Menilik Digitalisasi Pendidikan, Apakah Relevan Mendukung Pembelajaran

Kamis, 5 Januari 2023 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar lampung (dinamik.id) – Teknologi informasi, laju perkembangannya semakin pesat. Aktivitas masyarakat pun perlahan beralih ke dunia digital. Hal tersebut bisa dilihat dari kegiatan ekonomi, proses tranksaksi jual beli ramai dilakukan melalui media sosial. Sama halnya dengan
dunia politik, pencitraan partai dan kampanye nilai-nilai marak dilakukan di dunia virtual. Begitupun dengan dunia pendidikan.

Semasa pandemi covid-19 memuncak, pendidikan digital merupakan alternatif terbaik agar proses pembelajaran tetap berjalan ditengah aktivitas publik dibatasi sebagai upaya menghentikan laju penularan virus tersebut.

Lalu, setelah situasi pandemi mereda hingga kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dicabut oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, apakah pendidikan digital relevan untuk diterapkan.

Menjawab pertanyaan tersebut Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Mulyadi Sukri, mengatakan, metode pembelajaran daring memang diterapkan semasi pandemi. Tapi hal itu dianggap kurang efektif dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :  Pastikan Pilkada Metro Aman Kondusif, Pjs. Walikota dan Forkopimda Kunjungi Posko Paslon

“Menurutnya, pendidikan tatap muka lebih bagus karena siswa lebih mudah memahami pelajaran dimana terdapat interaksi langsung antara siswa dengan guru,” terangnya saat diwawancarai Selasa (03/01/23).

Menjawab pertanyaan yang sama, Akedemisi sekaligus kepala prodi Teknik Informatika Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Dr. Chairani, S.Kom., M.Eng mengatakan, metode pembelajaran tatap muka dan daring sama-sama efektif menjadi sarana transformasi pengetahuan.

“Akan tetapi, proses mendidik karakter dan etika mahasiswa akan sulit dilakukan jika pembelajaran melalui daring. Seperti mendisiplinkan dan menegur mahasiswa jika menyalahi aturan via online tidak efektif dilakukan,”tambahnya saat diwawancarai Kamis (05/01/23).

Menurutnya pembelajaran di kampus tidak hanya proses transfer ilmu. Melainkan juga, terdapat pendidikan yang membentuk etika dan daya juang mahasiswa. Hal itu lebih mudah sampai jika pembelajarannya tatap muka.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (UNILA), Bani Syafi’i, mengatakan, Kemajuan digital disatu sisi memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan informasi. Semisal mahasiswa ingin mengetahui bagaimana aktivitas masyarakat di Jerman, mahasiswa dengan mudah menemukannya di internet.

Baca Juga :  SKB Tiga Menteri Tetapkan 18 Agustus 2025 Hari Cuti Bersama

Atau mahasiswa ingin mengetahui pariwisata di Australia, dengan mengunakan smartphone mahasiswa bisa melihat bagaimana indahnya pariwisata disana.

Sementara untuk metode pembelajaran terdapat beberapa jurusan yang kurang efektif jika diterapkan metode daring. Semisal prodi sejarah, jika online mahasiswa akan dengan mudah mengantuk saat mendengar penjelasan dari dosennya.

Metode pembelajaran via zoom dan via online lainnya, mahasiswa kerap hanya mengikuti tanpa menyimak dengan sungguh-sungguh. Menanggapi hal tersebut menurutnya hal itu tergantung moral mahasiswa itu sendiri.

“Jika moral mahasiswa buruk, baik pembelajaran ofline maupun online, ia tidak akan menyimak pembelajaran dan tidak menghargai dosennya, begitupun sebaliknya,” terangnya saat diwawancarai via WhatsApp Rabu (04/01/23).

Baca Juga :  Dua Oknum Ayah Tiri di Lamteng Gagahi Anak Tiri Ditangkap

Sementara itu mahasiswi dan sekaligus Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) Meri Aprya mengatakan, pendidikan digital hanya mungkin digunakan semasa pandemi covid-19. Oleh karena hal itu adalah solusi terbaik agar proses pendidikan tetap berjalan ditengah upaya penghentian laju penularan virus corona.

“Akan tetapi jika melihat situasi normal, sebuah situasi yang terlepas dari ancaman corona, pendidikan digital atau daring kurang efektif. Hal tersebut dikarenakan mahasiswa akan sangat sulit memahami pelajaran,”tambahnya saat diwawancarai Rabu (04/01/23).

“Apalagi, tidak terdapat dinamika mahasiswa ketika pembelajaran daring. Karena tidak ada aktivitas diskusi di lorong-lorong kelas ketika menunggu datangnya dosen dan tidak ada pembicaraan apapun dikantin selepas jam kuliah, padahal aktivitas tersebut intens dilakukan ketika kuliah tatap muka,”terangya. (Sandi)

Berita Terkait

PWI se Lampung Tegaskan Komitmen Sukseskan Konferensi dan Kick Of HPN Porwanas
Aris Tama, S.H. Dukung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berantas Kampung Narkoba: Bongkar Bandar, Selamatkan Generasi Muda
Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik
Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK
Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:15 WIB

PWI se Lampung Tegaskan Komitmen Sukseskan Konferensi dan Kick Of HPN Porwanas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Aris Tama, S.H. Dukung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berantas Kampung Narkoba: Bongkar Bandar, Selamatkan Generasi Muda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Ketua Karang Taruna Lampung Instruksikan Jajaran Siaga Sikapi Erupsi GAK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Berita Terbaru

Bisnis

PTPN I Perkuat Hilirisasi Kopi Ijen Tingkatkan Daya Saing

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:52 WIB

Bisnis

PTPN I Perkuat Bisnis Energi dan Manufaktur

Jumat, 16 Okt 2026 - 15:12 WIB