Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta BMKG Update ‘Real Time’ Perkembangan Erupsi GAK

Minggu, 6 September 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Hi Aprozi Alam.

i

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Hi Aprozi Alam.

Bandar Lampung (dinamik.id)-Anggota Komisi V DPR RI Hi Aprozi Alam meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau dan menginformasikan perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

Hal itu guna merespon keluhan masyarakat dan dampak hujan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung yang terus terus mengguyur wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu sejak Sabtu (5/9) malam.

“Pertama, kita meminta agar BMKG dapat terus memantau perkembangan terhadap perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kedua, kita meminta agar Basarnas Lampung dan Banten agar standby dan posko agar dapat diaktifkan,” ujar anggota Fraksi Golkar itu saat konfirmasi wartawan, Minggu (6/9) siang.

Baca Juga :  Peringati HPN, PWI Lampung Ingatkan untuk Jaga Kondusifitas

Menurut Aprozi Alam, pantauan BMKG sangat diperlukan sebagai salah satu pilar utama mitigasi dampak erupsi GAK. Meskipun pengawasan inti aktivitas magma dan status gunung api merupakan wewenang penuh dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pemantauan BMKG secara real time, lanjut Aprozi, dapat memastikan pergerakan debu vulkanik di atmosfer sebagai informasi keselamatan masyarakat dalam penerbangan, persiapan Pemerintah Pusat maupun daerah dalam mengambil kebijakan menjaga kesehatan masyarakat dari dampak bahaya abu vulkanik.

Penyeberangan Laut

Termasuk pula informasi terkait potensi tsunami. “Karena banyak masyarakat yang tidak mendapatkan penerbangan ke Lampung pun sebaliknya akibat penutupan bandara Soekarno Hatta yang beralih menggunakan transportasi laut,” kata Aprozi Alam.

Baca Juga :  Tercatat 311 Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Mesuji

Selanjutnya, ia meminta Kementerian terkait, Basarnas, BMKG, BNPB agar dapat berkomunikasi dengan Pemda terkait antisipasi bahaya abu vulkanik yang terus menyebar hingga Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu.

“Melalui koordinasi yang baik lintas badan, kementerian, dan Pemda, mitigasi dampak bencana dapat dilakukan sejak dini, mengingat kondisi GAK sampai saat ini berdasarkan laporan tim Basarnas dan BMKG masih terjadi erupsi,” tegasnya.

Anggota DPR asal Lampung itu juga menerangkan telah berkomunikasi dengan Basarnas Lampung, BPBD Lampung sejak Sabtu kemarin meminta agar menyiagakan personil 1×24 jam dalam rangka mitigasi bencana sejak dini.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Basarnas Lampung, BPBD Lampung sejak kemarin, meminta agar standby menyiapkan personil 1×24 jam di posko untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, dan kabarnya mereka sudah standby di Lampung Selatan. Siang ini, saya sedang bergerak menuju ke Lampung Selatan guna melihat dan memberikan dukungan pada personil yang standyby di posko GAK, dilanjutkan memantau aktivitas keamanan di penyeberangan Bakauheni,” kata Aprozi.

Baca Juga :  Giri Akbar Apresiasi MBG Lampung Tertinggi Nasional: 1,3 Juta Warga Telah Menikmati Makan Bergizi Gratis

Untuk kepastian keamanan masyarakat yang ingin melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Pelabuhan Merak, Banten, Aprozi Alam juga telah berkomunikasi dengan Kepala ASDP Bakauheni. “Informasi kepala ASDP Bakauheni, penyeberangan masih berjalan kurang lebih 3 NM atau 6 Km dari analisa nakhoda kapal yang beroperasi,” jelasnya. (Eka)

Penulis : Eka

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

PWI se Lampung Tegaskan Komitmen Sukseskan Konferensi dan Kick Of HPN Porwanas
Aris Tama, S.H. Dukung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berantas Kampung Narkoba: Bongkar Bandar, Selamatkan Generasi Muda
Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik
Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK
Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Aris Tama, S.H. Dukung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berantas Kampung Narkoba: Bongkar Bandar, Selamatkan Generasi Muda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Berita Terbaru

Provinsi

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Senin, 19 Okt 2026 - 16:38 WIB

Bisnis

PTPN I Perkuat Hilirisasi Kopi Ijen Tingkatkan Daya Saing

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:52 WIB