Waspada Campak! 24 Kasus Suspek Ditemukan di Pringsewu, Dua Sudah Positif

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU, (Dinamik.id) – Kasus suspek campak di Kabupaten Pringsewu mengalami peningkatan pada tahun 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat hingga 13 Maret 2026 terdapat 24 kasus terduga campak, dua di antaranya telah terkonfirmasi positif setelah melalui pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Dr. Hadi Muhtarom, mengatakan sebagian besar sampel masih dalam proses pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta.

“Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2025 lalu yang hanya terdapat 18 kasus suspek campak. Namun setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, seluruh kasus tahun lalu dinyatakan negatif,” ujar Hadi Muhtarom saat diwawancarai. Jumat, (13/3/2026).

Baca Juga :  Ini Penyebab Sijago Merah Lahap Gedung Perpustakaan SMP Satu Atap Pagelaran Utara

Ia menjelaskan, dari 24 kasus suspek campak pada tahun ini, baru enam sampel yang telah keluar hasil pemeriksaannya dari Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta.

“Hasilnya, dua kasus dinyatakan positif campak dan empat kasus negatif campak maupun rubella. Sementara 18 kasus lainnya masih dalam proses pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah benar campak atau bukan,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, dua kasus positif campak ditemukan di Kecamatan Pagelaran. Sementara untuk kasus suspek atau terduga campak paling banyak ditemukan di Kecamatan Pringsewu dan Gadingrejo, masing-masing lima kasus.

Menurut Hadi, penyebaran campak biasanya lebih rentan terjadi di wilayah dengan cakupan imunisasi yang belum merata, kepadatan penduduk tinggi, serta mobilitas masyarakat yang aktif.

Baca Juga :  Hendra Septiawan Mendaftarkan diri Sebagai Bakal Calon Bupati Kabupaten Pesawaran ke Partai NasDem

“Faktor lain yang mempengaruhi adalah masih adanya anak yang belum mendapatkan imunisasi campak atau MR secara lengkap serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi,” katanya.

Meski demikian, secara umum cakupan imunisasi MR (Measles Rubella) di Kabupaten Pringsewu telah mencapai 95 persen dari sasaran anak, sesuai target pemerintah untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Pringsewu terus melakukan berbagai langkah, di antaranya memperkuat surveilans penyakit di seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan, melaksanakan imunisasi rutin dan imunisasi kejar, serta melakukan penyuluhan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Pringsewu Adi Erlansyah Hadiri Pengajian Akbar Di Ponpes Sunan Jatiagung

Selain itu, pihaknya juga melakukan investigasi epidemiologi jika ditemukan kasus suspek campak, serta berkoordinasi dengan sekolah, kader kesehatan, dan pemerintah desa untuk meningkatkan cakupan imunisasi.

Hadi juga mengimbau para orang tua agar memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak atau MR secara lengkap sesuai jadwal.

“Jika anak mengalami demam yang disertai ruam merah pada kulit, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa campak sebenarnya dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi, sehingga peran orang tua sangat penting dalam melindungi anak dari penyakit tersebut. (Rhn)

Penulis : Raihan

Editor : Pina

Berita Terkait

Pemilik Lahan Baku Sawah Pajaresuk Diduga Abaikan Pemerintah, Alih Fungsi Lahan Jalan Terus
Badan Kehormatan DPRD Pringsewu Akan Panggil Dua Anggota Diduga Tidur dan Scroll TikTok saat Paripurna
Pembangunan Gudang di Fajaresuk Masuk Lahan Baku Sawah Di ‘Hold’
Kekeringan Ancam Sawah di Pringsewu, Petani Khawatir Gagal Panen
Kasus Korupsi SPPT PBB-P2 Pringsewu Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Dua Tersangka Ditahan
Disdukcapil Pringsewu Jemput Bola ke Pekon, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan
Disdukcapil Pringsewu Pastikan Layanan Tetap Berjalan Meski Terapkan WFH Tiap Jumat Kedua
Belanja Pegawai Masih di Atas 30 Persen, Pringsewu Tak Buka Formasi CPNS 2026

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Badan Kehormatan DPRD Pringsewu Akan Panggil Dua Anggota Diduga Tidur dan Scroll TikTok saat Paripurna

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Pembangunan Gudang di Fajaresuk Masuk Lahan Baku Sawah Di ‘Hold’

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Kekeringan Ancam Sawah di Pringsewu, Petani Khawatir Gagal Panen

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:24 WIB

Kasus Korupsi SPPT PBB-P2 Pringsewu Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Dua Tersangka Ditahan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:33 WIB

Disdukcapil Pringsewu Jemput Bola ke Pekon, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan

Berita Terbaru

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau perkebunan tebu di Sugar Group Companies (SGC), Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang, Lampung, Rabu (26/8/2026). Amran optimistis produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun ini.

Ekonomi dan Kreatif

Usai Tinjau SGC, Mentan Amran Sulaiman: Mudah-Mudahan Tidak Impor Gula Lagi!

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:50 WIB