Ingin HPN dan Porwanas 2027 Sukses di Lampung, Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Saya Dulu Anggota PWI DKI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (dinamik.id)-Dukungan Ketua MPR RI Ahmad Muzani terhadap pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung tidak sekadar dukungan seorang pejabat negara.

Di baliknya terdapat perjalanan panjang Muzani bersama dunia jurnalistik, bahkan sejak sebelum dirinya terjun ke politik dan berada di lingkaran Presiden Prabowo Subianto.

Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah bersama jajaran menemui Ahmad Muzani di rumah dinas Ketua MPR RI, Komplek Widya Chandra Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Baca Juga :  Pelabuhan Pelindo 2 Panjang Raih Peringkat Kedua Terbaik Tingkat Regional

Pertemuan tersebut membahas kesiapan Lampung menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 mendatang.

Muzani memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan venue pertandingan Porwanas. Ia meminta seluruh sarana pertandingan dipersiapkan secara matang agar pelaksanaan agenda olahraga wartawan tingkat nasional tersebut berjalan sukses.

“Sejak sekarang harus sudah melakukan penataan. Soal Porwanas persiapkan venue, persiapkan dengan baik,” ujar Muzani.

Ia juga mendorong agar dukungan sponsor untuk HPN mulai dikonsolidasikan sejak dini. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha penting untuk memperkuat dukungan terhadap agenda nasional insan pers tersebut.

Baca Juga :  Pindang dan Sambal Terasi Menu Favorit Ketua MPR Ahmad Muzani saat Kunjungi Dapil

Dukungan Muzani terhadap dunia pers memiliki akar sejarah yang panjang. Profil resmi Fraksi Partai Gerindra mencatat, Muzani mengawali kariernya sebagai wartawan Majalah Amanah pada 1989.

Muzani juga tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada periode 1990–1996. Dalam perjalanan jurnalistiknya, ia bahkan mengikuti ujian wartawan muda PWI DKI Jakarta pada 1991.

Dalam sebuah audiensi dengan PWI, Muzani mengenang salah satu pertanyaan dalam ujian tersebut, ketika seorang wartawan menemukan kecelakaan di jalan saat sedang meliput, apakah harus membantu korban atau menulis berita terlebih dahulu. Muzani memilih membantu korban terlebih dahulu.

Baca Juga :  Resmi Dibuka, Karang Indah Mall Beroperasi 24 Jam

Bagi Muzani, pilihan tersebut menggambarkan prinsip dasar jurnalistik bahwa kemanusiaan dan kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.

“Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati,” kata Muzani. (Eka)

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 06:01 WIB

Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB