ASN Pemprov Harus Beradaptasi dengan Transformasi Digital

Rabu, 13 Juli 2022 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (dinamik.id) — Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada saat ini sedemikian pesatnya dan tidak dapat terhindarkan terutama pada organisasi pemerintah. Dimana pola yang dulunya dikerjakan secara konvensional kini saatnya mengalami perubahan beralih atau bertransformasi ke arah digital.

Demikian disampaikan oleh Achmad Chrisna Putra Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Lampung pada pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung Jumat (08/07/2022).

Untuk itu transformasi digital di instansi pemerintah sangat penting terkait dengan konsep dasar, kebijakan dan tantangan yang dihadapi dalam membangun organisasi digital di lingkungan kerja masing-masing.

Baca Juga :  Riana Sari Buka Rakor GOPTKI Seluruh Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung

“Sebagai pemimpin administrator tentunya harus memiliki kemampuan dalam manajemen dan kepemimpinan kinerja, kemampuan untuk memimpin ASN di bawahnya pejabat pengawas atau analis dan staf lainnya sehingga apa yang menjadi target organisasi akan mudah tercapai,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya organisasi memiliki tantangan baik inovasi, pengembangan SDM dan kemampuan berkolaborasi sehingga menuntut kompetensi untuk berpikir inovatif, menguasai teknologi digital, membangun kolaborasi.

Baca Juga :  Data Ulang Alat Berat, Pemprov Lampung Bidik Optimalisasi PAD

Lebih lanjut menurutnya yang paling utama bagi para pejabat administrator adalah bagaimana mengelola perubahan tersebut sehingga bisa memecahkan masalah yang ada dimana tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan sosok pemimpin yang berperan sebagai motor penggerak pelayanan, berkompeten dan berkinerja tinggi.

Saat ini, sambungnya, pemerintah gencar memperbaiki kinerja ASN secara digital yang diharapkan akan menghasilkan ASN yang smart, yang menguasai teknologi.

Organisasi yang tidak mampu beradaptasi akan menjadi kurang kompetitif, sehingga organisasi harus melakukan transformasi digital di era yang berbasis teknologi ini.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Launching Tim Tanggap Insiden Siber Provinsi Lampung

Kebijakan digitalisasi pemerintah dimulai dengan diterbitkannya Inpres No 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi nasional e-government, Perpres No 95/2018 tentang SPBE dan perpres No 39/2019 tentang Satu Data Indonesia dan kebijakan lainnya yang harus dipahami oleh pejabat administrator.

“Tapi dalam perjalanannya masih terdapat tantangan dalam pembangunan digital organisasi sehingga pejabat administrator harus dapat beradaptasi terhadap hal-hal yang perlu dilakukan di lingkungan kerjanya masing-masing.” (Nazar/Red)

Berita Terkait

CV Salim Jaya Konstruksi Rekanan Jalan Bulukarto-Mataram Diduga Abaikan Pengawas dan Dinas PUPR
Lukman Pura Kembali Jabat Direktur RSUDAM, Sekprov Marindo: Percepat Pelayanan!
KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan
Ketua KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lampung Jadi Pilot Project Daerah Lain
Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan
Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu
Rekanan Jalan Bulukarto–Mataram Diduga Abaikan Aturan, Terancam Dibongkar
Kekeringan Hingga Gagal Panen, Petani Pringsewu Tagih Janji Bupati

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

CV Salim Jaya Konstruksi Rekanan Jalan Bulukarto-Mataram Diduga Abaikan Pengawas dan Dinas PUPR

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Lukman Pura Kembali Jabat Direktur RSUDAM, Sekprov Marindo: Percepat Pelayanan!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:34 WIB

KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Ketua KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lampung Jadi Pilot Project Daerah Lain

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB