Pesantren Harus Jadi Ruang Aman, PCNU Bandar Lampung Serukan Perlawanan Terhadap Kekerasan Seksual

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — PCNU Kota Bandar Lampung mengecam keras kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren yang terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan Kabupaten Mesuji, Lampung. Peristiwa ini dinilai menjadi peringatan bahwa ruang pendidikan berbasis agama belum sepenuhnya aman, terutama bagi perempuan dan anak.

Ketua PCNU Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo, S.Pt., M.M menilai kejadian ini telah mencederai marwah pesantren sebagai ruang pendidikan, pengasuhan, dan pembentukan moral yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, serta ajaran agama yang memuliakan martabat manusia.

Menurutnya, pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman bagi seluruh santri, terutama perempuan dan anak. Karena itu, segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.

Baca Juga :  Puskesmas Wiralaga Dinkes Mesuji, Luncurkan Inovda UUS Besti Kursi Biru dan Gajah Mati

“Kekerasan seksual bukan sekadar persoalan moral individu, melainkan bentuk pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan berbasis gender yang berdampak serius terhadap korban, baik secara fisik, psikis, sosial, maupun spiritual,” ujar Adji, Selasa (19/5/2026).

Is juga menyoroti bahwa dalam banyak kasus, korban justru menghadapi tekanan, stigma, intimidasi, hingga pembungkaman yang membuat mereka kesulitan memperoleh keadilan dan pemulihan.

Atas situasi tersebut, PCNU Kota Bandar Lampung menyatakan sikap dan komitmen sebagai berikut:

1. PCNU Kota Bandar Lampung berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dan penanganankekerasan seksual serta pengawasan terhadap pondok pesantren di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) sebagai lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan NU di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan.

2. Mengecam segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, tanpa pengecualian dan tanpa pembenaran apa pun.

Baca Juga :  Forum MWC NU se - Kota Bandar Lampung Bantah Isu Negatif, Tegaskan Dukungan untuk PCNU

3. Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus secara adil, transparan, dan berpihak kepada korban serta memastikan pelaku mendapatkan hukuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Menolak segala bentuk penyelesaian damai yang mengabaikan hak korban, menutupi kasus, atau melindungi pelaku atas nama menjaga nama baik lembaga.

5. Mendorong pengelola pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan untuk membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang berperspektif korban, termasuk menyediakan mekanisme pengaduan yang aman serta layanan pendampingan bagi korban.

6. Menuntut negara dan pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap lembaga pendidikan berbasis asrama serta memastikan implementasi perlindungan perempuan & anak anak serta pencegahan kekerasan seksual berjalan efektif

Baca Juga :  Qurban dan Nilai Kemanusiaan

7. Mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan budaya menyalahkan korban serta menciptakan ruang aman agar korban berani bersuara dan memperoleh pemulihan.

8. Menegaskan bahwa perlindungan terhadap korban harus menjadi prioritas utama, termasuk pemenuhan akses terhadap layanan kesehatan, pendampingan psikologis, bantuan hukum, serta dukungan sosial.

Adji menekankan bahwa lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan adalah hak setiap perempuan, anak dan santri. Karena itu, segala bentuk kekerasan seksual harus dilawan bersama demi terciptanya ruang pendidikan yang adil, aman, bermartabat, dan berpihak kepada korban.

“Melindungi korban adalah bentuk keberpihakan pada kemanusiaan dan keadilan,” pungkasnya. (Amd)

Berita Terkait

IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita
Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa
SELAMAT! 374 Siswa SMA YP Unila Berhasil Lolos Perguruan Tinggi hingga Luar Negeri
Keren Nih! Plt Bupati Lamteng Kunjungi Rumah Literasi Kalirejo Book Party
Majelis Jum’at Klasika Bahas Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:31 WIB

IJP Lampung Ramaikan Semarak HUT 81 RI Gelar Lomba Merdeka dalam Suka Cita

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Dies Natalis Universitas Saburai Momentum Penguatan dan Kematangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy untuk Guru

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:41 WIB

Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:17 WIB

Dari Dongeng hingga Badut, Cara Unik Komunitas Ini Bangkitkan Semangat Baca Anak Desa

Berita Terbaru