Sulpakar Instruksikan Dinas PUPR Mesuji Tangani Banjir di Desa Rejo Binangun

Minggu, 31 Juli 2022 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mesuji (Dinamik.Id) — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mesuji bersama masyarakat setempat melakukan gotong royong pembersihan saluran irigasi dan material pasca banjir yang menerjang Desa Rejo Binangun, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.

Kepala Bidang Bina Marga, Endra Oktafandi mewakili Kepala Dinas PUPR Mesuji, Ridwan Zulkipli mengatakan, banjir telah surut dan pihaknya bersama masyarakat serta perangkat daerah lainnya tengah melakukan pembersihan dan perbaikan.

“Sesuai arahan Penjabat Bupati Mesuji Pak Sulpakar, hari ini kami dibantu dengan sejumlah masyarakat dan pemerintah desa langsung di tugaskan untuk melakukan perbaikan saluran irigasi penyebab banjir serta bersih-bersih pasca banjir kemarin,” ujar Kabid Bina Marga, Endra Oktafandi melalui sambungan telepon, Minggu (31/7/2022).

Endra juga menjelaskan, upaya penanganan jangka pendek dan jangka panjang pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Mesuji Bersama Kadis PUPR Cross Check Ruas Jalan dan Dermaga

“Penanganan jangka pendek saat ini kami telah menerjunkan alat-alat berat dengan dibantu masyarakat masih melakukan gotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat dengan sampah maupun material lainnya. Untuk penanganan jangka panjang, ke depan akan berupaya dibuat perbaikan saluran oleh tim irigasi agar tidak lagi terjadi penyumbatan dan bencana banjir,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, pasca hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Mesuji selama berjam-jam, membuat salah satu rumah warga atas nama Supriyanto (35) beralamat RK 02/RT 01, Desa Rejo Binangun, Kecamatan Simpang Pematang, terendam banjir mencapai setinggi 75 centimeter.

Ketika dikonfirmasi, Supriyanto mengaku memang rumahnya sudah sering jadi langganan banjir ketika musim hujan. Hal itu karena letak rumahnya yang berada di dekat aliran drainase yang tidak mampu menampung debit air yang melintas ketika hujan turun.

Baca Juga :  Usai libur Hari Raya Idul Fitri, PJ Bupati Tubaba Pastikan Pelayan Ksehatan Tetap Berjalan Lancar

“Ketika musim hujan, rumah saya pasti kebanjiran. Ini karena siring nya kecil dan tidak mampu menampung debit air yang besar, walaupun tidak lama tapi air sampai ke dalam rumah bertahan lebih satu jam,” kata Supriyanto, Sabtu (30/7/2022).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Mesuji Sunardi Nyerupa mengatakan, hasil mitigasi timnya di lapangan terdapat penyumbatan beberapa saluran air yang mengakibatkan banjir. Dimana kondisi siring dan jembatan tidak mampu menampung debit air yang melintas. Alhasil, banjir pun pasti terjadi saat hujan turun.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menurunkan alat berat membersihkan saluran air yang tersumbat. Selain itu kami juga mendata korban untuk memberikan bantuan berupa logistik dan peralatan rumah tangga,” kata Sunardi Nyerupa.

Sementara itu, selain merendam rumah warga, banjir juga membuat kolam seluas satu hektar milik warga bernama Boiman yang berisi ikan gurame dan nila siap panen ludes terkena luapan air yang mengakibatkan gagal panen dan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga :  Kasus Ketenagakerjaan di Bandar Lampung Menurun, 20 Kasus Diselesaikan di Disnaker

“Kolam saya seluas satu hektar berisi ikan gurame sebanyak 30 ribu ekor dan ikan nila 10 ribu ekor. Akibatnya saya gagal panen dan merugi hingga puluhan juta rupiah. Karena sudah selama enam bulan ikan ini saya pelihara, terkena banjir,” ungkap Boiman.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Mesuji dari Partai NasDem Aisyah sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mesuji agar segera menangani persoalan ini, agar banjir tidak meluas.

“Saya berharap ini bisa jadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mesuji, untuk segera ditangani agar banjir tidak meluas ke permukiman warga yang lain,” jelasnya (MORE/RED)

Berita Terkait

Lukman Pura Kembali Jabat Direktur RSUDAM, Sekprov Marindo: Percepat Pelayanan!
KPK Jadikan Program Pendidikan Antikorupsi Gubernur Lampung Percontohan
Ketua KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lampung Jadi Pilot Project Daerah Lain
Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan
Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu
Rekanan Jalan Bulukarto–Mataram Diduga Abaikan Aturan, Terancam Dibongkar
Kekeringan Hingga Gagal Panen, Petani Pringsewu Tagih Janji Bupati
Pemkab Lampung Barat Lampaui Target Nasional, Capaian TLRHP BPK Tembus 84,09%

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Lukman Pura Kembali Jabat Direktur RSUDAM, Sekprov Marindo: Percepat Pelayanan!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Ketua KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lampung Jadi Pilot Project Daerah Lain

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Pilkakon Waluyojati, Panitia Ingatkan Calon dan Timses Patuhi Aturan

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung Pringsewu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Rekanan Jalan Bulukarto–Mataram Diduga Abaikan Aturan, Terancam Dibongkar

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB