Bukan Cuma Hujan! Andika Wibawa Sebut Tata Kota Sumber Masalah Banjir

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Lampung asal daerah pemilihan Bandar Lampung Andika Wibawa.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Lampung asal daerah pemilihan Bandar Lampung Andika Wibawa.

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Bandar Lampung tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan. DPRD Lampung menilai persoalan tersebut berkaitan erat dengan masalah tata kota, perubahan jalur sungai, hingga kerusakan kawasan resapan air akibat pembangunan yang tidak terkendali.

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, mengatakan salah satu penyebab banjir adalah kondisi sungai yang tidak lagi berada pada jalur alaminya. Sejumlah sungai mengalami pengkolan atau belokan akibat pembangunan di sekitarnya sehingga aliran air tidak lagi lancar.

“Secara konsep yang penting aliran air itu dilancarkan. Kalau sungai dibelokkan atau jalurnya terganggu, tentu akan berdampak pada aliran air,” kata Andika, Minggu, 8 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

addgoogle

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, pemerintah sebenarnya memiliki peta wilayah yang memuat jalur sungai, kawasan bangunan, hingga area yang seharusnya menjadi jalur aliran air. Namun dalam praktiknya, jalur tersebut kerap tidak terjaga sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Perpanjangan Pemutihan Pajak Dinilai Tepat, DPRD Dorong Perbaikan Sistem Pelayanan dan Sosialisasi

Andika juga menilai persoalan banjir tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada pemimpin daerah saat ini. Sebab, sistem tata kota merupakan warisan perencanaan yang sudah berlangsung sejak lama.

“Perencanaan kota seharusnya sudah matang sejak awal. Kepala daerah sekarang sering menghadapi kesulitan karena mereka melanjutkan sistem kota yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan konsep perencanaan kota pada masa lalu, seperti di Batavia, yang sejak awal telah mengatur jalur jalan, drainase, dan sistem tata kota secara rapi. Penataan tersebut, menurut dia, membuat sistem pengelolaan air lebih tertata.

Selain faktor tata kota, Andika menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ia menilai persoalan banjir tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat.

Baca Juga :  Pemprov dan DPRD Lampung Tandatangani MoU Kebijakan KUA-PPAS APBD 2026

“Harus ada kesadaran bersama. Masyarakat juga harus menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membangun di area yang seharusnya menjadi jalur air,” kata dia.

Ia juga menyoroti kerusakan lingkungan yang dinilai memperparah banjir di Bandar Lampung. Kota ini dikelilingi sejumlah bukit yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air.

Namun sebagian kawasan tersebut kini mengalami penggundulan akibat pembangunan perumahan.

“Bukit-bukit yang dulu menjadi daerah resapan sekarang banyak yang gundul karena pembangunan perumahan. Akibatnya, air tidak terserap dan langsung mengalir ke bawah,” ujarnya.

Beberapa wilayah seperti Panjang, Bumi Waras, dan Teluk Betung, menurut dia, hampir setiap tahun terdampak banjir karena menjadi titik akhir aliran sungai sebelum menuju laut.

“Pelabuhan Panjang itu tempat buangan dari sungai-sungai yang mengalir dari daerah atas menuju laut. Kalau alirannya tidak lancar, tentu wilayah di bawah akan terdampak,” kata Andika.

Baca Juga :  Sekolah Tahan Ijazah, Budiman AS Minta Pemkot Bandar Lampung Turun Tangan

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua sungai berada di bawah kewenangan pemerintah kota.

Sebagian di antaranya merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui instansi pengelola sumber daya air.

Karena itu, Andika menilai penanganan banjir harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota, pengelola sumber daya air, dan masyarakat.

“Kalau mau ada solusi, harus duduk bersama. Termasuk dalam menentukan izin pembangunan agar tidak merusak lingkungan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah Wali Kota Eva Dwiana yang turun langsung meninjau lokasi banjir dan memberikan bantuan kepada warga terdampak.

“Sebagai kepala daerah, itu bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Minimal turun membantu dan memastikan warga terdampak mendapatkan perhatian,” pungkasnya. (Amd)

Berita Terkait

Mikdar Ilyas Desak Kebijakan Pro-Rakyat untuk Atasi Ketimpangan Ekonomi Lampung
Duka Keluarga Abizar, DPRD Lampung Dalami Dugaan Kelalaian Medis di RSIA
Ketua Komisi I DPRD Lampung Apresiasi Kejati Buka Blokir Rekening PT PSMI
Dari Aspirasi Jadi Realisasi, DPRD Lampung Minta Jalan Dibangun Tahan Lama dan Berdampak Ekonomi
Dorong UMKM Naik Kelas, BRIN dan Komisi X DPR RI Gelar Bimtek Pemasaran di Lampung
Pengawasan Berlapis, DPRD Pastikan Kualitas Pembangunan Jalan Tetap Terjaga
DPRD Lampung Minta Kejaksaan Tidak “Pukul Rata” Penanganan Kasus PSMI
BK DPRD Lampung Tegaskan Kasus Dugaan Pelanggaran Etik Andy Roby Tetap Berjalan

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:43 WIB

Duka Keluarga Abizar, DPRD Lampung Dalami Dugaan Kelalaian Medis di RSIA

Jumat, 10 April 2026 - 19:11 WIB

Ketua Komisi I DPRD Lampung Apresiasi Kejati Buka Blokir Rekening PT PSMI

Jumat, 10 April 2026 - 11:51 WIB

Dari Aspirasi Jadi Realisasi, DPRD Lampung Minta Jalan Dibangun Tahan Lama dan Berdampak Ekonomi

Kamis, 9 April 2026 - 16:52 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, BRIN dan Komisi X DPR RI Gelar Bimtek Pemasaran di Lampung

Rabu, 8 April 2026 - 15:00 WIB

Pengawasan Berlapis, DPRD Pastikan Kualitas Pembangunan Jalan Tetap Terjaga

Berita Terbaru

Pringsewu

Kasus Dugaan Perundungan Pelajar di Pringsewu Berakhir Damai

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:53 WIB

Bandar Lampung

Digitalisasi “Pepesan Kosong” Di RSUD Ryacudu Kotabumi

Rabu, 15 Apr 2026 - 12:40 WIB

Pringsewu

Bupati Pringsewu Canangkan Desa Cantik

Rabu, 15 Apr 2026 - 12:38 WIB