

Terpilih Pimpin KAHMI Lamteng, Topan Aquardi Ajak Alumni Kompak

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:30 WIB

PMII Bandar Lampung Dorong Kemandirian Ekonomi Kader Lewat Entrepreneur Hub

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:38 WIB

LBH Dharma Loka Nusantara Menolak Amnesia Sejarah Lewat Diskusi ‘Membaca Nusantara #5’

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:29 WIB

Pencabutan HGU Cerminkan Sikap Kurang Kedepankan Prinsip Kepatutan

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

KADIN Lampung Tolak Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan dari India

Senin, 23 Feb 2026 - 16:57 WIB