Komisi II DPRD Lampung Terima Audiensi Nelayan Rajungan Tiga Kabupaten

Jumat, 24 Januari 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II, Fatikhatul Khoiriyah, menjelaskan bahwa nelayan rajungan menyampaikan keluhan terkait pembagian wilayah tangkap yang sering menimbulkan konflik

i

Anggota Komisi II, Fatikhatul Khoiriyah, menjelaskan bahwa nelayan rajungan menyampaikan keluhan terkait pembagian wilayah tangkap yang sering menimbulkan konflik

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Komisi II DPRD Provinsi Lampung menerima audiensi dari Persatuan Kelompok Nelayan Rajungan yang berasal dari tiga kabupaten, yakni Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tulang Bawang. Pertemuan ini membahas berbagai permasalahan yang dihadapi para nelayan kecil, termasuk pembagian wilayah tangkap dan akses bahan bakar.

Anggota Komisi II, Fatikhatul Khoiriyah, menjelaskan bahwa nelayan rajungan menyampaikan keluhan terkait pembagian wilayah tangkap yang sering menimbulkan konflik. Meskipun telah ada kesepakatan antara nelayan besar dan kecil, implementasinya sering tidak berjalan dengan baik.

“Wilayah tangkap yang seharusnya menjadi hak nelayan kecil sering kali diambil oleh nelayan besar dengan alat tangkap modern. Hal ini menyebabkan nelayan kecil merasa dirugikan,” ujar Khoir, sapaan akrabnya, Kamis (24/1).

Baca Juga :  Muktamar NU Ke-35, Mbak Khoir: PKB dan NU Satu Akar, Satu Cita-Cita, Satu Napas Perjuangan

Konflik ini memaksa para nelayan berebut wilayah tangkap untuk memperoleh hasil rajungan yang menjadi sumber utama penghasilan mereka.

Berdasarkan penuturan nelayan, Khoir menjelaskan bahwa nelayan kecil umumnya menggunakan alat tangkap sederhana dan kapal kecil, sehingga daya jangkau mereka terbatas dibandingkan dengan nelayan besar yang menggunakan kapal modern dan alat yang lebih memadai.

Selain masalah wilayah, nelayan juga mengeluhkan terbatasnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Saat ini, SPBN hanya tersedia di Lampung Timur, tepatnya di Labuhan Maringgai, sementara di Lampung Tengah dan Tulang Bawang belum tersedia.

Baca Juga :  Andika Wibawa Turun ke Masyarakat, Sosialisasikan Perda Pencegahan Narkoba di Bandar Lampung

“Tidak adanya SPBN baik di lampung tengah ataupun tulang bawang, juga jadi masalah mereka, karena kebutuhan bbm mereka setiap harinya juga banyak,” tambah Khoir

Permasalahan lain yang disampaikan adalah minimnya jaminan keamanan bagi nelayan. Mereka sering mengalami kehilangan alat tangkap akibat perompakan di laut. Namun, laporan kepada aparat penegak hukum (APH) setempat sering kali tidak ditindaklanjuti dan diarahkan ke Polda Lampung.

“Ada nelayan di tulang bawang yang mengalami perompakan, pencurian alat tangkap. Persoalannya ketika mereka melaporkan ke aph setempat. Aph setempat tidak bisa melakukan tindak lanjut dan diarahkan kepolda lampung,” katanya.

Baca Juga :  Aprilliati Serap Keluhan Warga Sukadana Ham

Khoir, yang juga ketua Fraks PKB DPRD Lampung menegaskan, Komisi II akan mendalami permasalahan ini dengan menggelar rapat internal serta memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap hak dan kesejahteraan nelayan.

“Rajungan memiliki potensi ekonomi yang besar karena hasil tangkapan nelayan diekspor dalam bentuk olahan. Kami akan mencari solusi untuk memastikan hak dan kesejahteraan nelayan terpenuhi,” tutupnya. (Amd)

Berita Terkait

Cegah Air Lindi Cemari Sungai, Rizaldi Adrian Tekankan Pembenahan TPA Bakung
Narkoba Terus Berulang, Yanuar Irawan Desak Evaluasi Penanganan Narkoba, Hak Pendidikan Anak Harus Dilindungi
Ketua DPRD Lampung : Energi Muda KMHDI Dibutuhkan untuk Kemajuan Daerah
DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan
Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M
Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia
Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Cegah Air Lindi Cemari Sungai, Rizaldi Adrian Tekankan Pembenahan TPA Bakung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Narkoba Terus Berulang, Yanuar Irawan Desak Evaluasi Penanganan Narkoba, Hak Pendidikan Anak Harus Dilindungi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Ketua DPRD Lampung : Energi Muda KMHDI Dibutuhkan untuk Kemajuan Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:40 WIB

DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan

Kamis, 24 September 2026 - 08:57 WIB

Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun untuk Hilirisasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:48 WIB

Provinsi

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Senin, 19 Okt 2026 - 16:38 WIB