Yuni Karnelis: Keluarga Adalah Benteng Pertama Ketahanan Pangan

Sabtu, 22 November 2025 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung, (Dinamik.id) – Aggota DPRD Kota Bandarlampung dari Fraksi PKS, Yuni Karnelis, S.T.P., menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama ketahanan pangan serta modal utama dalam membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera. Penegasan ini ia sampaikan saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat (TBB), Minggu (22/11/2025).

 

Dalam paparannya, Yuni menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga mencakup akses, keterjangkauan, serta kemampuan keluarga dalam mengelola pangan secara baik.

Baca Juga :  Rezki Wirmandi Paparkan Nilai-Nilai Budaya Pancasila di Tengah Masyarakat dan Keluarga

 

“Keluarga adalah benteng pertama ketahanan pangan. Ketika kebutuhan pangan terpenuhi secara layak dan bergizi, maka pondasi kesejahteraan keluarga akan ikut terbentuk,” ujarnya.

 

Srikandi PKS ini juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal melalui pekarangan pangan, urban farming, dan pengelolaan bahan makanan secara mandiri. Menurutnya, langkah-langkah sederhana tersebut dapat menekan biaya hidup dan meningkatkan kualitas gizi keluarga.

 

“Pemanfaatan pekarangan dan edukasi gizi sangat penting, apalagi di tengah tingginya kebutuhan ekonomi. Kemandirian pangan harus dimulai dari rumah,” tambahnya.

Baca Juga :  H. Edison Hadjar, SE Sosialisasikan Nilai Kebenaran dalam PIP-WK di Enggal

 

Dalam kesempatan tersebut, Yuni mengapresiasi antusiasme warga Batu Putuk serta menegaskan komitmen DPRD Kota Bandarlampung dalam mendukung program ketahanan pangan dan pencegahan stunting.

 

“Ketahanan pangan bukan hanya isu ekonomi, tetapi bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila—khususnya gotong royong dan keadilan sosial. Jika kebutuhan dasar terpenuhi, keluarga akan lebih kuat, masyarakat lebih stabil, dan kualitas hidup meningkat,” tegasnya.

 

Kegiatan tersebut turut menghadirkan dua narasumber, yakni penyuluh pertanian Cepi Parman dan Ketua Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Lampung, Nenden Trisna Nursari.

Baca Juga :  Asroni Desak Evaluasi Total SPPG Usai Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Tiga Sekolah

 

Dalam paparan materi, Nenden menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis, baik sebagai pengelola rumah tangga maupun motor penggerak ekonomi keluarga.

 

“Perempuan memegang peran sentral dalam mengatur kebutuhan dapur, memilih bahan makanan, hingga memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup. Ketahanan pangan akan kuat bila perempuan diberdayakan,” tegas Nenden.(pin)

Berita Terkait

DPRD Bandar Lampung Minta Evaluasi Total SPMB 2026, Soroti Perencanaan dan Daya Tampung Sekolah
Kuota Dipertanyakan, DPRD Bandar Lampung Desak Transparansi SPMB
DPRD Bandar Lampung Paripurna Tetapkan Perda Pengelolaan BMD
DPRD Kota Bongkar Polemik Sekolah Siger: Hibah Ratusan Juta, Izin Belum Tuntas, Aset Disorot
Asroni: Verifikasi SMA Siger Jangan Jadi Ajang Legitimasi
Ada 48 RT di Pesawahan Diduga Jabatan ‘Hantu’, DPRD Desak Pemilihan Ulang
Romi Husin Minta Semua Hiburan Malam Tutup saat Ramadhan
DPRD Prihatin, Ratusan Petugas Kebersihan Bandar Lampung Menunggu Haknya

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPRD Bandar Lampung Minta Evaluasi Total SPMB 2026, Soroti Perencanaan dan Daya Tampung Sekolah

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:31 WIB

Kuota Dipertanyakan, DPRD Bandar Lampung Desak Transparansi SPMB

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:10 WIB

DPRD Bandar Lampung Paripurna Tetapkan Perda Pengelolaan BMD

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:40 WIB

DPRD Kota Bongkar Polemik Sekolah Siger: Hibah Ratusan Juta, Izin Belum Tuntas, Aset Disorot

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:28 WIB

Asroni: Verifikasi SMA Siger Jangan Jadi Ajang Legitimasi

Berita Terbaru

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau perkebunan tebu di Sugar Group Companies (SGC), Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang, Lampung, Rabu (26/8/2026). Amran optimistis produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun ini.

Ekonomi dan Kreatif

Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:50 WIB