Tiga Kades di Lamsel Dukung Pembangunan Jalan Cor Swadaya Masyarakat

Senin, 8 Juli 2024 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan (dinamik.id) – Jalan yang terletak di wilayah perbatasan Desa Karang Sari, Desa Jati Mulyo dan Desa Fajar Baru kondisinya memperihatinkan.

Masyarakat yang khawatir akan memakan korban dan berdampak negatif terhadap mobilitas perekonomian membentuk panitia pelaksana pembangunan jalan cor lintas 3 Desa dengan menggunakan Dana dari Swadaya Masyarakat dan sumbangan Para Donatur.

Gunsu Nurmansyah selaku Sekretaris panitia pelaksana pembangunan jalan cor lintas 3 Desa mengatakan secara geografis terletak pada 3 wilayah perbatasan desa dengan panjang ± 300 m2 yang menghubungkan 4 lingkungan RT yaitu RT.02 A dan RT.02B Dusun Tanjung Raya Desa Karang Sari, RT.28B Dusun IID Desa Jati Mulyo, dan RT.01 Dusun I Desa Fajar Baru yang masuk dalam satu Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.

Baca Juga :  Camat Simpang Pematang Bersama Pemdes Margo Rahayu, Berbagi Takjil Kepada Warga

“Akibat kondisi jalan yang rusak di penuhi lubang terlebih di musim penghujan di penuhi genangan air dan khawatir memakan korban serta berdampak negatif, dengan penuh rasa kepedulian kami terhadap jalan tersebut, kami berinisiasi mandiri dan sepakat membentuk Panitia Pelaksana Pembangunan Jalan Cor Lintas 3 Desa menggunakan Dana Swadaya Masyarakat dan sumbangan Para Donatur,”kata Gunsu Nurmansyah, dalam rilis yang diterima Senin 8 Juli 2024.

Lanjutnya, pelaksanaan pembangunan jalan cor dilakukan dengan cara gotong royong secara bertahap setiap minggunya. Untuk tahapan pertama dilakukan pada hari/tanggal Minggu, 7 Juli 2024 dengan panitia pelaksana mengundang 3 Kepala Desa dalam peletakan batu pertama sebagai bentuk dukungan bersama antara Aparatur Desa dan Masyarakat Desa.

Baca Juga :  Senyum Semringah, 208 Mahasiswa KKN UIN Raden Intan di Sambut Camat RJU beserta Jajaran

“Hal itu demi keberhasilan penyelesaian Pembangunan jalan cor lintas 3 Desa tersebut. Disamping itu juga kegiatan ini dapat membangun atau mempererat silaturahmi yang baik antar tiap lingkungan RT,“jelasnya.

Gunsu menambahkan, pihaknya sudah melakukan pengukuran dan perencanaan pembangunan jalan yang telah disepakati jika jalan di bangun di cor. Pemilihan jalan cor tentunya memiliki kelebihannya yaitu diantaranya lebih kuat menahan genangan air dibandingkan dengan bahan material lain, umur atau daya tahan tahan lama serta lebih aman untuk dilalui karena sulit untuk terjadinya amblas.

“Harapannya pembangunan jalan cor lintas 3 Desa ini dapat memberikan manfaat besar bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Dengan dukungan yang tepat dari berbagai pihak terkait, kami yakin bahwa proyek pembangunan ini akan berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan dalam jangka Panjang,” tuturnya.

Baca Juga :  HUT RI ke-79, Pemkab Tubaba Rayakan Jalan Sehat dan Senam Bersama

Sementara itu, Presidium Komite Pemantau Kebijakan Anggaran Daerah (KPKAD) Gindha Ansori Wayka mengapresiasi langkah di lakukan oleh masyarakat 3 desa di Lampung Selatan tersebut.

“Tentu kita apresiasi, artinya apa yang dilakukan masyarakat 3 desa terhadap kerusakan jalan lintas perbatasan itu bagian dari langkah nyata. Tanpa terlebih dahulu mendokumentasikan kemudian di viralkan dan hal semacam itu yang patut di contoh,” kata Gindha di kantornya.

Kami juga menghimbau, lanjut Gindha. Untuk pemerintah bisa memberikan perhatian dan kemudian menganggarkan pembangunan jalan khususnya jalan yang terletak di perbatasan yang menghubungkan antar desa. (*)

Berita Terkait

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 06:01 WIB

Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB