Bandar Lampung, (dinamik.id) — Kondisi pengelolaan aset sejarah di Lampung kembali menjadi sorotan setelah sejumlah arsip dokumentasi lama Museum Lampung ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di area belakang kompleks museum.
Temuan tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @dxltoo dan turut disebarluaskan oleh sejumlah akun informasi publik, di antaranya @kelilinglampung_ dan @lampungsche.
Tumpukan album dokumentasi masa lalu yang memuat foto-foto kegiatan museum pada era 1980-an hingga dokumentasi peninggalan prasejarah Lampung terlihat berserakan dan diletakkan di area belakang bangunan.
Unggahan yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan tersebut mendapat perhatian luas dari warganet. Hingga berita ini ditulis, unggahan terakhir tercatat memperoleh 3.699 tanda suka, 106 komentar, 213 kali diposting ulang, dan 135 kali dibagikan.
Dalam unggahan tersebut disebutkan, temuan bermula ketika seorang warga, Delto Komang, tidak sengaja melihat kondisi bagian belakang museum saat menghadiri sebuah acara.
Delto menyayangkan kondisi arsip yang menurutnya memiliki nilai sejarah tersebut. Alih-alih disimpan di ruang penyimpanan yang layak atau dimanfaatkan sebagai bagian dari edukasi publik, album-album dokumentasi tersebut terlihat diletakkan di luar ruangan tanpa perlindungan dan perawatan yang memadai.
Dalam foto yang beredar, tampak sejumlah lembaran album berisi dokumentasi aktivitas dan pameran museum pada masa lalu. Album-album tersebut terlihat menumpuk di atas kursi dan lantai dalam kondisi berdebu.
Dokumentasi visual semacam itu memiliki nilai penting sebagai bagian dari rekam jejak sejarah permuseuman dan kehidupan masyarakat Lampung. Karena itu, kondisi penyimpanan arsip menjadi perhatian, mengingat material berbasis kertas dan foto rentan mengalami kerusakan apabila terpapar debu, kelembapan, maupun kondisi lingkungan yang tidak sesuai.
“Apakah, arsip dokumentasi ‘Museum Lampung’ nggak sepenting dan seberharga itu?” demikian bunyi judul unggahan yang beredar.
Kondisi tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah komentar mempertanyakan perhatian pemerintah dan pengelola terhadap keberadaan arsip serta koleksi sejarah yang berada di lingkungan Museum Lampung.
“Pemimpinnya berbenah dong Lampung, buat museum-museum seperti di Jakarta,” tulis salah satu pengguna Instagram, Rhizkitama.
Komentar lainnya juga mempertanyakan kondisi pengelolaan museum dan arsip sejarah di Lampung.
Temuan ini mendorong munculnya harapan agar pemerintah daerah dan instansi terkait memberikan perhatian terhadap kondisi arsip tersebut. Langkah awal yang dinilai penting antara lain memastikan arsip segera diamankan, diinventarisasi, serta diperiksa kondisinya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Selain penyelamatan fisik, keberadaan dokumentasi lama tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi Museum Lampung sebagai ruang edukasi dan pelestarian sejarah.
Jika dinilai layak, sebagian arsip dapat didigitalisasi maupun ditampilkan sebagai bagian dari informasi sejarah museum sehingga dapat diakses oleh masyarakat dan generasi mendatang.
Kondisi ini sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi tata kelola penyimpanan dan pemeliharaan arsip sejarah di lingkungan permuseuman Lampung. (Amd)

Penulis : Ahmad Mufid
Editor : Pina haidar









