Dinas BMBK Provinsi Lampung Antusias Ikuti Festival Krakatau 2023

Sabtu, 8 Juli 2023 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (dinamik.id) — Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung antusias mengikuti agenda Festival Krakatau (K-Fest) 2023 yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung di PKOR Way Halim Bandarlampung, Sabtu 8 Juli 2023.

Diketahui acara tersebut diadakan selama dua hari yaitu 7 dan 8 Juli 2023 dengan berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan, festival topeng, pentas musik hingga pemecahan rekor MURI.

Pada hari pertama (7 Juli) hanya ada satu kegiatan yaitu Festival Ekraf Lampung yang dimulai pukul 09.00 WIB. Pesertanya adalah UMKM dan berkolaborasi dengan Lampung Culinary Community (LCC).

Hari kedua (8 Juli) terbagi empat kegiatan. Pertama pemecahan rekor MURI makan Engkak Ketan pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB.

Kemudian lomba mewarnai dan pentas seni anak pukul 07.30 WIB sampai selesai, diikuti peserta dari TK, PAUD dan siswa SD.

Ketiga, Lampung Mask Culture Carnival, pukul 13.30 -17.35 WIB yang dibuka langsung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Baca Juga :  Rakor Bunda Literasi, Gubernur Harapkan Sinergitas Program Literasi Provinsi dengan Kab/Kota

Agenda terakhir adalah Sparkling Night K-Fest 2023 yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai yang akan diisi sejumlah artis ibu kota, seperti Dide Hijau Daun dan Kangen Band.

Sebelumnya, Kepala Dinas Parekraf Lampung Bobby Irawan mengatakan K-Fest 2023 mengusung konsep baru, yaitu budaya topeng (tuping) Lampung.

Pasalnya Lampung terkenal dengan budaya topeng yang sudah menjadi cirikhas dari sejumlah kabupaten, sehingga perlu diangkat sebagai Upaya melestarikan budaya bangsa.

Baca Juga :  65.303 KPM di Bandar Lampung Terima Bantuan Pangan Pemerintah

Tahun tahun K-Fest 2023 juga menawarkan kegiatan yang unik, sebab masyarakat tak hanya hadir sebagai penonton tapi juga diajak terlibat secara aktif.

Baik yang menonton dan yang kirab, semua mengenakan topeng, ini akan kita lombakan untuk masyarakat. Sehingga masyarakat akan merasa memiliki, bahwa ini adalah festival milik masyarakat Lampung, bukan festival milik kelompok tertentu,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait

KOMPASS–IKMAPAL Bentuk Panitia Kajian Lingkungan Hidup dan SDM Papua
Papa Rock n Roll Bakal Gemparkan Tubaba, Tunggu Tanggal Mainnya!
Hari Desa Nasional 2026, Seluruh Tiyuh dan Kecamatan di Tubaba Gelar Aksi Lingkungan
Pemkab Pringsewu Gandeng Mbizmarket, Buka Jalan Digitalisasi Pengadaan dan UMKM Lokal
Kamis Beradat Resmi Berlaku di Lampung, Bahasa Daerah dan Batik Jadi Identitas
BAZNAS Tubaba Salurkan Beasiswa Pendidikan ke 48 Siswa SD dan SMP
HUT ke-75 Pekon Nusawungu, Bupati Ajak Warga Perkuat Gotong Royong
Data Ulang Alat Berat, Pemprov Lampung Bidik Optimalisasi PAD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:21 WIB

KOMPASS–IKMAPAL Bentuk Panitia Kajian Lingkungan Hidup dan SDM Papua

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:21 WIB

Papa Rock n Roll Bakal Gemparkan Tubaba, Tunggu Tanggal Mainnya!

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:53 WIB

Hari Desa Nasional 2026, Seluruh Tiyuh dan Kecamatan di Tubaba Gelar Aksi Lingkungan

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:34 WIB

Pemkab Pringsewu Gandeng Mbizmarket, Buka Jalan Digitalisasi Pengadaan dan UMKM Lokal

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:20 WIB

Kamis Beradat Resmi Berlaku di Lampung, Bahasa Daerah dan Batik Jadi Identitas

Berita Terbaru

Bandar Lampung

KOMPASS–IKMAPAL Bentuk Panitia Kajian Lingkungan Hidup dan SDM Papua

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:21 WIB

Tulangbawang Barat

Papa Rock n Roll Bakal Gemparkan Tubaba, Tunggu Tanggal Mainnya!

Jumat, 16 Jan 2026 - 14:21 WIB