DPRD Lampung Dorong Pemerintah Pastikan Pasar bagi Kedelai Lokal

Selasa, 4 November 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) — Di tengah upaya meningkatkan produktivitas kedelai lokal, para pelaku usaha tahu dan tempe di Lampung justru masih bergantung pada kedelai impor.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, mendorong pemerintah daerah menyiapkan desain kebijakan yang memastikan hasil panen petani kedelai terserap pasar secara berkelanjutan.

“Kita mengapresiasi pemerintah yang sudah melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka mendorong ketahanan pangan di Lampung,” ujar Khoir sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, Lampung memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas kedelai. Selain didukung tanah yang subur dan lahan yang luas, kedelai bisa menjadi alternatif komoditas bagi petani selain padi dan jagung.

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampung Minta Legislator Awasi Dapur Makan Bergizi Gratis

“Kemarin kita baru melaksanakan panen raya kedelai di Kabupaten Lampung Utara. Ini tentu menjadi salah satu dukungan untuk para petani kita. Lampung ini tanahnya sangat subur, lahannya luas, bisa diberdayakan untuk mendorong petani mengambil alternatif lain selain padi, beras, jagung, juga kedelai,” katanya.

Khoir menilai, agar pengembangan kedelai berkelanjutan, pemerintah perlu menyiapkan desain kebijakan yang sistematis mulai dari pembinaan, sosialisasi, hingga hilirisasi.

Ketua Fraksi PKB ini juga menekankan pentingnya memastikan rantai distribusi dan pasar bagi petani agar tidak kesulitan menjual hasil panen.

“Tentu harus ada proses yang didesain secara sistematis oleh pemerintah. Jangan sampai sudah nanam, tapi bingung menjualnya,” jelasnya.

Terkait masih banyaknya pelaku usaha tahu dan tempe di Lampung yang memilih kedelai impor dengan alasan harga dan kualitas, Khoir menilai hal itu justru menjadi tantangan sekaligus peluang.

Baca Juga :  Tak Berpihak pada Honorer, Deni Ribowo Desak Revisi UU ASN

“Itu justru menjadi pendorong. Karena tahu dan tempe ini kan sudah jadi bagian dari menu makan bergizi masyarakat. Kalau pasokan bahan baku dari Lampung bisa tersedia dengan kualitas baik, tentu para pelaku usaha akan memilih kedelai lokal daripada impor,” ujarnya.

Khoir menambahkan, Komisi II DPRD Lampung akan menjadwalkan rapat dengar pendapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membahas langkah strategis memperkuat budidaya dan pemasaran kedelai di Lampung.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertahanan RI, Panglima TNI, dan Kementerian Pertanian melakukan panen raya kedelai unggul di lahan 30 hektar di Prokimal, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga :  DPRD Lampung Siap Sidak dan Panggil Perusahaan Air Permukaan, Kejar Kebocoran PAD

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengapresiasi TNI Angkatan Laut yang berhasil mengembangkan pilot project kedelai unggul di Lampung Utara. Menurutnya, keberhasilan ini membuka peluang besar untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

“Kedelai sangat cocok dikembangkan di Lampung. Jika dipadukan dengan produksi jagung yang besar, kita dapat menghasilkan pakan ternak murah dan memperkuat kedaulatan pangan nasional,” ujar Gubernur.

Gubernur berharap dukungan dari Kementerian Pertanian agar Lampung dapat ditetapkan sebagai sentra pengembangan kedelai nasional. (Amd)

Berita Terkait

Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia
Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh
Reses Bongkar Jerat Judi Online, Andriano: Berantas dari Hulu
Pendapatan Daerah Menurun, Pemprov Lampung Sesuaikan RAPBD-P 2026
Gabah Lampung Tembus Rp8.000, Imelda Soroti Aturan Distribusi ke Luar Daerah
Kemarau Berdampak pada Pertanian, Warga Payung Batu Minta Bantuan Pompa Air
Wakil Ketua l DPRD Lampung Minta Bapeda Optimalkan PAD Demi Perkuat Fiskal Daerah

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:35 WIB

Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia

Rabu, 9 September 2026 - 14:51 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh

Rabu, 9 September 2026 - 12:50 WIB

Reses Bongkar Jerat Judi Online, Andriano: Berantas dari Hulu

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Pendapatan Daerah Menurun, Pemprov Lampung Sesuaikan RAPBD-P 2026

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

Gabah Lampung Tembus Rp8.000, Imelda Soroti Aturan Distribusi ke Luar Daerah

Berita Terbaru