Raker UIN RIL 2025, Sekjen Kemenag RI: Kampus Harus Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 20 Februari 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA, menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam di Indonesia harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Hal ini disampaikannya secara daring dalam Rapat Kerja (Raker) 2025 UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) pada Kamis (20/2/2025). Sementara itu, jajaran pimpinan UIN RIL mengikuti acara secara luring di Ballroom kampus.

Raker yang berlangsung pada 19-20 Februari 2025 ini mengusung tema Pengembangan Kelembagaan Menuju Rekognisi Internasional. Acara tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan dan sivitas akademika UIN RIL.

Dalam paparannya, Prof Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa meskipun dirinya tidak hadir secara fisik di Lampung, ia memiliki kedekatan dengan kampus ini sejak menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Islam. “Lampung bukan kampus yang asing bagi saya. Dulu, saya sering berkunjung ke sana dan menyaksikan pembangunan yang pesat,” ujarnya.

Baca Juga :  Rektor Terima Audiensi dari Bank Syariah Indonesia

Sekjen Kemenag RI menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi Islam dalam membangun peradaban Islam yang berpengaruh di tingkat global. Ia mengutip penelitian dari seorang akademisi Inggris yang menyebut tiga universitas paling berpengaruh dalam dunia Islam, yakni Universitas Al-Azhar di Mesir, Universitas Madinah di Arab Saudi, dan Al-Mustafa International University di Iran.

“Mereka berpengaruh bukan karena peringkat akademiknya, tetapi karena alumninya tersebar luas dan menjadi rujukan keagamaan di berbagai negara,” jelasnya.

Baca Juga :  SPI Gelar Bimtek Manajemen Risiko dalam Proses Bisnis Perguruan Tinggi Negeri

Dalam konteks ini, ia mendorong PTKIN di Indonesia untuk bercita-cita menjadi salah satu kiblat studi Islam dunia.

“Kita memiliki komunitas akademik yang bisa kita promosikan ke tingkat internasional. Namun, kita perlu mengembangkan kajian keislaman yang dapat diakui secara global,” imbuhnya.

Menurut Prof Kamaruddin, keunggulan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari pemeringkatan internasional, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat.

“Janggal rasanya jika ada kampus Islam besar di suatu daerah, tetapi masyarakat di sekitarnya tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik atau masih banyak yang berada dalam kemiskinan,” katanya.

Ia menegaskan, para akademisi harus memastikan perguruan tinggi Islam berkontribusi secara nyata dalam kehidupan sosial.

Baca Juga :  Daffa Banoe Berkesempatan Belajar di Hanyang University Lewat IISMA

“Kita memiliki ribuan majelis taklim di Indonesia. Ini adalah modal besar yang menunjukkan bahwa keberagamaan kita berdampak langsung di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Prof Kamaruddin mengajak seluruh pimpinan UIN RIL untuk lebih memikirkan bagaimana kampus dapat menjadi pusat perubahan yang nyata.

“Keberadaan kampus tidak boleh hanya sebatas mengajar dan meneliti. Kampus harus berdaya guna bagi masyarakat sekitar, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial,” tegasnya.

Raker 2025 UIN RIL ini diharapkan dapat merumuskan strategi yang lebih konkret untuk meningkatkan daya saing dan rekognisi internasional, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam kehidupan masyarakat. (Pin)

Berita Terkait

Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung
Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!
Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031
Kelas Logika Kalirejo Book Party dan SMP Xaverius Kalirejo: Mengasah Nalar Kritis Pelajar
UTB Lampung Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Pesisir Barat
Dospulkam IPB, SEAMEO BIOTROP, dan Polinela Selenggarakan Pelatihan Circular Economy Pada Guru-Guru
Senat Unila Tetapkan Muhammad Akib Jadi Ketua Panitia Pemilihan Rektor 2027–2031
IKA SUKA Lampung Resmi Reorganisasi, Menteri PPPA Tekankan Soliditas Alumni

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Prof Asep Sukohar Yakin Mampu Majukan Unila, Ini Rekam Jejaknya!

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Menunaikan Amanah Menjaga Marwah Akademik, Prof. Warsito Mendaftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Kelas Logika Kalirejo Book Party dan SMP Xaverius Kalirejo: Mengasah Nalar Kritis Pelajar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:16 WIB

UTB Lampung Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Pesisir Barat

Berita Terbaru

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau perkebunan tebu di Sugar Group Companies (SGC), Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang, Lampung, Rabu (26/8/2026). Amran optimistis produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun ini.

Ekonomi dan Kreatif

Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:50 WIB