Akademisi Nilai Pencabutan HGU SGC Turunkan Kepercayaan Investor

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id)-Pengemat Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB), Malang, Adhi Cahya Fahadayna, mengatakan perumusan kebijakan dalam pencabutan HGU secara sepihak tanpa melalui proses pengadilan dapat menimbulkan keraguan investor asing semakin meningkat.

“Ketika proses perumusan kebijakan tampil semrawut dan tidak terukur dengan kasus pencabutan HGU secara sepihak, keraguan investor akan melebar, dan tentunya ini indikasi kesenjangan visi Presiden yang terartikulasikan dengan baik di WEF Davos dan orientasi pelaksana di bawahnya.

Baca Juga :  Komut PTPN VII: Kuatkan Integritas Personel

Tanpa penyelarasan yang tegas atas prosedur, ritme, dan prioritas kebijakan, sangat sulit untuk membuat kepercayaan naik dan arus modal mengalir dengan stabil,” tuturnya, Senin (26/1).

Adhi menambahkan, saat ini Indonesia tengah memasuki fase “unpredictability” and “uncertainty” yang kian mengkhawatirkan.

Dari sisi kebijakan, derajat policy unpredictability meningkat karena terlalu banyak aturan lahir secara tergesa-gesa tanpa kepekaan terhadap konteks historis maupun kalkulasi dampak turunan yang niscaya.

Baca Juga :  Kapolres Pesawaran: “Aset PTPN VII Tanggungjawab Kami Juga!”

“Akibatnya, arah ekonomi terlihat kabur dan penuh jargon, minim sasaran konkret. Sehingga tata kelola kehilangan koherensi dan disiplin eksekusi yang semestinya menopang kredibilitas negara.

Terpisah, Pengamat kebijakan publik sekaligus Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan, pemerintah perlu bijaksana dan berhati-hati dalam persoalan pencabutan mendadak Hak Guna Usaha (HGU) Sugar Group Companies (SGC) seluas 85.000 hektar di Provinsi Lampung karena dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan investor.

Baca Juga :  SGC Gencarkan Sosialisasi Peluang Kerja guna Tingkatkan Ekonomi Rakyat Lampung

“Prinsip kehati-hatian diperlukan dalam konteks ini agar perlindungan hukum investasi dan para investor dijamin. Jangan sampai terkesan serampangan agar iklim investasi nasional tetap kondusif.” (Pin)

Penulis : Pina

Berita Terkait

PTPN I Perkuat Hilirisasi, Kembangkan Portofolio Produk Teh, Kopi, Cerutu hingga Cokelat
PTPN I Luncurkan Kopi Banaran Sachet, Perluas Pasar Premium
PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi
PTPN I Perkuat Hilirisasi Kopi Ijen Tingkatkan Daya Saing
Bupati Pringsewu Ingin UMKM Berkembang, Koperindag Bina Budidaya Jamur Tiram Sukoyoso
PTPN I Perkuat Bisnis Energi dan Manufaktur
PTPN I Raih Dua Penghargaan AHI 2026
KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:42 WIB

PTPN I Perkuat Hilirisasi, Kembangkan Portofolio Produk Teh, Kopi, Cerutu hingga Cokelat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:48 WIB

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

PTPN I Perkuat Hilirisasi Kopi Ijen Tingkatkan Daya Saing

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Bupati Pringsewu Ingin UMKM Berkembang, Koperindag Bina Budidaya Jamur Tiram Sukoyoso

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:12 WIB

PTPN I Perkuat Bisnis Energi dan Manufaktur

Berita Terbaru