Ardjuno Komitmen Tingkatkan Produktivitas Kopi di Lampung melalui Teknologi dan Kebijakan Pertanian

Senin, 14 Oktober 2024 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut 02, Arinal Djunaidi dan Sutono (Ardjuno), berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas kopi di Provinsi Lampung.

Pasangan Ardjuno, menekankan potensi besar kopi Lampung dan pentingnya penerapan teknologi yang tepat untuk meningkatkan hasil produksi.

“Kopi kita sekarang tidak hanya terbatas pada robusta, tetapi juga jenis kopi lainnya yang terus dikembangkan. Namun, kita harus memperhatikan bagaimana teknologi dapat diterapkan secara efektif, terutama karena banyak perkebunan kopi berada di kawasan hutan yang harus dijaga kelestariannya,” ungkap Arinal pada debat pasangan calon gubernur Lampung, Minggu, 13 Oktober 2024.

Baca Juga :  Arinal Djunaidi Sambut Pesta Rakyat Pringsewu dengan Reog dan Senam Bersama Warga Sukoharjo

Arinal menyebutkan bahwa di Kabupaten Lampung Barat, produktivitas sudah mencapai 4 ton per hektare, dan ini akan menjadi fokus utama ke depan.

Sementara itu, calon wakil gubernur Sutono menambahkan bahwa salah satu tantangan utama adalah rendahnya produktivitas kopi di beberapa daerah.

“Kami akan memastikan konektivitas antara petani dan pendamping lapangan dalam hal budidaya kopi. Kombinasi penggunaan pupuk organik akan menjadi kebijakan utama, dan program peremajaan kopi juga akan terus digalakkan,” katanya.

Baca Juga :  Milenial Beraksi Guncang Lampung Timur Dengan Program "Tanya Mba Ela”

Sutono berharap, melalui upaya ini, pendapatan petani kopi bisa meningkat signifikan, melebihi Rp46 juta per tahun. Selain itu, regulasi dan kebijakan terkait kopi juga menjadi perhatian. Sutono menekankan perlunya perbaikan regulasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas hingga 6-7 ton per hektare.

“Kami sepakat, kualitas kopi Lampung harus ditingkatkan, baik dari segi teknologi maupun bibit unggul yang digunakan,” tambahnya.

Baca Juga :  Bawaslu Lampung Gencarkan Sosialisasi Cegah Politik Uang Menjelang Pilkada 2024

Arinal juga optimis bahwa dengan penerapan teknologi yang tepat dan bibit kopi berkualitas, Lampung akan menjadi penghasil kopi arabika unggul.

“Insya Allah, jika semua ini bisa dijalankan, produksi kopi Lampung akan meningkat pesat dan kesejahteraan petani juga akan terjamin,” tutupnya.

Pasangan Ardjuno berharap langkah-langkah tersebut dapat mendorong pertumbuhan sektor kopi di Lampung, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan yang baik. (Amd)

Berita Terkait

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan
Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M
Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia
Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh
Reses Bongkar Jerat Judi Online, Andriano: Berantas dari Hulu
Pendapatan Daerah Menurun, Pemprov Lampung Sesuaikan RAPBD-P 2026

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:40 WIB

DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan

Kamis, 24 September 2026 - 08:57 WIB

Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M

Selasa, 15 September 2026 - 16:35 WIB

Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia

Kamis, 10 September 2026 - 21:32 WIB

Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB