Pasutri Asal Kalirejo Negeri Katon Jadi Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang

Rabu, 5 April 2023 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN (dinamik.id) – Sepasang suami istri warga Desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, kembali menjadi korban dukun pengganda uang (Slamet Tohari ) di Banjar Negara Jawa Tengah.

Camat Negeri Katon Enggo Pratama mengatakan, selain pasangan Irsad dan Wahyu Triningsih, warganya Suheri dan Riani juga menjadi korban pembunuhan dukun pengganda uang asal Jawa Tengah.

Baca Juga :  Sulpakar: HKN Ke-59, Jadi Momentum Transformasi Kesehatan Untuk Indonesia Maju

“Ada dua pasang suami istri asal Pesawaran yang menjadi korban pembunuhan tersebut, dan tadi saya dengan pihak kepolisian telah mendatangi rumah keduanya untuk meminta keterangan dari keluarga,” ujarnya. Rabu 5 April 2023.

Dirinya mengatakan, korban atas nama Suheri pergi bersama istri dari 25 Juli 2021 dan hilang kontak dengan keluarga pada tanggal 8 September 2021 lalu.

Baca Juga :  Besok 16 Desa di Mesuji Menggelar Pilkades Serentak, Ini Pesan Pj Bupati Sulpakar

“Kalau korban ini, berpamitan kepada keluarga untuk berangkat kerja bangunan di Tulung Agung, dengan membawa uang sejumlah Rp15 juta dan satu unit Mobil Daihatsu Xenia,” ujar dia.

Dirinya mengatakan, keluarga para korban ini akan berangkat ke Banjar Negara Jawa Tengah untuk melakukan autopsi, guna memastikan identitas para korban.

Baca Juga :  Gedung UPT KIR Dishub Pemkot Bandar Lampung Resmi Pindah ke Rajabasa

“Korban kan kondisinya sudah menjadi tengkorak, sehingga pengidentifikasian harus autopsi menggunakan anak para korban, kemungkinan besok mereka berangkat dengan difasilitasi oleh Polres Pesawaran,” kata dia.

“Kalau sudah autopsi, pihak keluarga juga langsung mengurus pemulangan jenazah para korban, karena keluarga meminta, korban dimakamkan di Lampung,” katanya. (Naz)

Berita Terkait

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Tubaba Santuni 100 Anak Yatim dan Piatu
Pemkab Tubaba Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Korupsi
Pemkab Tubaba Gelar Pasar Murah, 1.800 Liter Minyakita dan 200 Sak Beras SPHP Ludes Diserbu Warga
Kasus Korupsi SPPT PBB-P2 Pringsewu Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Dua Tersangka Ditahan
Area Kerja SEGSS Dipasang Pembatas, Tidak Terlihat Aktivitas Pengeboran
Disdukcapil Pringsewu Jemput Bola ke Pekon, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan
Disdukcapil Pringsewu Pastikan Layanan Tetap Berjalan Meski Terapkan WFH Tiap Jumat Kedua
Belanja Pegawai Masih di Atas 30 Persen, Pringsewu Tak Buka Formasi CPNS 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:37 WIB

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Tubaba Santuni 100 Anak Yatim dan Piatu

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:32 WIB

Pemkab Tubaba Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Korupsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:24 WIB

Kasus Korupsi SPPT PBB-P2 Pringsewu Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Dua Tersangka Ditahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:43 WIB

Area Kerja SEGSS Dipasang Pembatas, Tidak Terlihat Aktivitas Pengeboran

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:33 WIB

Disdukcapil Pringsewu Jemput Bola ke Pekon, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan

Berita Terbaru

Tulangbawang Barat

Pemkab Tubaba Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Korupsi

Selasa, 14 Jul 2026 - 18:32 WIB