JPPR Lampung Sebut KPU Pesawaran Lalai

Senin, 24 Februari 2025 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan calon bupati dan wakil bupati kabupaten Pesawaran terpilih, Aries Sandi – Supriyanto. MK berpendapat pencalonan Aries Sandi tidak memenuhi persyaratan administratif.

Menanggapi putusan MK ini, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Lampung mempertanyakan keputusan KPU Pesawaran yang meloloskan pencalonan Aries Sandi – Supriyanto sebagai calon bupati dan calon wakil bupati kabupaten Pesawaran pada Pilkada 2024.

“JPPR selaku lembaga pemantau yang konsen dalam mengawal proses demokrasi dan kepemiluan, mempertanyakan tahap penelitian berkas atau administrasi bakal calon oleh KPU Pesawaran. Terlebih tahapan ini memiliki waktu kurang lebih satu bulan (27 Agustus – 21 September 2024). Seharusnya KPU bisa mendeteksi persoalan ini dan tidak sampai berujung ke MK,” kata Ketua JPPR Lampung, Anggi Barozi, Senin (24/02/2025).

Baca Juga :  JPPR Lampung Minta Seleksi PPK Berlangsung Transparan

Anggi menilai, dengan putusan MK ini terdapat indikasi kelalaian yang dilakukan oleh KPU Pesawaran dalam memeriksa kelengkapan persyaratan administrasi calon bupati dan calon wakil bupati.

“Fenomena ini merupakan preseden buruk bagi demokrasi dan penyelenggaraan pemilu di Lampung. Semestinya persoalan kelengkapan administrasi bisa diselesaikan sebelum pemilihan bukan justru terungkap di MK,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh lembaga pemantau pemilu di Lampung untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Pesawaran.

Selain itu, ia juga mengapresiasi keputusan MK yang telah berkomitmen untuk menjaga serta mengawal berjalannya proses demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

Ia juga menyampaikan, keputusan MK yang mendiskualifikasi Aries Sandi – Supriyanto harus ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

“MK berpendapat persyaratan administrasi Aries Sandi cacat secara hukum. Artinya terdapat indikasi pembiaran oleh lembaga penyelenggara pemilu dan pemalsuan data oleh paslon yang bersangkutan,” pungkasnya.

Baca Juga :  JPPR Sebut Kotak Kosong Ancaman Demokrasi dan Kualitas Pemilihan

Diketahui sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menyampaikan putusan hasil perselisihan pemilihan kepala daerah (PHP-Kada) Pesawaran, Senin (24/02/2025). Dalam putusan tersebut MK resmi mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 1 Aries Sandi – Supriyanto.

MK meyakini Aries Sandi belum pernah menyelesaikan pendidikan dan lulus ujian akhir pendidikan SLTA/SMA sederajat. Karena itu secara materil Aries Sandi Darma Putra tidak berhak atas Surat Pengganti Ijazah (SKPI). Karena secara materil SKPI adalah surat pernyataan bahwa pemilik SKPI adalah orang yang telah menyelesaikan pendidikan dan lulus ujan akhir pendidikan SLTA/SMA.

Terkait ujian paket C Aries Sandi, MK meyakini menang ada ujian persamaan tahun 1995 di Kota Bandar Lampung. Akan tetapi Mahkamah tidak memperoleh keyakinan bahwa Aries Sandi telah mengikuti ujan persamaan tersebut.

Baca Juga :  Syukron Muchtar Minta Hormati Putusan MK Terkait PSU Pilkada Pesawaran

“Berdasarkan seluruh alat bukti dan fakta dalam persidangan, antara lain pengakuan Pihak Terkait dalam persidangan tanggal 17 Februari 2025, Mahkamah meyakini bahwa Ares Sandi Darma Putra atau Aris Sandi tidak pernah menyelesaikan pendidikan Kelas 3 SMA baik di SMA Arjuna maupun SMA/SLTA atau yang sederajat,” kata Hakim MK Ridwan Mansyur dikutip dari siaran YouTube MK.

“Berdasarkan pertimbangan hukum sebagaimana diuraikan di atas Mahkamah menilai penerbitan SKPI Paket Kesetaraan bertanggal 19 Jul 2018 atas nama Aries Sandi Darma Putra adalah cacat hukum secara materi dan karenanya menurut Mahkamah dokumen tersebut tidak dapat dipergunakan sebagai pengganti ijazah SLTA sederajat untuk memenuhi persyaratan sebagai pasangan calon Bupati Pesawaran dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Tahun 2024,” tambahnya. (AMD))

Penulis : Mufid

Berita Terkait

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah
Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Akademisi Lampung Sebut Sekda Miliki Keunggulan Kontinuitas Menjadi Pj Kepala Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 06:01 WIB

Arsip Dokumentasi Bersejarah Museum Lampung Ditemukan Terbengkalai di Area Belakang Gedung

Berita Terbaru

Ekonomi dan Kreatif

PTPN I Raih Dua Penghargaan AHI 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 17:18 WIB