Bandar Lampung, (Dinamik.id) – Majelis Jum’at Klasika Edisi Juni III menggelar diskusi bertajuk “Rupiah Melemah: Masyarakat Nggak Pakai Dolar” pada Jumat (3/7/2026) pukul 19.00–21.00 WIB di Rumah Ideologi Klasika, Jalan Sentot Alibasya Gang Pembangunan E/A5 No.121, Way Dadi, Bandar Lampung. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui akun TikTok @KlasikaLampung.
Diskusi menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Lampung H. Fauzi Heri, S.T., S.H., M.H. dan Presiden BEM Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL), Alfin Sanjaya, sebagai narasumber. Keduanya membahas dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap kehidupan masyarakat, termasuk bagi mereka yang tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan tersebut merupakan penutup rangkaian Majelis Jum’at Klasika Edisi Juni yang mengusung tema besar “Ekonomi: Ilusi Angka”. Sebelumnya, Klasika telah menggelar dua diskusi bertajuk “Ekonomi: Pengelolaan atau Penguasaan” dan “Uang dan Hidup Kita”.
Direktur Klasika, Ahmad Mufid, mengatakan tema penutup dipilih untuk memberikan pemahaman bahwa pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada pelaku usaha atau aktivitas perdagangan internasional, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat melalui kenaikan harga barang, biaya distribusi, dan daya beli.
“Selama ini banyak orang menganggap pelemahan rupiah hanya menjadi urusan pelaku bisnis atau mereka yang menggunakan dolar. Padahal, ketika nilai tukar rupiah melemah, dampaknya ikut terasa pada harga barang, biaya distribusi, hingga kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang mampu menjembatani isu ekonomi makro dengan pengalaman masyarakat di tingkat akar rumput,” ujar Ahmad Mufid.
Menurutnya, rangkaian diskusi selama Juni disusun secara bertahap agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai persoalan ekonomi, mulai dari pengelolaan ekonomi, hubungan uang dengan kehidupan masyarakat, hingga dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap kehidupan sehari-hari.
Majelis Jum’at Klasika terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang diskusi bagi akademisi, mahasiswa, pegiat organisasi, pemangku kebijakan, serta masyarakat untuk memperkuat literasi publik mengenai isu-isu ekonomi. (Amd)

Penulis : Ahmad Mufid
Editor : Pina haidar









