HPI 2023, NGO Desak Perempuan Maksimalkan Peran di Panggung Politik

24 Organisasi Perempuan Berkolaborasi dengan KNPI Lampung

Bandar Lampung (dinamik.id)–Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR bersama 24 organisasi perempuan berkolaborasi dengan KNPI Lampung menyelenggarakan Hari Perempuan Internasional (HPI) 2023 dengan tema “Sejauh Mana Agenda Politik Perempuan Menjadi Prioritas”.

Bacaan Lainnya

Agenda yang melibatkan 100 peserta ini berlangsing di Aula DPD KNPI Propinsi Lampung, Rabu 8 Maret 2023.

Kegiatan ini melibatkan penanggap dari anggota legislatif Jauharoh Haddad (Ketua Bapemperda Propinsi Lampung), Iqbal Ardiansyah (ketua DPD KNPI Propinsi Lampung), Vony Reyneta (politisi Perempuan), Handitya Narapati (politisi muda).

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi perempuan DAMAR, Ana Yunita Pratiwi, M.Pd. International Women’s Day tahun ini mengangkat tema “Embrace Equity”yang mengandung makna bahwa semua pihak dapat menantang stereotipe gender, menentang diskriminasi, menarik perhatian pada bias, dan mengupayakan inklusi.

“Untuk itu, kita menyatukan lintas isu, jaringan politisi, anggota legislatif untuk bersama menolak stereotype, diskriminasi dan menguapayakan inklusi. Di momentum menyambut Pemilu 2024 ke depan, kami akan mengkonsolidasikan suara kelompok perempuan dan minoritas untuk menjadi agenda politik perempuan dan menjadi perhatian bersama,” tutur Ana.

Ketua Bapemperda DPRD Propinsi Lampung Jauharoh Haddad menjelaskan perjuangan untuk perlindungan dan pemenuhan hak-hak perempuan di legislatif.

“Kita perempuan yang harus menyuarakan, berdialog dengan aleg lain agar usulan kita bisa diterima. Alhamdulillah di propinsi Lampung kami memperjuangkan Perda No. 2 tahun 2021 tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Propinsi Lampung,” ujar mantan Ketua Umum PB Kopri Pusat itu

Ketua KNPI Propinsi Lampung Iqbal Ardiansyah mengatakan siap membuka ruang pengaduan untuk pelaporan kekerasan yang dialami penyandang disabilitas.

“KNPI siap membuka ruang pengaduan untuk korban kekerasan dengan disabilitas. Kita semua berpengaruh terhadap perempuan termasuk politik. Maka tugas kita harus selalu memberikan pemahaman/edukasi politik pada seluruh perempuan,” ujarnya.

Politisi Perempuan Vony Reyneta mengatakan periode 2019-2024 anggota dewan perempuan terpilih di Propinsi Lampung belum mencapai 30%. Maka diharapkan anggota dewan periode selanjutnya harus punya porsi lebih dan lebih punya perspektif terhadap isu perempuan.

“Mari dukung pemenuhan keterwakilan perempuan 30% di parlemen” tegasnya.

Peringatan IWD 2023 ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh narasumber dan seluruh organisasi yang hadir sebagai komitmen bersama, yang mengangkat 3 isu. Yakni mengakhiri Kekerasan Berbasis Gender (KBG), perubahan iklim yang berdampak pada kemiskinan dan kesehatan perempuan dan anak, serta pemenuhan kesehatan seksual dan reproduksi dan HIV/AIDS. (Naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *